Pamekasan, (Media Madura) – Kasus pemukulan yang dilakukan oleh Hasan Ashari (54) terhadap tetangganya yakni Fauzi (34) warga Dusun Sannip, Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, kini memasuki babak baru.

Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Hasan yang merupakan PNS pada mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), saat ini sudah disidangkan di pengadilan negeri Pamekasan.

Bahkan, ratusan warga dari Desa Bajang mendatangi pengadilan negeri setempat untuk mengikuti proses sidang dan meminta agar Ashari dihukum berat atas perbuatannya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, penganiayaan yang dilakukan Hasan terjadi pada 15 Juli 2017 lalu, saat Fauzi pulang dari acara imtihan di Desa Somalang, Kecamatan Pakong, bersama adik iparnya Fariduddin (15).

Saat melintas di depan rumah Hasan, tiba-tiba Fauzi diludahi oleh Hasan, tidak terima dengan perlakuan Hasan, Fauzi lalu turun dari motornya dan menanyakan alasan Hasan meludahi dirinya, saat itulah Hasan bukannya meminta maaf, tetapi langsung memukul Fauzi di bagian wajahnya, akibat pukulan keras tersebut membuat bibir Fauzi bengkak.

Hampir terjadi baku hantam antar kedua orang yang bertetangga ini, tetapi Fauzi dilerai oleh iparnya dan Fauzi dibawa pulang. Setelah itu Fauzi melaporkan peristiwa pemukulan tersebut ke Polisi dan Hasan akhirnya ditahan.

Pagi tadi, Selasa (10/10/2017) kasus tersebut disidangkan dengan agenda mendengarkan saksi-saksi. Pantauan Media Madura, di ruang sidang tersebut sesak dipenuhi warga Desa Pakong dan keluarga korban.

Penulis : Ist
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan