Kunjungan Bupati Sumenep, A. Busyro Karim di Pulau Raas, Kecamatan Raas, Senin (2/10/2017). (MM/Rosy)

Sumenep, (Media Madura) – Bupati Sumenep A Busyro Karim nampak marah besar saat sesi dialog bersama warga Kecamatan Kangayan dan Arjasa di Pulau Saobi, dalam acara Safari Kepulaua hari ketiga, Selasa (2/10/2017).

Penyebabnya tiada lain karena Bupati menemukan salah satu kelompok tani (Poktan) penerima bantuan tapi tidak tahu nama poktannya ketika ditanya oleh Bupati dua periode tersebut.

“Aneh, tadi ada penerima bantuan, malah tidak tahu nama Poktannya, ini patut dicurigai, jangan-jangan kelompoknya fiktif,” selorohnya dihadapan masyarakat Desa Saobi.

Untuk itu, Busyro meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) kedepan lebih ketat pada pangawasan utamanya saat realisasi program. Selain itu, ia juga meminta agar segala bantuan dimanfaatkan dengan baik. 

“Ingat, jangan sampai dijual itu Handtraktor, dan kendaraan roda 3, hati-hati disini ada pak polisi dan Kejaksaan, berani main-main saya pastikan akan kena masalah,” ancamnya.

Setelah acara dialog selesai dengan Bupati, Kepala Dispertahortbun, Bambang Heriyanto, langsung buru-buru mengumpulkan bawahannya. Bahkan ia juga terlihat marah pada anak buahnya atas kejadian dalam forum tersebut.

Namun sayang, Bambang tak bisa memberikan keterangan ketika ditanya oleh para awak media “Sudah, sudah, sudah saya brefing dan sudah saya bina mereka” ujarnya singkat.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan