Camat Raas, Darussalam saat memberikan sambutan di hadapan Bupati Sumenep, A Busyro Karim, Senin (2/10/2017).

Sumenep, (Media Madura) – Belasan ribu warga Pulau Raas di Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur bisa dibilang tidak dapat menikmati alamnya sendiri. Pasalnya, mereka dipaksa memilih hidup di luar kota di Indonesia, utamanya di Pulau Dewata Bali. 

Hal Itu dituturkan Camat Raas, Darussalam saat menyambut Bupati Sumenep. Menurutnya, meski kehidupan di Bali lebih mahal dari semua sektor tapi niat warga tidak bisa dibendung untuk tetap merantau. 

“Sebagai laporan pak Bupati, Sebanyak 12.000 warga Raas ini berada di luar kota di berbagai kota di Indonesia,  utamanya di Pulau Bali,  itu dikarenakan mereka tidak bisa berbuat apa-apa di di sini, disebabkan ketersediaan listrik,” katanya, Senin (2/10/2017).

Oleh karena itu, Darussalam berharap kepada bupati Sumenep untuk memberikan kebijakan percepatan kelistrikan yang selama ini diidam-idamkan masyarakat setempat. Supaya masyarakat dapat memaksimalkan potensi alam Raas dengan sebaik-baiknya. 

“Karena selama ini masyarakat merasa terhambat karena tidak adanya listrik yang menyala 24 jam. Kerajinan kerang misalnya, yang terkenal di sini, sulit diproduksi gara-gara tidak ada listrik,” imbuhnya. 

Di tempat yang sama, Bupati Sumenep, A. Busyro Karim menjawab, bahwa aliran listrik di Pulau Raas sudah mulai dilakukan. Bahkan dalam bulan ini sudah dilakukan survei oleh pihak PLN.

“Untuk PLN di Pulau Raas ini Insya Allah 2019 sudah menikmati listrik 24 jam,” ujarnya. 

Di samping itu, bupati dua periode ini berjanji, ke depan kepulauan akan menjadi prioritas setiap program pemerintah daerah utamanya dalam bidang kelistrikan dan infrastruktur. 

“Saya dalam beberapa kesempatan sudah menyampaikan kepada Menteri terkait, agar dibidang infrastruktur dan kelistrikan juga dibantu program pusat, karena Sumenep memiliki pulau yang sangat banyak dan sulit pembangunan tercover keseluruhan di APBD,” tukasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan