Sampang, 10/8 (Media Madura) – Devisi Monitoring dan Evaluasi Satgas DD Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) M. Ma’roef Irfhany, saat turun ke Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur menyebut penggunaan Dana Desa (DD) di wilayah itu belum sepenuhnya bisa dipahami.

“Dari beberapa desa di Sampang yang kita kunjungi hampir sama bahwa pemahamanan tentang penggunaan DD terutama soal program unggulan banyak tidak dipahami,” ujar M. Ma’roef Irfhany usai memberikan sosialisasi keseluruh kepala desa di Sampang, Kamis (10/8/2017) sore.

Kata Ma’roef, ada empat program unggulan yang menjadi atensi Kemendes PDTT. Diantaranya, membangun produk unggulan kawasan pedesaan, membangun irigasi atau embung, pembentukan BUMDesa, dan ketersedian sarana olahraga.

Dalam aturannya, penggunaan DD tahun 2017 diprioritaskan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

Seperti tertuang dalam Pasal 4 Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 22 Tahun 2016 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2017.

Disebutkan, prioritas penggunaaan DD dipublikasikan kepada masyarakat oleh Pemerintah Desa di ruang publik atau ruang yang dapat diakses masyarakat desa.

“Oleh karena itu semisal ditemukan penggunaa DD belum sesuai dengan empat program unggulan ini ya tidak bisa menyalahkan, mengingat sosialisasinya sendiri belum maksimal,” kata Ma’roef.

Untuk itu, dirinya berharap peran tenaga pendamping desa lebih intensif dalam mengawasi penggunaan DD, sehingga dapat menyerap segala tujuan dari Kemendes PDTT untuk diterapkan dalam mewujudkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Sementara, Bupati Sampang Fadhilah Budiono mengapresiasi kedatangan Satgas bentukan Presiden Jokowi itu dalam memberikan evaluasi pemahaman realisasi DD dan mengkroscek pekerjaan yang dibiayai pemerintah pusat tersebut.

“Kalau bisa ini harus berkali-kali, banyak kades di Sampang masih nol pengetahuannya dalam penggunaan DD,”” tandasnya.

Sekedar diketahui, ada 13 tim Satgas DD Kemendes PDTT turun ke Madura terbagi empat Kabupaten. Itu dilakukan guna evaluasi pemahaman dalam realisasi DD.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan