Pamekasan, 9/8 (Media Madura) – Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Pamekasan, Madura, Jawa Timur berencana turun jalan menolak Full Day School jika tetap diterapkan oleh pemerintah melalui aturan Permendikbud Nomor 23 tahun 2017.

Dikatakan oleh juru bicara PCNU Pamekasan, Moh Romli, pernyataan tersebut seiring dengan adanya surat edaran PBNU tertanggal 7 Agustus 2017 yang mengimbau setiap pengurus cabang untuk melakukan penolakan di daerahnya masing-masing.

“Kita akan melakukan gerakan turun jalan terkait penerapan Permendikbud nomor 23 tahun 2017,” katanya,” Rabu (9/8/2017).

Namun, lebih lanjut Romli menambahkan PCNU masih akan melakukan komunikasi dengan para sesepu kiai NU.

“Bila nanti ada instruksi dari para masyaikh NU, (warga NU) akan turun jalan,” tambahnya.

Ia menegaskan, bahwa PCNU Pamekasan menolak dengan tegas Permendikbud yang isinya akan mengganggu kegiatan pendidika yang ada di pondok pesantren (Ponpes) dan madrasah diniyah (MD).

“Dalam SE PBNU disebutkan bahwa penguatan karakter siswa, tidak mesti dilakukan dengan penambahan jam belajar,” tutur Romli.

Kebijakan sekolah 5 hari akan menggerus keberadaan madrasah diniyah. Selama ini, Utamanya di pulau Garam Madura, madrasah dan pesantren tempat menimpa akhlak dan menjadi benteng menghadapi radikalisme.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan