Sumenep, 9/8 (Media Madura) – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menyebutkan, sebanyak 25 persen Jemaah Calon Haji (JCH) asal Sumenep tergolong beresiko tinggi.

Menurut Kasi Haji dan Umroh, A Rifai Hasyim, hal itu sejalan dengan dengan usia jemaah calon haji yang berangkat tahun ini yang usianya berada di atas 60 tahun. 

“Ya, dari 521 jemaah, yang telah berumur 60 tahun keatas sekitar 25 persen, sedangkan yang paling tua tahun ini berusia 89 tahun,” ungkapnya, Rabu (9/8/0217).

Namun demikian, kata Hasyim, meski beresiko tinggi mereka masih dapat menunaikan ibadah haji, asalkan hingga pemberangkatan nanti, tidak mengalami sakit. 

“Mereka sudah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan, dan masih akan diperiksa lagi, sampai pemberangkatan dari Asrama Haji di Surabaya, jika sehat ya mereka akan tetap berangkat,” paparnya.

Sedangkan untuk selama perjalanan, lanjut Hasyim, penyelenggara haji sudah menyiapkan tim medis yang ditempatkan di setiap kloter, tenaga medis akan bertugas memeriksa kesehatan jemaah sampai dengan ibadah haji selesai. 

“Tidak hanya kepada mereka yang bersiko tinggi, kami juga imbau kepada semua jemaah agar menjaga kesehatan, karena itu penting untuk kelancaran ibadah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, terdapat 521 JCH asal Kabupaten Sumenep yang dipastikan berangkat tahun ini. Sumenep tergabung di Kloter 28 dan 29 yang rencananya akan berangkat pada tanggal 16 Agustus mendatang.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan