Sampang, 20/7 (Media Madura) – Keberadaan 74 orang Guru Garis Depan (GGD) berstatus PNS yang tersebar di 74 lembaga SD di Kabupaten Sampang mendapat sorotan. Pasalnya, mereka berasal dari luar bukan asli putra daerah.

Ketua Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Koorda Sampang Sidik, mengatakan hadirnya 74 GGD yang masuk ke wilayahnya itu dinilai akan berdampak masa depan GTT asli Sampang yang sudah sejak lama mengabdi memajukan pendidikan di Sampang. Apalagi, rekrutmen GGD dilakukan secara senyap dan tidak disosialisasikan secara massif dari pusat sampai daerah.

“Masuknya puluhan guru baru itu melalui program Sarjana Mengajar di daerah Terluar, Terdepan, Tertinggal (SM3T), lalu apa korelasinya dengan Sampang, sedangkan di Sampang sendiri masih banyak GTT yang sampai saat ini belum ada pengangkatan,” kata Sidik, Kamis (20/7/2017).

Selain itu, lanjut Sidik, datangnya GGD berarti datangnya orang baru, budaya baru, paham baru, dan mungkin agama baru, sehingga rekrutmen GGD yang bersifat senyap ini patut di curigai adanya double agenda dengan sengaja disusupkan dengan kedok GGD tersebut. 

“Yang jelas kami tidak berfikir buruk dengan konsep pemerintah pusat, namun melihat fenomena Full Day School yang jelas-jelas ditolak oleh tokoh agama dan sekarang membuat program GGD perlu kiranya kita bersama menganalisa lebih dalam tentang segala kemungkinan yang akan terjadi dimasyarakat,” imbuhnya.

Terpisah, Bupati Sampang Fadhilah Budiono saat dikonfirmasi membenarkan adanya puluhan guru yang masuk melalui program GGD yang dilakukan oleh pemerintah pusat, namun pihaknya tetap berfikir positif untuk peningkatan pendidikan di Kabupaten Sampang.

Sedangkan untuk adanya double agenda yang ada di dalam program GGD tersebut, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan secara gamblang, pasalnya saat ini masih dalam proses penempatan yang segera terealisasi.

“Memang kami jug menyayangkan minimnya guru lokal Sampang yang masuk di dalam program itu, kalau tidak salah ada tiga orang yang masuk,” terangnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan