Pamekasan, 17/7 (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur Achmad Syafii mendesak aparat kepolisian segera menindak tegas pelaku, perekam, dan penyebar video mesum di kantor pemerintah kabupaten (Pemkab) beberapa waktu lalu.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan itu menilai, dengan beredarnya video itu nama baik kabupaten berslogan Gerbang Salam tercemar, apalagi aksinya dilakukan di kantor pemerintahan.

“Ya silahkan polisi beri tindakan, itu sudah merusak citra Pamekasan, dan menyakiti rakyat Pamekasan,” kata Bupati Pamekasan, Achmad Syafii, Senin (17/7/2017).

Syafii menegaskan, pemeran bahkan siapa pun yang terlibat dalam video mesum harus diproses secara hukum. Sebab, selain aksinya dilakukan secara sengaja dan terang-terangan di tempat umum, juga disebarluaskan melalui media sosial.

“Kami sementara berdasarkan video yang beredar, ini harus diproses. Dan besok kami akan komunikasikan dengan instansi terkait, makanya kami akan rapat dengan forpimda dan tokoh ormas Islam,” tambahnya.

Lanjutnya, mantan anggota DPR RI itu mengaku shok saat mengetahui kantor yang sejatinya untuk pelayanan publik dijadikan tempat mesum. Dia menyatakan, perbuatan itu jelas melawan hukum.

“Ini harus ada proses (hukum), kalaupun ada yang melaporkannya ke Mapolres Pamekasan, itu justru lebih baik, karena masyarakat berhak untuk menjaga moral di daerah Pamekasan,” pungkas Syafii.

Sementara, Kasubag Humas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki berjanji, akan mengusut tuntas beredarnya video porno berdurasi 00.07 detik dan 00.21 detik tersebut dan saat ini sudah dilaporkan oleh sekelompok masyarakat.

Dalam video itu si pemeran perempuan yang diketahui berinisial AM, menjerit tanpa perlawanan merasakan kenikmatan setelah alat vitalnya dipegang teman prianya berinisial AS.

“Kita akan mengusut kasus tersebut atas dasar laporan yang disampaikan masyarakat kepada kami,” katanya.

Ditambahkan oleh Osa, dalam laporan itu, pelapor menyertakan barang bukti (BB) berupa rekaman video yang kini marak beredar luas melalui jejaring sosial WhatsApp (WA).

“Kasus ini dilaporkan oleh tokoh ulama di Pamekasan dan menjadi atensi,” tambahnya.

Pada Sabtu (8/7/2017) lalu, warga Kabupaten Pamekasan, dihebohkan dengan beredarnya video seorang perempuan dan laki-laki sedang berbuat tak senonoh.

Video itu diduga direkam di ruang tunggu kantor pemerintahan yang berada di Jalan Jokotole, Pamekasan. Perekam video tersebut tak lain adalah temannya sendiri dan disebarkan.

Ada dua video yang beredar, tapi pemerannya sama. Masing-masing berdurasi 00.07 detik dan 00.21 detik. Si pemeran perempuan menjerit tanpa perlawanan setelah alat vitalnya dipegang teman prianya.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan