Sumenep, 5/7 (Media Madura) – Derita warga Kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur seperti tak pernah usai, setelah karut marut program mudik gratis beberapa waktu lalu, kini mereka kembali menelan pil pahit.

Pada Rabu (5/7/2017), ratusan calon penumpang kapal dari Pelabuhan Batu Guluk, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean menuju Pelabuhan Kalianget dibuat terlantar.

Mereka ditinggalkan kapal, yakni Sabuk Nusantara 27 dan Darma Bahari Sumenep I yang diberangkatkan lebih cepat oleh pihak pelabuhan karena khawatir overloud.

“Ratusan penumpang ini tidak diberangkatkan, karena kedua kapal itu dalam kondisi penuh,” kata salah satu calon penumpang, Mistari (38).

Parahnya, antara penumpang dan barang bawaan diberangkatkan secara terpisah. “Sebagian barang dibawa kapal yang berangkat, sedangkan orangnya masih bertahan di Pelabuhan Batu Guluk,” imbuhnya.

“Tidak hanya barang bawaan dan tuannya yang terpisah, anak dan orang tuanya sebagian terpisah. Anak-anak banyak yang nangis, karena ditinggal orang tuanya,” sambungnya dengan nada kesal.

Kondisi seperti ini seolah semakin mempertegas kegagalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam menyiapkan transportasi laut yang memadai bagi warga Kepulauan.

Sementara itu, Kepala Wilayah Kerja Pelabuhan Batu Guluk, Iskandar menjelaskan, dua kapal terpaksa meninggalkan sekitar 500 penumpang. Karena, apabila dipaksanakan, kapal akan overload..

Bahkan, DBS I diberangkatkan lebih awal, karena penumpang terus bertambah. Dari jadwal semula berangkat pukul 09.00 WIB, tepat pukul 07.00 WIB kapal sudah diberangkatkan.

“Terpaksa kami berangkatkan tidak sesuai jadwal, karena kalau dibiarkan, pasti kapal akan overload,” kata Iskandar, Rabu (5/7/2017).

Dia menerangkan, hari ini ada dua kapal yang berangkat dari Pelabuhan Batu Guluk, yakni KM Sabuk Nusantara 27 dengan membawa penumpang sebanyak 300 orang dan KM Dharma Bahari Sumekar (DBS) I membawa penumpang 213 orang.

“Saat ini, masih ada sekitar 500 orang penumpang yang berada di Pelabuhan Batu Guluk. Kami tidak bisa berbuat banyak, selain hanya mengharap agar penumpang bisa menunggu jadwal kapal berikutnya,” tandasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan