Oleh : Harisandi Savari
Gelap yang memasung rindu
Terus saja berputar-putarÂ
Tak pernah berhentiÂ
Atau istirahat di tepi
Cahaya kecil jadi habis
Pada badai yang mencerminkan
Masa depanÂ
Kalau tidak dengan cinta
Lalu apa lagi
Setiap duri sudah terpasangÂ
Di bawah langkah
Bahkan beling-beling bergelimpangan mencetak luka
Tak ada kekuatan
Kecuali meminta
Hidup yang garang bukan lagi rahasia
Menyelinap ke arah-Mu
Memungut kasih sayang yang luasnya tak terkira
Bukan cerita tebal opera
Karena engkau memang maha
Menyelinap ke arah-Mu
Aku tak lagi limbung
Karena sujud adalah kuda-kuda
Tanda berserah
Pamekasan, 22/03/2017
* Penulis adalah pencinta seni dan penggiat kesinian di Kabupaten Pamekasan.


