Sampang, 6/3 (Media Madura) – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di halaman Gor Indoor Wijaya Kusuma, melakukan protes ke kantor Pemkab Sampang, Senin (6/3/2017) pagi.

Mereka menilai selama ini pemerintah sengaja membiarkan sebagian PKL yang berjualan di luar halaman Gor Indoor tanpa ada tindakan tegas dan sarana di lokasi disediakan pemerintah itu tak kunjung dilengkapi fasilitas penunjang seperti ketersedian air dan tempat teduh pedagang.

“Kalau mau ditertibkan dan ditata dengan baik, ya ayo semuanya harus dirangkul. Tapi jangan sampai tebang pilih. Apalagi fasilitas di sana belum lengkap,” keluh Ketua Peguyuban Pujasera Baru Farid, Senin (6/3/2017).

Sementara, Kabid Pengembangan UKM Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (DKUMTK) Sampang, Mada Ningsih, mengatakan penataan PKL sudah berdasarkan kesepakatan sebelumnya.

Sedangkan mengenai pengadaan sarana dan prasarana masih bertahap dan akan dianggarkan pada Perubahan Anggaran dan Kegiatan (PAK) tahun 2017.

“Kalau sekarang memang tidak dianggarkan, saat ini kami hanya menata dan sosialisasi,” ujarnya.

Mada menjelaskan, untuk sarana penunjang air sudah dikoordinasikan dengan pihak Koni Sampang. Begitu pun terkait instalasi listrik sudah disediakan oleh pihak Disbudparpora.

“PKL harus sabar, kita akan fasilitasi, tapi sesuai mekanisme yang ada,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kabid PPKU Satpol PP Sampang, Choirijah, mengaku akan segera menertibkan PKL yang berada di dua jalan protokol yakni Jalan Wahid Hasyim dan Jaksa Agung Suprapto.

“Kalau yang di depan RSUD itu tetap akan direlokasi, cuma sampai saat ini masih belum ada lokasi. Masak Kalau belum ada lokasinya mau direlokasi. Tapi mengenai PKL yang masih ada di jalan, saat ini kami akan tertibkan. Ini kami sudah siapkan pasukan,” tegasnya.

Untuk diketahui, jumlah PKL yang direlokasi ke dalam halaman Gor Indoor Wijaya Kusuma yaitu berjumlah 83 PKL dibagi dalam dua waktu berbeda. Untuk pagi sampai pukul 16.00 WIB itu ada 38 PKL, kemudian sore sampai pukul 00.00 WIB dini hari itu ada 45 PKL.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan