Sampang, 8/2 (Media Madura) – Satu per satu aliansi Ulama di Madura menyikapi proses persidangan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan tim kuasa hukumnya. Setelah dari Ulama se-Madura menyatakan mengecam keras tindakan itu kini giliran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang.

Sikap keras ditunjukkan untuk menyikapi perlakuan Ahok dan tim kuasa hukum yang dinilai memperlakukan Ketua Umum MUI sekaligus Ra’is ‘Aam PBNU KH Makruf Amin yang menjadi saksi ahli dengan tidak mengindahkan nilai-nilai etika.

“Kami siap melakukan jihad lahiriyah dibawah komando dan intruksi PBNU dan arahan PWNU Jawa Timur,” ujar Sekjend PCNU Sampang Mahrus Zamroni di dampingi Rais Syuriah PCNU Sampang KH Syafiuddin Abd Wahid di kantornya Jalan Diponegoro, Rabu (8/2/2017) siang.

Kata Dia, bagi warga Nahdliyin, Kiai Ma’ruf bukan hanya dihormati dan menjadi panutan karena menjabat sebagai Rais Aam PBNU. Namun juga karena secara keilmuan mayoritas warga Nahdliyin mengkaji kitab karangan dari Imam Nawawi Al Bantani, kakek buyut Kiai Makruf.

“Hampir seluruh kitab kajian warga Nahdliyin karangan ulama besar Syaikh Nawawi Al Bantani, dan Kiai Makruf adalah cicitnya. Sehingga dari sana keilmuan berguru,” terangnya.

Sehingga, lanjut Mahrus, apa yang dilakukan oleh Ahok adalah sebuah tamparan bagi kalangan warga NU dan santri.

Tak hanya itu, pengurus NU Sampang meminta kepada PBNU untuk melakukan langkah tegas sesuai koridor hukum yang berlaku. Selain itu mereka meminta kepada Kapolri untuk mengambil langkah-langkah kongkrit dengan melakukan pengusutan terkait isu penyadapan yang muncul dalam sidang ke 8 Ahok dalam kasus penistaan agama.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan