Pamekasan, 15/1 (Media Madura) – Sedikitnya 8 kecamatan, di Kabupaten Pamekasan, Madura, masuk katagori wilayah berpotensi gerakan tanah di Provinsi Jawa Timur selama Januari 2017.

Koordinator Lapangan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Budi Cahyono, membenarkan tentang 8 kecamatan berpotensi terjadinya tanah gerak.

“Di Pamekasan ada 8 kecamatan yang berpotensi tanah gerak, itu berdasar pada edaran dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Badan Geologi,” katanya kepada wartawan.

Adapun wilayah tersebut tambah Budi, untuk wilayah utara meliputi Kecamatan Batumarmar, Pasean, Waru, sesangkan wilayah tengah Kecamatan Pakong, Pegantenan dan Palengaan, untuk wilayah selatan meliputi Kecamatan Kadur dan Kecamatan Larangan.

“Dalam edaran itu ketika kami petakan jadi tiga wilayah, yakni wilayah utara, tengah dan selatan,” tambahnya.

Kedelapan wilayah yang berpotensi mengalami pergerakan tanah itu urai Budi, masih dikatagorikan menengah dan belum termasuk potensi tinggi.

Pada zona potensi menengah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Sedangkan untuk kategori tinggi dapat terjadi gerakan tanah, jika curah hujan di atas normal. Sedangkan gerakan tanah lama dapat berpotensi aktif kembali.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan