Pamekasan, (Media Madura) – Kehadiran Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, dalam Talkshow Sekolah Orang Tua (SOT) yang digelar Yayasan Pendidikan Al-Uswah Center Pamekasan, di Gedung Bakorwil setempat, Minggu (1/2/2026), bukan sekadar sebagai pejabat negara, melainkan sebagai bagian dari sejarah panjang lembaga pendidikan tersebut.
Dalam sambutannya, Hj. Ansari mengungkapkan kisah personalnya yang memiliki ikatan emosional kuat dengan Al-Uswah. Ia menuturkan bahwa dirinya pernah menjadi guru PAUD-TKIT Al-Uswah sejak masa awal perintisan lembaga tersebut.
“Saya mengajar di Al-Uswah sejak masih kuliah semester empat tahun 2002, saat ruang kelasnya masih di garasi dan teras rumah Bu Nurul,” kenang Hj. Ansari di hadapan para orang tua murid dan pengelola yayasan.
Ia mengaku dunia pendidikan memiliki tempat yang sangat istimewa dalam perjalanan hidupnya. Bahkan, menjadi guru adalah profesi yang sebenarnya tidak pernah ingin ia tinggalkan.
“Sebenarnya saya tidak ingin berhenti mengajar, karena menjadi guru adalah pekerjaan yang sangat saya nikmati,” ungkapnya.
Selain bernostalgia, Hj. Ansari juga memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Yayasan Pendidikan Al-Uswah Center Pamekasan dalam melahirkan berbagai terobosan di bidang pendidikan, termasuk melalui program Sekolah Orang Tua yang dinilai relevan dengan tantangan pendidikan keluarga saat ini.
Secara khusus, Hj. Ansari memuji sosok pendiri Al-Uswah, Hj. Nurul Hidayati, sebagai figur sentral penggerak pendidikan di Pamekasan.
“Bagi saya, Bu Nurul adalah salah satu Wonder Woman penggerak pendidikan di Pamekasan,” ujar Hj. Ansari.
Ia menilai capaian Al-Uswah hingga menjadi salah satu lembaga pendidikan unggulan di Pamekasan tidak lepas dari perjuangan panjang, kesabaran, serta keteguhan pendirinya dalam menghadapi keterbatasan dan berbagai kritik.
“Dengan segala keterbatasan dan dinamika yang ada, Al-Uswah bisa tumbuh dan berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan terbaik di Pamekasan. Itu bukan hal yang mudah,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Uswah Center, Usman Sayyaf, menjelaskan bahwa talkshow ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari komitmen yayasan dalam membangun sinergi pendidikan antara sekolah dan orang tua.
“Ini adalah talkshow pendidikan yang diadakan oleh Yayasan Al-Uswah Pamekasan, yang mana kegiatan ini rutin tahunan untuk edukasi terhadap wali murid, guru-guru, dan bahkan sosial masyarakat,” ujar Usman.
Menurutnya, sejak pertama kali dilaksanakan pada 2018, program Sekolah Orang Tua telah berjalan delapan kali hingga 2026 dan menjadi pionir di Pamekasan.
“Saya kira Al-Uswah yang menjadi yang pertama mengadakan Sekolah Orang Tua di Pamekasan,” katanya.
Antusiasme wali murid terhadap kegiatan ini dinilai sangat tinggi. Usman menyebut, para orang tua merasa terbantu karena mendapatkan edukasi parenting dan wawasan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Alhamdulillah wali murid sangat antusias dan mengapresiasi sebesar-besarnya, karena di masa mereka menjadi orang tua masih bisa berkesempatan mendapatkan edukasi parenting dan seputar dunia pendidikan yang adaptif,” ungkapnya.
Saat ini, Al-Uswah Center membina sekitar 450 siswa aktif, dengan total alumni dari jenjang PAUD hingga SMP yang hampir mencapai seribu orang. Lembaga ini menaungi pendidikan dari daycare atau TPA, playgroup, TK, SD, hingga SMP, dan ke depan menargetkan pengembangan SMA, perguruan tinggi, serta lembaga pelatihan profesional.
“Insyaallah keinginannya tidak hanya SMA, tapi juga perguruan tinggi dan lembaga-lembaga profesional,” jelas Usman.
Dalam kesempatan tersebut, Usman juga memaparkan inovasi kurikulum Al-Uswah yang kini difokuskan pada tiga bidang utama, yakni Sains dan Matematika, Linguistik, serta Teknologi.
“Di bidang Sains dan Matematika, alhamdulillah kita sudah mulai mencetak siswa-siswa unggulan yang juara di beberapa lomba melalui program intensif harian dan pembinaan khusus,” ujarnya.
Untuk bidang linguistik, Al-Uswah tengah menjajaki kurikulum bilingual Bahasa Inggris–Bahasa Arab dan kerja sama dengan lembaga internasional di Arab Saudi.
“Kemampuan bahasa anak ingin kita upgrade melalui pembiasaan bilingual sehari-hari,” kata Usman.
Sementara di bidang teknologi, Al-Uswah telah menerapkan pembelajaran coding dan pengenalan AI, serta merencanakan pengembangan robotik, ekonomi digital, hingga pasar modal.
“Coding bukan berarti semua anak harus jadi programmer, tapi supaya mereka punya struktur berpikir yang komputasional, critical thinking, dan berdaya saing di masa depan,” tegasnya.
Selain inovasi akademik, Al-Uswah juga menggagas program toilet terbersih se-Pamekasan dengan standar hotel berbintang.
“Kita menargetkan toilet terbersih se-Pamekasan. Semua berbasis sensor, bernuansa hotel berkelas, dan dirawat oleh semua pihak, termasuk guru dan siswa,” jelas Usman.
Kegiatan talkshow ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Pamekasan serta menghadirkan Prof. Dr. KH. Tulus Mustofa, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai pemateri utama.
Ia menyampaikan materi bertema “Etika Pendidikan yang Berdaya Saing Menuju Indonesia Emas”, yang menekankan pentingnya nilai etika dalam membangun generasi unggul dan berkarakter.
“Harapan kami, alumni Al-Uswah terus menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama sekolah dan bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkas Usman Sayyaf. (*)


