Beranda blog Halaman 7

Hj. Ansari Serahkan Zakat Mal dan Al-Qur’an bagi Anak Yatim Muhammadiyah di Pamekasan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Madura Raya, Ansari, menyalurkan zakat mal serta mushaf Al-Qur’an kepada anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Muhammadiyah, yang berlokasi di Jalan Abd. Azis, Pamekasan, Rabu (4/3/2026).

Kedatangannya tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga berdialog langsung dengan anak-anak panti. Ansari memperkenalkan diri sebagai putri asli Pamekasan dari Kaduara Barat, sekaligus wakil rakyat dari daerah pemilihan Madura Raya yang meliputi Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara usaha dan doa. Menurutnya, latar belakang bukan penghalang untuk meraih masa depan.

“Tidak ada yang tidak mungkin selama kita berusaha dan berdoa. Yang penting kita menjadi pribadi yang bermanfaat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan anak-anak untuk menjaga kedekatan dengan Allah melalui shalat, doa, zikir, dan membaca Al-Qur’an. Ansari mengibaratkan doa di sepertiga malam sebagai “jalan tol” agar lebih cepat sampai.

Selain menyampaikan motivasi, ia berdialog dengan beberapa anak, termasuk seorang anak asal Nusa Tenggara Timur yang kini menempuh pendidikan di Pamekasan.

Bantuan yang disalurkan berasal dari mitra kerja Komisi VIII DPR RI, di antaranya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berupa paket sembako. Ia juga menyalurkan mushaf Al-Qur’an dan kurma yang difasilitasi melalui Kementerian Agama.

Ansari menjelaskan, bantuan tersebut merupakan fasilitasi pemerintah melalui tugasnya sebagai anggota DPR RI. Selain itu, ia turut memberikan santunan pribadi untuk kebutuhan anak-anak.

Kegiatan berlangsung sederhana dengan doa bersama dan harapan agar bantuan yang diberikan dapat mendukung kebutuhan sehari-hari serta semangat belajar anak-anak di panti tersebut. (*)

Gubernur Jatim Khofifah Resmikan Revitalisasi 60 SLB SMA dan SMK se Madura

0

Sampang, (Media Madura) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana (sarpras) terhadap 60 Sekolah Luar Biasa (SLB), SMA, dan SMK negeri maupun swasta se-Madura. Peresmian dipusatkan di SMK Negeri 2 Sampang, Jalan Syamsul Arifin, Selasa (3/3/2026).

‎Hal ini sekaligus menginisiasi program Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas (MAMA MAU NAIK KELAS). Program tersebut sebagai langkah strategis percepatan peningkatan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Madura.

‎Gubernur Jatim Khofifah menjelaskan, program MAMA MAU NAIK KELAS bukan sekadar slogan, melainkan gerakan terukur untuk mendorong Madura memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di bidang pendidikan.

‎Kata Khofifah, kemajuan suatu daerah diukur melalui parameter global seperti penurunan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, kualitas layanan kesehatan, serta mutu pendidikan yang berdaya saing.

‎”Jadi bukan ini maju atau tidak maju tapi bahwa ada kemajuan yang diukur oleh dunia MAMA MAU NAIK KELAS Madura maju Madura unggul berarti punya keunggulan kompetitif dan punya keunggulan komparatif dan Madura naik kelas,” ujarnya.

‎Program ini diarahkan untuk memperkuat literasi dan numerasi siswa, sekaligus meningkatkan angka partisipasi lulusan SMA/SMK di  Madura yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

‎Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, antara lain penunjukan 12 SMA Negeri sebagai sekolah percontohan (pilot project), pendataan dan pemetaan potensi siswa dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), serta penguatan akademik untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui intensifikasi materi persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

‎Selain itu, dilakukan asesmen dan try out UTBK-SNBT secara berkala disertai analisis hasil guna meningkatkan kesiapan siswa menghadapi seleksi masuk PTN. Khofifah mendorong seluruh kepala sekolah di Madura untuk memiliki semangat kolektif dalam mengantarkan lebih banyak siswa menembus perguruan tinggi negeri.

‎”Kepada semua para kepala sekolah semangat untuk mengantarkan putra putrinya apakah itu di UTBK atau itu di SNBT,” sebutnya.

‎Sebagai bentuk afirmasi, Pemprov Jawa Timur juga menyiapkan skema penghargaan (reward) berupa tambahan revitalisasi infrastruktur bagi sekolah yang mampu meningkatkan capaian kelulusan siswanya di jalur UTBK  maupun SNBT secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

‎”Kalau target yang diterima  2 kali dari yang diterima tahun lalu akan ada reward, rewardnya adalah infrastruktur di masing masing sekolah insyaallah akan kita lakukan revitalisasi secara lebih komprehensif,” tegasnya.

‎Sejalan dengan peningkatan mutu akademik, Gubernur Khofifah juga meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarpras pada 60 satuan pendidikan di empat kabupaten di Madura.

‎Program ini mencakup 13 SMA dan 3 SMK di Kabupaten Bangkalan; 7 SMA, 5 SMK, dan 3 SLB di Kabupaten Sampang; 5 SMA dan 8 SMK di Kabupaten Pamekasan; serta 11 SMA, 3 SMK, dan 2 SLB di Kabupaten Sumenep. Total anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp47.831.355.253.

‎Revitalisasi tersebut bertujuan meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan keamanan lingkungan belajar, sekaligus mendukung pemerataan akses dan mutu pendidikan menengah serta pendidikan khusus. Dengan sarana prasarana yang lebih representatif, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

‎”Peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan, para siswa dan guru merasa nyaman dalam proses transfer ilmu, maksimal dan optimal didukung dengan fasilitas penunjang yang komprehensif,” terangnya.

‎Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah pusat dalam mendorong percepatan pembangunan SDM Madura. Menurutnya, kerja keras yang terintegrasi menjadi kunci agar transformasi pendidikan di Madura dapat berjalan optimal.

‎”Semoga diijabah oleh Allah SWT karena kerja keras kita karena komitmen kita dan semua kerja keras yang saling terintegrasi kabupaten kota provinsi dan pusat, mudah-mudahan Allah ijabah amin,” harapnya.

‎Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah turut menyerahkan bantuan pendidikan kepada 40 siswa SMA dan SMK berprestasi dari keluarga prasejahtera se-Madura, masing-masing sebesar Rp1.000.000. Selain itu, diserahkan pula bantuan 20 unit komputer kepada SMKN 2 Sampang untuk mendukung penguatan pembelajaran berbasis teknologi.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paiwai menyampaikan rehabilitasi dan revitalisasi SMA, SMK, dan SLB Negeri maupun Swasta di wilayah Madura dilaksanakan sebagai upaya pemerataan mutu layanan pendidikan, peningkatan keselamatan bangunan sekolah, serta pemenuhan standar sarana dan prasarana pendidikan sesuai regulasi yang berlaku.

‎‎”Program ini dilakukan juga agar tidak terjadi kesenjangan antara yang ada di wilayah kepulauan dan daratan,  di dalam kegiatan ini juga tentu kita ingin merefleksikan diri bahwa mendorong ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif dan juga berkelanjutan untuk wilayah Madura,” kata Aries.

‎Di sisi lain, Aries mengatakan bahwa sisi Akademik Madura perlu adanya akselerasi peningkatan mutu pendidikan. Oleh karena itu ia menyebut di tahun 2026 terdapat Program MAMA MAU NAIK KELAS yang diinisiasi oleh Gubernur Khofifah. Tujuannya untuk peningkatan siswa SMA Madura ke Perguruan Tinggi baik jumlah maupun persentasenya.

‎”Tahun 2026 ini kita dorong akselerasi mutu akademik melalui program MAMA MAU NAIK KELAS, Madura maju Madura unggul Madura naik kelas dan Ibu Gubernur memerintahkan kepada kami untuk fokus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan wilayah madura melalui prestasi murid-murid di wilayah Madura, agar bisa masuk PTN melalui SNBT, SNBP atau UTBK,” pungkas Aries. (Ryan Hariyanto/Znl)

DPC PDI Perjuangan Pamekasan Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama, Dihadiri Hj. Ansari

Pamekasan, (Media Madura) – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan menggelar kegiatan Khotmil Qur’an dan buka puasa bersama dalam rangka menyemarakkan Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Perumahan Graha Kencana, Kecamatan Tlanakan, Minggu (1/3/2026).

Acara ini dihadiri oleh anggota Komisi VIII DPR RI Dapil XI Madura, Hj. Ansari, jajaran pengurus partai, serta kader PDI Perjuangan setempat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan, H. Taufadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tadarus Al-Qur’an akan dilaksanakan secara berkelanjutan hingga pertengahan Ramadan. Ia menjelaskan, rangkaian khotmil Qur’an direncanakan berlangsung hingga 15 Maret 2026 sebagai penutup kegiatan Ramadan tahun ini.

“Nanti akan ada khotmil Qur’an yang lebih meriah sebagai penutup. Kami minta seluruh pengurus ikut berpartisipasi agar kegiatan ini semakin semarak,” ujar Taufadi.

Selain tadarus dan buka bersama, DPC PDI Perjuangan Pamekasan juga telah menyusun sejumlah agenda sosial selama Ramadan. Di antaranya, buka puasa bersama DPC dan KSB PAC PDIP, dan pembagian sembako.

“Juga ada pembagian takjil kepada masyarakat, termasuk abang becak dan warga yang membutuhkan, dan buka bersama bersama anggota DPRD provinsi,” katanya.

Taufadi menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara pengurus partai dengan para wakil rakyat, baik dari DPR RI, DPRD Provinsi, maupun DPRD Kabupaten.

“Kami ingin Ramadan ini menjadi ajang kebersamaan dan berbagi. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui rangkaian kegiatan keagamaan dan sosial tersebut, DPC PDI Perjuangan Pamekasan berharap dapat terus hadir dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.

Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI Dapil XI Madura, Hj. Ansari, mengapresiasi kegiatan Khotmil Qur’an dan buka puasa bersama yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan.

Menurutnya, Ramadan adalah momentum yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus mempererat silaturahmi antar sesama.

“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain meningkatkan keimanan melalui tadarus dan khotmil Qur’an, juga menjadi ruang kebersamaan antara pengurus partai, kader, dan masyarakat,” ujar Hj. Ansari.

Pihaknya menambahkan, sebagai wakil rakyat dari Madura, dirinya mendukung penuh kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat, seperti pembagian sembako dan takjil.

“Ramadan mengajarkan kita untuk peduli dan berbagi. Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi warga yang membutuhkan,” tuturnya.

Hj. Ansari juga berharap sinergi antara pengurus partai dan para wakil rakyat, baik di tingkat DPR RI maupun DPRD, terus terjalin demi memperjuangkan aspirasi masyarakat Madura. (Znl/Arif)

Dandim Pamekasan Bangga, Kopdes Merah Putih Samatan Hadirkan Kegiatan Religi dan Ekonomi

0

Pamekasan, (Media Madura) – Komandan Kodim 0826 Pamekasan, Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko, menghadiri pembukaan Lomba Tahfidz Al-Qur’an dan Festival Bazar Ramadhan yang digelar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Sabtu (28/2/2026).

Acara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam Proppo, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Sebagai tanda dimulainya acara, Dandim melakukan pemotongan pita secara simbolis. Prosesi berlangsung khidmat dan penuh semangat, disambut tepuk tangan para undangan dan warga yang hadir.

Dalam sambutannya, Dandim mengaku bangga atas terselenggaranya kegiatan tersebut, terlebih karena dilaksanakan di koperasi desa yang masih tergolong baru.

“Saya sangat bangga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik, apalagi digelar di Kopdes yang masih baru. Ini menunjukkan bahwa Desa Samatan memiliki semangat besar untuk maju,” ujar Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko.

Pihaknya juga mengapresiasi inovasi Kepala Desa Samatan, H. Tamyis, dalam memajukan desa melalui kegiatan yang memadukan nilai keagamaan dan pemberdayaan ekonomi.

“Saya salut kepada Kepala Desa atas inovasinya. Kegiatan ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui bazar UMKM,” tambahnya.

Menurut Dandim, lomba Tahfidz Al-Qur’an bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana membentuk mental dan keberanian generasi muda.

“Lomba Tahfidz ini bukan hanya tentang hafalan, tetapi juga melatih mental dan keberanian anak-anak kita. Dengan kegiatan seperti ini, mereka akan lebih percaya diri untuk mengikuti event yang lebih besar,” jelasnya.

Pihaknya berharap kegiatan tersebut membawa dampak positif bagi perkembangan nilai keagamaan dan moral generasi muda di Desa Samatan, sekaligus mendorong kemajuan desa dan Kabupaten Pamekasan secara umum.

Sementara itu, Kepala Desa Samatan, H. Tamyis, berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan mampu melahirkan bibit-bibit baru penghafal Al-Qur’an.

“Kami berharap kegiatan ini bisa melahirkan generasi Qurani dari Desa Samatan serta menjadi momentum kebangkitan ekonomi desa melalui keterlibatan UMKM lokal,” ungkap H. Tamyis.

Nantinya, kegiatan akan ditutup dengan Festival Bazar Ramadhan yang melibatkan pelaku UMKM setempat, sehingga masyarakat dapat turut meramaikan bulan suci sekaligus menggerakkan roda perekonomian desa.
(*/Znl)

Golkar Sumenep Bagikan Ratusan Paket Takjil dan Buka Bersama Pengurus

0

Sumenep,(Media Madura) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar aksi sosial bagi-bagi takjil kepada masyarakat yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Sumenep, Kamis (26/2/2026).

‎Pembagian ratusan paket takjil dan nasi kotak disambut antusias oleh para pengendara dan pejalan kaki yang melintas.

‎Sejumlah pengurus dan kader Golkar Sumenep tampak kompak membagikan makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

‎Plt Ketua DPD Golkar Sumenep Eko Wahyudi mengatakan, ratusan paket takjil yang dibagikan kepada pengguna jalan tersebut merupakan agenda Partai Golkar dalam menyemarakkan bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriyah untuk menebar kebaikan.

‎”Kami ingin berbagi sesama di bulan penuh berkah ini, sekaligus menjadi ajang  mempererat hubungan dengan masyarakat baik di internal maupun eksternal partai,” ucap Eko usai pembagian takjil.

‎Kata Eko, pihaknya ingin menunjukkan bahwa Golkar tidak hanya hadir dalam momentum politik, melainkan juga di tengah-tengah masyarakat dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat Sumenep.

‎”Semoga kegiatan sosial keagamaan yang kita lakukan bernilai ibadah dan mendapat keberkahan,” jelasnya.

‎Dalam kesempatan itu, Partai Golkar Sumenep juga menggelar buka puasa bersama serta konsolidasi pengurus sebagai bentuk penguatan struktural partai dalam mempererat tali silaturrahmi.

‎Dijelaskan Eko, agenda buka bersama dan konsolidasi menjadi momentum untuk memperkuat nilai toleransi serta kebersamaan. Hal ini juga menjadi fokus utama sesuai arahan DPP Partai Golkar.

‎”Penguatan struktural itu sangat penting agar menambah tingkat kesolidan maupun semangat baru dalam memperoleh harapan yang besar,” harapannya.

‎Sementara Itu Ubaidillah selaku Plt. Sekretaris Partai Golkar Sumenep, menyatakan bahwa program buka bersama yang diisi dengan pengajian hikmah ramadhan, rapat konsolidasi dan bagi-bagi ratusan takjil dan paket sembako merupakan suatu momentum untuk menyatukan ide dan gerakan nyata Partai Golkar Kabupaten Sumenep.

‎Sejak awal kami dikukuhkan, memang ingin memastikan bahwa partai tidak boleh bertolak dari kodisi nyata masyarakat. Kami sedang rajin berkomunikasi dengan berbagai komunitas, agar Golkar benar-benar menjadi lembaga politik yang dapat menyerap aspirasi dari seluruh potensi yang ada. (*)

Menkop Kukuhkan KITMAS, Harapan Baru Harga Tembakau Madura Tembus Ratusan Ribu

0

Pamekasan, (Media Madura) – Pengukuhan Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera (KITMAS) oleh Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, Sabtu (21/2/2026) sore, menjadi momentum baru bagi peningkatan kesejahteraan petani tembakau di Madura, khususnya Kabupaten Pamekasan.

Pengukuhan yang digelar di Graha Bawang Mas Group milik Haji Khairul Umam (Haji Her), Desa Peltong, Kecamatan Larangan itu, tidak hanya seremoni kelembagaan, tetapi juga membawa harapan besar terhadap stabilitas harga tembakau Madura.

Dalam sambutannya, Ferry menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat posisi tawar petani melalui koperasi. Menurutnya, KITMAS dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat rantai distribusi dan pemasaran hasil panen.

“Kami mendukung penuh dan siap berkoordinasi dengan Menteri Keuangan apabila diperlukan pembahasan terkait cukai khusus tembakau Madura,” ujarnya.

Pihaknya menilai, keberadaan KITMAS berpotensi menjadi model koperasi sektoral di Indonesia yang fokus pada komoditas unggulan daerah. Dengan kelembagaan yang kuat dan dukungan permodalan, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tengkulak.

Sementara itu, Haji Her menekankan pentingnya dukungan modal agar KITMAS mampu menyerap seluruh produksi tembakau Madura. Menurutnya, kemampuan serap koperasi akan sangat menentukan stabilitas harga di tingkat petani.

“Kalau permodalannya kuat, semua tembakau Madura bisa terserap. Dengan begitu petani bisa lebih sejahtera,” katanya.

H. Her berharap, melalui dukungan pemerintah dan penguatan koperasi, harga tembakau Madura ke depan bisa menembus angka ratusan ribu rupiah per kilogram.

“Kami ingin harga tembakau tembus ratusan ribu. Itu harapan besar petani Madura,” pungkasnya. (Znl/Arif)

PWI Gelar Temu Wartawan-Pengusaha, Ruang Dialog Satukan Misi Bangun Pamekasan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan menggelar Temu Wartawan dengan Pengusaha di Bakorwil Pamekasan, Senin (16/2/2026). Kegiatan itu merupakan rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) PWI ke-80.

Acara itu dihadiri puluhan pengusaha dari berbagai sektor usaha yang beroperasi di Pamekasan. Momentum itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog antara insan pers dan pelaku usaha.

Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam dalam sambutannya menegaskan, PWI merupakan organisasi profesi, bukan organisasi politik. Artinya, dipastikan steril dari kepentingan politik praktis.

““PWI adalah Persatuan Wartawan Indonesia, bukan Partai Wartawan Indonesia. Kita sama-sama satu tujuan untuk membangun Pamekasan,” ujarnya.

Alumnus Pascasarjana UIN Madura itu juga menepis anggapan bahwa kegiatan ini berkaitan dengan rangkaian demonstrasi yang belakangan terjadi di Pamekasan dan dikaitkan dengan pengusaha. Menurutnya, konsep acara telah dimatangkan panitia sejak satu bulan sebelumnya.

“Konsep acara ini sudah dirancang jauh hari sebagai bentuk penghormatan kepada para pengusaha yang telah berkontribusi besar bagi kemajuan dan kesejahteraan Pamekasan,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, turut mengemuka kegelisahan sejumlah pengusaha terkait keberadaan oknum yang mengatasnamakan wartawan dengan modus silaturahmi namun disertai dugaan intimidasi. Menanggapi hal itu, Anam menyatakan, profesi wartawan bersifat terbuka sehingga siapa pun dapat menjadi wartawan di era saat ini.

“Karena profesi ini terbuka, tantangannya adalah bagaimana masyarakat dapat membedakan wartawan yang profesional dan yang tidak,” katanya.

Di internal PWI, lanjutnya, seorang wartawan dinyatakan profesional apabila telah mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) atau lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Sementara bagi yang belum mengikuti UKW, profesionalisme dapat dilihat dari karya dan perilakunya.

“Jika karyanya proporsional, mematuhi kode etik jurnalistik dan pedoman media siber, maka dapat dikategorikan profesional. Hanya saja secara de jure belum mengikuti UKW,” jelasnya.

Anam menambahkan, fungsi utama wartawan meliputi empat hal, di antaranya fungsi informatif dan edukatif. Wartawan, menurutnya, bertugas menyampaikan informasi secara tertulis maupun audiovisual serta memberikan edukasi kepada publik.

“Tidak ada ceritanya wartawan profesional bertanya secara provokatif. Disebut provokatif, jika pemberitaan tidak berimbang dan tidak melakukan cover both sides,” tukasnya.

Anam berharap, ke depan jalinan hubungan antara insan pers dan pelaku usaha semakin harmonis sekaligus memperkuat komitmen terhadap praktik jurnalistik yang profesional dan beretika.

Hadir di Pelantikan PS Cobra, Hj. Ansari Ajak Generasi Muda Perkuat Pendidikan dan Mental Tangguh

0

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil XI Madura, Hj. Ansari, menghadiri Pelantikan dan Apel Kebangsaan Pengurus Pusat Pencak Silat Cobra periode 2026–2031 di Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Minggu (15/2/2026).

Dalam sambutannya, Hj. Ansari menyampaikan kebanggaannya terhadap organisasi yang berdiri sejak 1977 di wilayah Pamekasan, Madura. Ia menilai keberadaan Pencak Silat Cobra menjadi bagian penting identitas budaya sekaligus kebanggaan masyarakat Madura.

Menurutnya, lokasi pelantikan di kawasan Arek Lancor memiliki makna historis mendalam. Arek berarti sabit dan lancor berarti tombak, yang melambangkan ketegasan tanpa kekerasan serta semangat perjuangan para syuhada yang dahulu melawan penjajahan Belanda.

Nilai perjuangan tersebut, kata dia, kini harus diwujudkan dalam bentuk berbeda, yakni melalui pendidikan, penguatan mental, dan pembentukan karakter generasi muda di tengah tantangan globalisasi.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai Generasi Emas 2045 yang tidak hanya kuat secara fisik melalui bela diri, tetapi juga berakhlak luhur, bermental tangguh, serta menjunjung tinggi persatuan dan persaudaraan.

“Jadilah pendekar yang kuat tanpa menyakiti, berani tanpa sombong, tegas tanpa kasar, dan bersaudara tanpa batas,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan, Mohammad Elman, melaporkan perkembangan organisasi Pencak Silat Cobra yang kini telah memiliki 95 ranting di berbagai daerah di Indonesia, antara lain Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Sumenep, Jember, Probolinggo, Yogyakarta, Jabodetabek, hingga Kalimantan.

Ia menegaskan bahwa meski organisasi ini lahir di Pamekasan yang kerap mendapat stigma negatif, Pencak Silat Cobra justru hadir membawa semangat persatuan dengan slogan Kobra Komando Barisan Anti-Anarkis. Selama ini, kata dia, para anggota turut berada di garda depan dalam meredam konflik sosial, bukan untuk terlibat kekerasan, melainkan menjaga ketertiban masyarakat.

Pelantikan pengurus pusat periode 2026–2031 tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat peran pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sekaligus sarana pembinaan karakter generasi muda Indonesia. (Znl/Arif)

PWI Pamekasan Rangkai HPN 2026 dengan Sejumlah Kegiatan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Dalam rangka perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), PWI Pamekasan menggelar sejumlah kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari.

Rangkaian kegiatan diawali pada Minggu (15/2/2026) dengan pelaksanaan cek kesehatan jantung yang menyasar wartawan dan kepala desa di Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan insan pers dan aparatur desa, serta terlaksana melalui kerja sama dengan Rumah Sakit Kusuma Hospital, Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI), dan Persatuan Kepala Desa (Perkasa) Kabupaten Pamekasan.

Memasuki Senin (16/2/2026), PWI Pamekasan menggelar pameran lukisan di Gedung Bakorwil. Pameran yang menampilkan karya Budi dan Rena tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian perayaan HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI.

Selain pameran lukisan yang berlangsung dari pagi hingga malam hari, kegiatan pada hari yang sama juga diramaikan dengan Temu Wartawan dan Pengusaha se-Kabupaten Pamekasan serta talkshow pentahelik bertema penguatan empat pilar demokrasi. Agenda ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara insan pers, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pembangunan daerah dan kehidupan demokrasi yang sehat.

Di sisi lain, PWI Pamekasan juga menyelenggarakan lomba menulis esai dengan tema “Kritik Konstruktif terhadap Kebijakan Pemkab Pamekasan”. Lomba ini menjadi wadah partisipasi publik sekaligus mendorong budaya literasi kritis yang tetap mengedepankan etika dan solusi.

Rangkaian kegiatan HPN 2026 akan ditutup pada Rabu (18/2/2026) melalui kegiatan religi berupa lesehan bersama Ra Abbas, ulama muda yang juga Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar. Momentum ini diharapkan membawa keberkahan sekaligus mempererat kebersamaan antarinsan pers dan masyarakat.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, PWI Pamekasan berharap peringatan HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi kesehatan, literasi, kebudayaan, serta kehidupan spiritual masyarakat. (Znl/Arif)

Ribuan Petani dan Buruh Gelar Demo di Depan Kantor Pemkab Pamekasan, Bea Cukai Paling Disorot

0

Pamekasan, (Media Madura) — Ribuan petani tembakau dan buruh pabrik rokok menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Selasa (10/2/2026).

Aksi yang mengatasnamakan Forum Petani Tembakau dan Buruh Pabrik Lokal Madura (FPBM) ini membawa sejumlah tuntutan utama terkait kepastian hukum, keberlangsungan industri hasil tembakau (IHT), serta perlindungan ekonomi rakyat Madura.

Pertama, massa mendesak pemerintah daerah menertibkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau organisasi tanpa legal standing.

“Di Pamekasan banyak LSM beroperasi tanpa status hukum yang jelas, tentu itu sangat meresahkan masyarakat,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Holili, dalam orasinya.

Kedua, meminta Polres Pamekasan meminimalisir aksi demonstrasi tanpa prosedur resmi.

Mereka juga mendorong Bea Cukai Madura memperkuat pembinaan bersama rakyat, menjadi penghubung kepentingan pelaku industri tembakau dengan pemerintah pusat, dan memberikan kemudahan perizinan usaha bagi pelaku industri rokok.

Selain itu, demonstran meminta pemerintah dan Bea Cukai memberi solusi atas tingginya tarif cukai yang dinilai memberatkan industri kecil padat karya.

“Kami meminta LSM, ormas, dan media juga didorong berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Madura yang berkelanjutan dan berkeadilan,” teriak orator aksi.

Terakhir, aparat penegak hukum dan Bea Cukai diminta tidak mengedepankan penindakan sebelum menghadirkan solusi bagi keberlangsungan industri, buruh, dan petani tembakau.

Aksi berlangsung dengan seruan menjaga ketertiban hukum, demokrasi, dan ekonomi rakyat, serta ajakan kolaborasi seluruh pihak demi keberlanjutan ekonomi Madura. (Znl/Arif)