Beranda blog Halaman 6

Belum Genap Setahun Menjabat, Kasatreskrim Polres Sampang Ungkap Sejumlah Kasus Kriminal

Sampang, (Media Madura) – Sejak resmi menakhodai satreskrim Polres Sampang pada 29 Oktober 2025 lalu, Iptu Nur Fajri Alim mulai menunjukkan kinerja cepat dalam menangani berbagai kasus kriminal di wilayah hukumnya.

Dalam rentang waktu beberapa bulan, sejumlah perkara yang menjadi perhatian publik berhasil diungkap oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Sampang.

Pengungkapan tersebut meliputi berbagai tindak pidana, mulai dari pencurian kendaraan bermotor lintas daerah, peredaran minuman keras ilegal, hingga kasus asusila yang sempat menjadi perbincangan di media sosial.

Kasatreskrim Polres Sampang, Iptu Nur Fajri Alim, mengatakan pihaknya berupaya merespons setiap laporan masyarakat dengan cepat melalui kerja intensif tim opsnal di lapangan.

“Kami berupaya menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara maksimal. Penanganan perkara dilakukan melalui penyelidikan yang terukur agar pelaku dapat segera diamankan,” kata Iptu Nur Fajri Alim.

Salah satu kasus yang cukup menyita perhatian adalah pengungkapan jaringan pencurian sepeda motor yang beroperasi di wilayah Sampang hingga Bangkalan.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua tersangka berinisial S (31) dan AS (31), warga Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang.

Menurut Fajri, keduanya merupakan residivis yang diduga telah berulang kali melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor di sejumlah lokasi.

“Kedua tersangka ini diketahui merupakan residivis yang telah beberapa kali melakukan pencurian sepeda motor di wilayah Sampang dan sekitarnya,” ujarnya.

Penangkapan terhadap keduanya dilakukan oleh tim opsnal Satreskrim Polres Sampang pada Senin dini hari, 5 Januari 2026. Tersangka AS diamankan di Jalan Raya Sogian, sedangkan tersangka S ditangkap di rumahnya di Dusun Sobih, Desa Kebun Sareh, Kecamatan Omben.

Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan seorang pelaku curanmor lainnya berinisial KA (30), warga Surabaya. Dari hasil penyelidikan, tersangka tersebut diduga telah melakukan pencurian sepeda motor di sedikitnya 13 tempat kejadian perkara (TKP).

Kasus tersebut terungkap setelah adanya laporan kehilangan sepeda motor milik warga di kawasan Perum Matahari, Karang Dalam, Kecamatan Sampang, pada 12 Juni 2025 sekitar pukul 03.00 WIB.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap.

Respons cepat juga terlihat dalam penanganan kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, pada 5 Februari 2026. Hanya beberapa jam setelah laporan diterima, petugas berhasil mengamankan dua pelaku berinisial ZA (38), warga Ketapang Laok, serta SM (34), seorang perempuan asal Bojonegoro.

Peristiwa tersebut bermula saat korban, Moh. Iqbal Romadhon (27), memarkir sepeda motor Honda Scoopy miliknya tanpa mengunci setir. Tak lama kemudian korban mendapat informasi bahwa sepeda motor tersebut dibawa oleh orang tak dikenal.

Tim Satreskrim Polres Sampang kemudian melakukan pengejaran hingga akhirnya kedua pelaku berhasil diamankan pada malam hari.

Selain kasus pencurian kendaraan bermotor, jajaran Satreskrim Polres Sampang juga berhasil menggagalkan peredaran minuman keras ilegal jenis arak Bali di kawasan Terminal Trunojoyo, Kota Sampang, pada 7 Februari 2026.

Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait sebuah mobil travel Daihatsu Luxio bernomor polisi N 1014 FG yang diduga membawa minuman keras dari luar daerah.

Di sisi lain, kasus pencurian dengan pemberatan di Balai Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik, juga berhasil diungkap setelah melalui proses penyelidikan. Polisi juga menangani kasus asusila yang sempat viral di media sosial TikTok di wilayah Kecamatan Tambelangan.

Bahkan, Satreskrim Polres Sampang juga berhasil menangkap pelaku pencurian sepeda motor yang terjadi di rumah seorang anggota Polres Sampang. Pelaku yang sempat buron selama kurang lebih delapan bulan akhirnya berhasil diamankan.

“Kami akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap berbagai bentuk tindak kriminal di wilayah Kabupaten Sampang agar situasi keamanan tetap terjaga,” pungkas Iptu Nur Fajri Alim. (*)

Coach Carlos Parreira Mundur dari Kursi Pelatih Madura United

0

Pamekasan, (Media Madura) – Performa tim yang terus menurun dalam beberapa pertandingan terakhir membuat manajemen Madura United mengambil langkah cepat dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tim.

Hasil evaluasi tersebut berujung pada keputusan bahwa pelatih Carlos Parreira bertanggung jawab atas hasil yang belum sesuai dengan harapan. Pelatih asal Brasil tersebut pun menyatakan kesediaannya untuk mundur dari kursi kepelatihan sebagai bentuk tanggung jawab atas performa tim.

Manajemen bergerak cepat dalam mengambil keputusan ini sekaligus menjawab harapan para suporter yang menginginkan adanya perubahan dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim dalam beberapa laga terakhir.

Manajer Madura United, Umar Wachdin, menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan Coach Carlos Parreira selama menangani tim.

“Manajemen mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan pengabdian Coach CP selama bersama Madura United. Semoga beliau sukses dalam perjalanan karier selanjutnya. Mator sakalangkong, Coach CP,” ujar Umar, Sabtu (14/3/2026).

Dalam waktu dekat, manajemen Madura United juga memastikan akan segera mencari pelatih baru yang diharapkan mampu menyetel kembali kondisi tim serta membawa performa Laskar Sape Kerrab kembali ke jalur yang lebih baik, utamanya bisa menjauhkan tim dari zona degradasi. (Znl/Arif)

Empat Sekawan Grup Perluas Jaringan Usaha, PT Djava Bisnis Center Luncurkan Alfamidi

Pamekasan, (Media Madura) – PT Djava Bisnis Center resmi meluncurkan gerai Alfamidi sebagai bagian dari pengembangan portofolio bisnis di bawah naungan Empat Sekawan Grup.

    Peluncuran gerai Alfamidi yang berlokasi di Pasar Pao, Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan itu dihadiri Owner PT Empat Sekawan Mulia (ESM) H. Suhaydi dan keluarga besar, Senior Branch Manager di PT Midi Utama Indonesia, Tbk, Deni Firmanto Imran, serta para tamu undangan lainnya.

    Owner PT ESM H. Suhaydi menyampaikan bahwa kehadiran gerai tersebut menjadi langkah awal bagi grup usaha di bawah naungan Empat Sekawan Grup untuk menjajaki sektor bisnis yang berbeda dari sebelumnya.

    “Ini salah satu portofolio bisnis kita di Empat Sekawan Grup, kita mencoba melirik bagian yang sedikit berbeda, dan mudah-mudahan menjadi awal yang baik,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

    H. Suhaydi menambahkan, pembukaan gerai Alfamidi ini diharapkan dapat menjadi titik awal pengembangan usaha yang berkelanjutan di masa mendatang.

    “Tentunya kita berharap supaya ke depan bisa berkembang dari satu outlet ke outlet yang lain sehingga terjalin kerja sama yang kontinu dan berkelanjutan,” katanya.

    Selain itu, pihaknya berharap kehadiran usaha tersebut dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat, baik bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar.

    “Serta saling memberikan manfaat untuk kita semua,” ujarnya.

    Dengan peluncuran gerai tersebut, Empat Sekawan Grup berharap dapat terus memperluas jaringan usaha sekaligus memperkuat kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

    Sementara Senior Branch Manager di PT Midi Utama Indonesia, Tbk, Deni Firmanto Imran mengapresiasi langkah dan komitmen Empat Sekawan Grup yang membuka dan menambah gerai Alfamidi di Bumi Gerbang Salam.

    “Mudah-mudahan Alfamidi ini menjadi community store bagi lingkungan dan bermanfaat bagi orang banyak,” ujarnya.

    Untuk diketahui, Alfamidi tersebut berada di bawah naungan PT. Djava Bisnis Center yang merupakan salah satu perusahaan di bawah naungan Empat Sekawan Grup. (*)

    Hj. Ansari Gelar Dialog dengan Jurnalis di Pamekasan, Tampung Masukan untuk Pembangunan

    0

    Pamekasan, (Media Madura) – Anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ansari, menggelar dialog bersama sejumlah jurnalis di Kabupaten Pamekasan. Kegiatan tersebut berlangsung di kediamannya di Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Kamis (12/3/2026) malam.

    Dalam pertemuan yang berlangsung santai dan penuh keakraban itu, Hj. Ansari didampingi sang suami, H. Taufadi, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan.

    Dialog tersebut menjadi ruang terbuka bagi para wartawan untuk menyampaikan berbagai pandangan, masukan, hingga kritik terkait pembangunan di daerah, khususnya di Kabupaten Pamekasan dan wilayah Madura secara umum.

    Hj. Ansari mengatakan, peran jurnalis sangat penting sebagai penyampai informasi sekaligus pengawas sosial yang dekat dengan realitas masyarakat. Karena itu, ia sengaja mengundang para jurnalis untuk berdiskusi secara langsung.

    “Pertemuan ini untuk meminta masukan dan kritik pembangunan kepada wartawan. Teman-teman media tentu banyak melihat kondisi di lapangan,” ujar Hj. Ansari.

    Menurutnya, masukan dari insan pers sangat dibutuhkan agar program pembangunan dapat berjalan lebih baik dan tepat sasaran, terutama dalam menyerap aspirasi masyarakat.

    Sementara itu, H. Taufadi menambahkan, komunikasi yang baik antara tokoh publik dan jurnalis menjadi bagian penting dalam membangun keterbukaan informasi serta memperkuat demokrasi di daerah.

    Kegiatan dialog tersebut berlangsung hangat, diselingi diskusi ringan mengenai berbagai isu pembangunan daerah, peran media, serta harapan masyarakat ke depan. Para jurnalis yang hadir pun memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan sejumlah pandangan dan pengalaman mereka di lapangan.

    Melalui dialog tersebut, Hj. Ansari berharap hubungan antara wakil rakyat dan insan pers dapat terus terjalin dengan baik, sehingga bersama-sama dapat mendorong pembangunan yang lebih berpihak kepada masyarakat.

    Menariknya, pertemuan tersebut tidak hanya diisi dengan dialog dan diskusi, tetapi juga ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh wartawan senior, KH. Ghozi Mujtaba. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga, kejujuran, amanah, akhlak, dan berhati-hati dalam makanan dalam menjalankan profesi, baik sebagai jurnalis maupun sebagai pemimpin. (Znl/Arif)

    KNPI Pamekasan Gelar Rakerda di Kafe Threefive, Bahas Program Pemuda Sambil Buka Bersama

    0

    Pamekasan, (Media Madura) – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pamekasan, Madura, masa bakti 2025-2028 sukses menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) ke-1 di Kafe Threefive Coffe, yang terletak di Jalan Raya Larangan, Pamekasan, Rabu (11/3/2026).

    Selain rapat kerja, pengurus DPD KNPI Pamekasan juga melaksanakan buka bersama Ramadan 1447 Hijriyah.

    Ketua DPD KNPI Pamekasan, Haidar Ansori menegaskan bahwa pihaknya akan menjalankan dengan tuntas berbagai program kerja yang dipaparkan oleh masing-masing departemen kepengurusan, utamanya program yang berdampak langsung pada pemuda dan masyarakat.

    Kemudian, ia juga menekankan kepada para pengurus agar program yang diusulkan betul-betul diseriusi dan dijalankan dengan maksimal agar tidak sebatas program yang hanya selesai di meja seremonial.

    “Tidak harus banyak program kalau pada akhirnya mandek dan kepengurusan tidak solid,” ujarnya ketika sambutan.

    Oleh karena itu, mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Madura (Prahara) itu berharap kepada para pengurus DPD maupun dewan pengurus kecamatan (DPK) untuk berperan aktif demi suksesnya KNPI Pamekasan ke depan.

    “Ke depan, kami berharap sinergi dan soliditas antar pengurus terus ditingkatkan, demikian pula jajaran DPK di 13 kecamatan nanti juga akan kami berikan tanggungjawab untuk bersama-sama membesarkan KNPI di Pamekasan,” harapnya.

    Haidar memungkasi, ke depan pihaknya juga akan intens membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dan para stake holder demi kemajuan para pemuda Kota Gerbang Salam.

    Pada Rakerda tersebut, terdapat sejumlah program kerja yang dipaparkan oleh para pengurus dari setiap bidang dan departemen. Mulai dari program di sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga kebijakan publik. (*)

    Tersentuh Kisah Pedagang Kecil, Hj. Ansari Datangi Ibu Ismail dan Borong Dagangan di Bulan Ramadan

    0

    Pamekasan, (Media Madura) – Menjelang sore di Jalan Raya Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, aktivitas mulai terasa berbeda di depan sebuah rumah sederhana berdinding bilik bambu. Sekitar pukul 15.00 WIB, seorang perempuan paruh baya tampak sibuk menata beberapa wadah makanan di atas meja kecil. Dialah Ibu Ismail, pedagang makanan berbuka puasa yang setiap hari mengandalkan lapak sederhana itu untuk menyambung hidup.

    Tempat ia berjualan jauh dari kata mewah. Rumah yang ia tempati bahkan bukan miliknya sendiri. Ia hanya mendapat izin menempati bangunan itu dari seorang tetangga. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, sementara ruang sempit di dalamnya merangkap sebagai tempat menyiapkan dagangan.

    Namun dari tempat sederhana itulah, Ibu Ismail menjalani hari-harinya dengan tekun. Setiap sore di bulan Ramadan, ia menyiapkan beberapa menu rumahan untuk warga sekitar yang mencari hidangan berbuka puasa. Capcay menjadi salah satu menu andalannya, disusul beberapa masakan sederhana lain yang dimasak sendiri dengan peralatan seadanya.

    Kesederhanaan itulah yang belakangan menarik perhatian banyak orang. Sebuah video yang merekam aktivitas Ibu Ismail saat berjualan diunggah oleh akun Instagram MADURAHOLIC. Tanpa disangka, video tersebut cepat menyebar di media sosial.

    Dalam waktu singkat, rekaman itu ditonton ratusan ribu kali. Hingga berita ini ditulis, video tersebut telah ditonton sekitar 548 ribu kali, disukai lebih dari 57,5 ribu pengguna, mendapat lebih dari seribu komentar, serta dibagikan sekitar 1.600 kali.

    Di balik angka-angka itu, tersimpan cerita tentang ketekunan seorang pedagang kecil yang berusaha bertahan dengan cara sederhana.

    Viralnya video itu rupanya juga sampai ke telinga Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Madura, Hj. Ansari. Tersentuh dengan kondisi yang ia lihat di media sosial, legislator perempuan asal Pamekasan itu memutuskan datang langsung ke lokasi untuk menemui Ibu Ismail.

    Suatu sore di bulan Ramadan, Hj. Ansari tiba di lapak kecil itu bersama suaminya, H. Taufadi, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan.

    Kehadiran mereka seketika menarik perhatian warga sekitar yang melintas.
    Di tengah suasana hangat Ramadan, Hj. Ansari tampak menyapa dan berbincang akrab dengan Ibu Ismail. Percakapan sederhana berlangsung di depan lapak tempat perempuan itu setiap hari menjajakan makanan berbuka puasa.

    “Video ibu viral dan sampai ke saya, sehingga saya ingin datang langsung melihat dan berbagi sedikit rezeki di bulan Ramadan ini,” ujar Hj. Ansari kepada Ibu Ismail, Rabu (11/3/2026) sore.

    Sebagai bentuk dukungan, Hj. Ansari membeli seluruh makanan yang dijual Ibu Ismail sore itu. Tidak hanya itu, ia bersama H. Taufadi juga membeli dagangan kelapa milik pedagang lain yang berjualan tak jauh dari lokasi.

    Beberapa warga yang menyaksikan momen tersebut tampak berhenti sejenak. Di pinggir jalan desa itu, mereka melihat pemandangan yang jarang terjadi, seorang wakil rakyat datang menyapa pedagang kecil dan berbincang santai di tengah hiruk pikuk persiapan berbuka puasa.

    Di bulan yang identik dengan semangat berbagi, pertemuan sederhana itu meninggalkan kesan tersendiri. Dari sebuah lapak kecil berdinding bambu, kisah perjuangan Ibu Ismail bukan hanya menyebar di media sosial, tetapi juga menghadirkan empati banyak orang.

    Kadang, cerita yang menggerakkan hati memang tidak lahir dari tempat besar. Ia justru tumbuh dari ruang kecil di pinggir jalan, dari tangan seorang ibu yang setiap hari memasak dan berharap dagangannya cukup untuk menyambung hidup. (*)

    Pengurus Baru AJP Resmi Dikukuhkan, Siap Kawal Isu Lingkungan di Madura

    0

    Pamekasan, (Media Madura) – Pengurus Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) periode 2025-2027 resmi dikukuhkan, di Azana Style Hotel Pamekasan, Madura, Minggu (8/3/2026).

    Acara tersebut dikemas dalam kegiatan Tadaruz Lingkungan dengan tema “Merawat Bum1 Madura, Menjaga Independensi Pers.” Kegiatan ini menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, sebagai keynote speaker.

    Selain itu, forum juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Ansari, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur Royin Fauziana, Pengurus KNPI Jawa Timur Nur Faisal, pegiat lingkungan Kiai M. Mushthafa, serta jurnalis senior Pamekasan Ghozi Mujtaba.

    Ketua AJP, M. Khairul Umam, mengatakan bahwa AJP berkomitmen menjadi organisasi jurnalis yang serius mengawal isu lingkungan di Madura.

    Menurutnya, pengalaman para anggota AJP yang pernah menjadi relawan bencana di Aceh dan Palu menjadi inspirasi untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan di Madura.

    “Kami tidak ingin Madura tenggelam karena kerusakan lingkungan,” ujarnya.

    Pada periode kepengurusan kedua ini, AJP juga menegaskan fokus pada tiga isu utama yang dianggap dekat dengan kepentingan masyarakat, yaitu lingkungan, kesehatan, dan kemanusiaan.

    Salah satu persoalan kesehatan yang menjadi perhatian adalah pasien gagal ginjal di Pamekasan yang masih kesulitan mendapatkan fasilitas cuci darah sehingga harus dirujuk ke Surabaya.

    Di akhir sambutannya, Khairul Umam menyampaikan terima kasih kepada para pegiat lingkungan dan semua pihak yang terus peduli terhadap kelestarian lingkungan.

    Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak menegaskan bahwa pers memiliki peran penting sebagai representasi masyarakat sipil dalam membantu pemerintah menegakkan aturan.

    Pihaknya juga mengucapkan selamat atas pengukuhan pengurus AJP dan berharap organisasi tersebut dapat terus memperjuangkan berbagai kepentingan masyarakat.

    Emil menambahkan, pihaknya akan menyampaikan sejumlah persoalan lingkungan di Pamekasan kepada Gubernur Jawa Timur, termasuk terkait mangrove dan aktivitas tambang.

    “Termasuk bagaimana memastikan tanah yang digunakan untuk proyek tidak berasal dari aktivitas ilegal,” pungkasnya. (*)

    Bertemu Santri Al-Amien, Hj. Ansari Paparkan Makna Ramadan dan Keutamaan Lailatul Qadar

    0

    Pamekasan, (Media Madura) — Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Madura, Hj Ansari, menjadi pembicara dalam kegiatan Safari Dakwah dan Buka Puasa Bersama yang digelar oleh MTA Al-Amien Prenduan di Hotel Azana Style Pamekasan, Jumat (6/3/2026).

    Dalam kesempatan itu, Hj Ansari menyapa para santri yang berasal dari berbagai daerah, baik dari Madura maupun luar daerah. Ia juga memperkenalkan dirinya sebagai alumnus Pondok Pesantren Al-Amien yang pernah menempuh pendidikan di Putri 1 Al-Amien sebelum melanjutkan kuliah di STAIN Pamekasan yang kini menjadi UIN Madura.

    Di hadapan para santri, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.

    Menurutnya, ukuran keberhasilan seseorang bukan semata jabatan atau profesi yang diraih, melainkan sejauh mana ia memberi manfaat bagi orang lain.

    “Menjadi anggota DPR bukan satu-satunya cara untuk bermanfaat. Menjadi dokter bermanfaat bagi pasien, dosen mencerdaskan generasi, petani memberi kita makanan, nelayan juga berjuang untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Ansari.

    Ia menegaskan bahwa setiap profesi memiliki peran penting dalam kehidupan sosial. Karena itu, para santri diharapkan menyiapkan diri menjadi insan yang berguna bagi masyarakat.

    Dalam tausiyahnya, Ansari juga mengajak para santri memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah. Ia menjelaskan tentang keutamaan malam Lailatul Qadar yang disebut dalam Surah Al-Qadr sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
    Menurutnya, malam tersebut merupakan karunia Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW agar tetap memiliki kesempatan memperoleh pahala yang sangat besar meskipun usia manusia relatif lebih pendek dibanding umat terdahulu.

    “Ketika kita beribadah di malam Lailatul Qadar, pahalanya lebih baik dari seribu bulan atau sekitar 83 tahun. Ini adalah hadiah dari Allah untuk umat Nabi Muhammad,” jelasnya.

    Ansari juga mendorong para santri untuk berlomba-lomba mencari keberkahan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir. Ia mencontohkan bagaimana para ulama dan orang saleh memanfaatkan waktu malam untuk memperbanyak ibadah.

    Selain itu, ia mengingatkan pentingnya persiapan spiritual menghadapi Ramadan, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW yang telah membiasakan puasa sunnah di bulan Rajab dan Syaban sebagai latihan fisik dan spiritual sebelum memasuki Ramadan.

    Dalam penjelasannya, Ansari juga menguraikan tingkatan puasa. Pertama adalah puasa orang umum yang menahan lapar, haus, dan hawa nafsu. Kedua adalah puasa khusus, yakni menjaga pandangan, pendengaran, dan lisan dari hal yang tidak baik.

    Sedangkan tingkatan tertinggi adalah puasa yang mampu menjaga hati dari prasangka buruk dan penyakit hati lainnya.

    “Yang paling sulit adalah menjaga hati. Karena hanya kita dan Allah yang tahu apa yang ada di dalam hati kita,” katanya.

    Ia kemudian menyampaikan enam hal yang perlu dijaga agar seseorang dapat memaksimalkan ibadah, yakni tidak berlebihan dalam makan, tidak berlebihan tidur, menjaga pandangan, menjaga lisan, menjaga pendengaran, serta tidak berlebihan dalam pergaulan.

    Ansari mencontohkan bagaimana kebiasaan berlebih-lebihan dalam makan atau tidur dapat membuat seseorang malas beribadah. Begitu pula penggunaan gawai yang berlebihan dapat membuat seseorang lalai dari membaca Al-Qur’an.

    “Silaturahmi itu baik, tetapi jangan sampai berlebihan sehingga menghabiskan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat,” ujarnya.

    Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah melalui ibadah pribadi seperti zikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa dengan penuh kekhusyukan.
    Menurut Ansari, doa yang dipanjatkan dengan kesungguhan hati akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

    “Kalau kita meminta kepada Allah dengan sungguh-sungguh, insyaallah Allah akan memudahkan dan mempercepat terkabulnya doa kita,” katanya.

    Menutup tausiyahnya, Ansari mengajak para santri untuk terus berikhtiar menjadi pribadi yang lebih baik serta menerima setiap ketentuan Allah dengan penuh keikhlasan.

    Ia berharap seluruh ibadah yang dilakukan selama Ramadan diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan bagi kehidupan.

    “Apapun takdir Allah kepada kita, meskipun terkadang terasa pahit, pasti ada hikmah di dalamnya. Yang penting kita mampu mengambil pelajaran dari setiap peristiwa dalam hidup,” pungkasnya. (*)

    Bahagiakan 3.000 Anak Yatim, BIP Berhasil Sabet Rekor Muri

    Pamekasan, (Media Madura) – Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti Gedung Bakorwil IV Pamekasan, Jumat (6/3/2026). Lembaga Bani Insan Peduli (BIP) menggelar acara buka puasa bersama sekaligus program belanja gratis bagi 3.000 anak yatim.

    Kegiatan besar ini dihadiri sekitar 6.000 orang dari berbagai kalangan masyarakat yang memadati lokasi sejak sore hari. Momentum Ramadan tersebut menjadi ajang berbagi kebahagiaan sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada anak-anak yatim.

    Tidak hanya menghadirkan kebersamaan, kegiatan ini juga mencetak prestasi. BIP berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas penyelenggaraan kegiatan sosial berskala besar bagi ribuan anak yatim.

    Founder BIP, Ali Zainal Abidin, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim sekaligus upaya meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW yang sangat memuliakan mereka.

    Menurutnya, ada sebuah kisah tentang Rasulullah yang pernah bertemu seorang anak kecil yang tampak murung di pinggir jalan. Rasulullah kemudian menghampiri dan menanyakan penyebab kesedihannya. Kisah tersebut menjadi pengingat betapa pentingnya memberi perhatian dan kasih sayang kepada anak yatim.

    “Melalui momentum Ramadan ini, kami ingin mengetuk pintu langit dengan berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim,” ujarnya.

    Pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.

    Sementara itu, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Menurutnya, kegiatan yang digagas BIP ini merupakan salah satu kegiatan sosial terbesar yang pernah digelar di Kabupaten Pamekasan untuk anak yatim.

    “Kegiatan ini sangat luar biasa. Saya mengapresiasi kepedulian BIP yang telah menghadirkan kegiatan besar bagi anak-anak yatim. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus berbagi,” ujarnya. (Znl/Arif)

    Hj. Ansari Gelar Aksi Sosial Ramadan, Bagikan Ratusan Takjil dan Sembako

    0

    Pamekasan, (Media Madura) – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Madura Raya, Hj. Ansari, dalam kegiatan sosial Ramadan yang digelar Rabu (4/3/2026).

    Setelah sebelumnya menyalurkan Zakat Mal dan Mushaf Al-Qur’an di Panti Asuhan Muhammadiyah, Hj. Ansari bersama Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, H. Taufadi melanjutkan aksi berbagi dengan membagikan ratusan paket takjil dan sembako kepada abang becak, pedagang kaki lima (PKL), serta kaum dhuafa.

    Kegiatan tersebut dipusatkan di dua lokasi, yakni di depan Masjid Al Munawarah dan Jalan Segara, Kelurahan Jungcangcang, Pamekasan. Masyarakat tampak antusias menerima bantuan yang diserahkan langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan bersama anggota DPR RI tersebut.

    Pembagian takjil dan sembako dilakukan menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian aksi sosial yang digelar H. Ansari selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.

    Suasana penuh kebersamaan dan kehangatan terasa di lokasi kegiatan. Para penerima manfaat mengaku bersyukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

    Hj. Ansari menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat kecil, khususnya di bulan suci Ramadan.

    “Ramadan adalah momentum terbaik untuk berbagi. Pembagian sembako ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial kami kepada masyarakat, terutama abang becak, PKL, dan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kami ingin memastikan bahwa kebahagiaan Ramadan bisa dirasakan bersama,” ujarnya.

    Perempuan asal Pamekasan itu juga menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen berkelanjutan untuk terus hadir di tengah masyarakat.

    Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, H. Taufadi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan gotong royong dan solidaritas yang selalu ditekankan dalam perjuangan partai.

    “Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, bukan hanya dalam momentum politik, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita, terutama menjelang berbuka puasa,” katanya.

    Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin sebagai wujud kepedulian dan kedekatan dengan masyarakat Pamekasan. (Znl/Arif)