Beranda blog Halaman 33

Progres Menuju UIN, Kampus IAIN Madura Dapat Dukungan DPR RI

0

Pamekasan, (Media Madura) – Transformasi IAIN Madura menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Madura mendapat dukungan dari Komisi VIII DPR RI.

Dukungan ini disampaikan salah satu anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari saat melakukan kunjungan kerja ke IAIN Madura, Selasa (08/04/2025).

Politisi PDI Perjuangan Dapil Jatim XI Madura itu berharap peralihan status dari IAIN Madura menuju UIN Madura segera terwujud.

“Semoga apa yang diinginkan bapak Rektor dan civitas akademika IAIN Madura segera terwujud dengan peralihan status menjadi UIN Madura,” kata Hj. Ansari dalam pertemuannya bersama Rektor dan civitas akademika IAIN Madura.

“Mari kita berkomitmen bersama untuk menjadikan UIN Madura ini betul-betul bermanfaat untuk Madura,” imbuh Hj. Ansari

Syaiful Hadi, Rektor IAIN Madura menyampaikan progses menuju UIN Madura adalah harapan semua civitas akademika dan masyarakat yang ada di Pulau Garam.

“Sehingga terkait dengan rencana pemerintah memberikan izin operasional atau perubahan bentuk dari IAIN ke UIN adalah keniscayaan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat akademik ataupun masyarakat pada umumnya,” tegasnya.

Dengan kehadiran Hj. Ansari diharapkan bisa menyampaikan aspirasi untuk menindaklanjuti perpres yang disediakan kementrian untuk mempermudah alih status menjadi UIN Madura. (Jasuli/Zainol)

KNPI Tanggapi Penahanan 8 tersangka Petasan Maut : Mestinya Bukan Cuma 8 Orang

0

Pamekasan, (Media Madura) – Polres Pamekasan menangkap 8 tersangka pelaku pesta petasan maut di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Atas penangkapan tersebut Ketua DPD KNPI Kabupaten Pamekasan, Haidar Ansori mempertanyakan penahanan tersebut.

“Kenapa hanya delapan orang yang dijadikan tersangka dan dilakukan penahanan, padahal diduga yang terlibat dalam pesta petasan itu lebih dari 16 orang,” tegas Haidar.

Ia juga mendesak Polres Pamekasan agar mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap seluruh pihak yang terlibat tidak hanya 8 orang yang telah ditahan.

“Kami meminta kepada Polres Pamekasan untuk terus mengusut tuntas kasus petasan di Pangorayan ini. Semua pihak yang terlibat harus diperiksa dan kalau terbukti ya harus ditahan agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi,” pintanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesta petasan yang digelar dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah tersebut membuat salah-seorang pengunjungnya seorang pelajar berusia 18 tahun, warga Dusun Beltok, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, kehilangan nyawa.

Setelah peristiwa itu, pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan memanggil sejumlah saksi serta pihak-pihak yang terlibat. Akhirnya 8 tersangka ditetapkan dan dilakukan penahanan.

Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto mengatakan dalam press rilisnya, penangkapan dan penahanan 8 tersangka setelah tim penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan secara intensif.

Dikatakan, 8 tersangka memiliki peran masing-masing, mulai pendanaan hingga pemesanan bahan peledak yang dipesan secara daring.

“Kami telah menangkap 8 pelaku pesta petasan di Proppo yang menyebabkan seorang pelajar tewas,” katanya. Senin (07/04/2025) pagi.(Arf/Ist)

Polisi Tangkap 8 Tersangka Pesta Petasan Maut Pangorayan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Polres Pamekasan menangkap 8 tersangka pelaku pesta petasan maut di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Senin (07/04/2025)

Pesta petasan tersebut membuat salah-seorang pengunjungnya seorang pelajar berusia 18 tahun, warga Dusun Beltok, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, kehilangan nyawa.

Setelah peristiwa itu, pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan memanggil sejumlah saksi serta pihak-pihak yang terlibat. Akhirnya 8 tersangka ditetapkan dan dilakukan penahanan.


Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto mengatakan dalam konferensi pers di Mapolres, penangkapan dan penahanan 8 tersangka setelah tim penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan secara intensif.

Dikatakan, 8 tersangka memiliki peran masing-masing, mulai pendanaan hingga pemesanan bahan peledak yang dipesan secara daring.

“Kami telah menangkap 8 pelaku pesta petasan di Proppo yang menyebabkan seorang pelajar tewas,” katanya. Senin (07/04/2025) pagi.

8 tersangka dijerat dengan pasal penyalahgunaan bahan peledak yang diatur dalam Undang-Undang darurat yakni Tindak pidana menyimpan bahan peledak tanpa hak diatur dalam Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia. “Ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” tegasnya.

8 tersangka yang kini ditahan di Mapolres Pamekasan yakni 4 orang sebagai panitia pelaksana dan 4 lainnya sebagai penyumbang dana pesta petasan maut tersebut.(Rls/Ist)

Legislator Ini Dukung Langkah Kepolisian Usut Tuntas Kasus Petasan Maut Pangorayan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota DPRD Kabupaten Pamekasan, Muhammad Sahur Abadi mendukung langkah Polres Pamekasan yang sedang mengusut tuntas kasus hukum dalam pesta petasan di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo yang mengakibatkan hilangnya nyawa pelajar warga Desa Larangan Badung.

Anggota DPRD 3 periode ini menuturkan, ia berbela sungkawa atas meninggalnya salah satu warga akibat pesta petasan tersebut.

“Saya berbela sungkawa pada korban dalam peristiwa ini. Saya mendukung langkah Kapolres Pamekasan yang sedang mengusut kasus ini,” urainya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini juga mendorong pihak kepolisian untuk memeriksa semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pesta petasan itu.

“Saya sudah takziyah dan bertemu dengan keluarga korban. Orang tuanya sangat terpukul sangat berduka. Sehingga saya atas banyaknya aspirasi para ulama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Proppo, meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini,” pintanya.

Sementara itu, Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto melalui Kasi Humas AKP Sri Sugiarto mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan kasus tersebut dan telah memeriksa sejumlah saksi.

“Polres Pamekasan sedang melakukan penyelidikan dan telah memanggil saksi,” katanya kepada wartawan.

Seperti diberitakan, korban pesta petasan maut merupakan seorang pelajar berusia 18 tahun warga Dusun Beltok, Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan.(Ist/Arf)

Dikunjungi Sahur, Orang Tua Korban Petasan Maut Pangorayan Sering Nangis

0

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota DPRD Kabupaten Pamekasan, Muhammad Sahur Abadi takziyah ke rumah korban petasan maut dalam sebuah pesta petasan di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan pada Senin (31/3/2025) malam.

Kepada Sahur, orang tua korban, Sulaiman (45) warga Dusun Beltok, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan bercerita bahwa anaknya Roif Rabbani (18) merupakan anak yang baik dan penurut.

“Anak saya anak yang baik, penurut, sopan dan berangkatnya dari sini (melihat pesta petasan) baik-baik saja, sehat-sehat,” keluhnya sambil menangis.

Yang paling membuat Sulaiman sedih, anak pertamanya itu sangat mengayomi dua adik perempuannya, bahkan korban sering membantu pekerjaannya di luar waktu sekolah.

“Anak saya ini maksa untuk kerja, katanya mau bantu saya. Dia anak yang baik dan saya tidak pernah menyakitinya. Saya sangat sayang,” ucapnya tersedu-sedu.

Bahkan, salah satu kerabat Sulaiman menuturkan bahwa Sulaiman dan juga istrinya sering menangis saat malam hari mengenang kepergian anak sulungnya itu.

Melihat tangis pilu Sulaiman, Sahur mengaku sedih dan mengungkapkan duka yang sangat dalam kepada keluarga korban.

“Sebagai seorang ayah yang kehilangan anak pertamanya saya bisa merasakan kesedihan Pak Sulaiman. Saya juga seorang ayah juga,” katanya dengan wajah sedih.

Anggota DPRD Pamekasan dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu mendoakan agar keluarga besar Sulaiman diberikan ketabahan atas peristiwa tersebut dan berharap agar hukum ditegakkan. (Ist/Arf)

MH Said Abdullah Bagikan 1000 Amplop Zakat Mal di Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – Relawan Said Abdullah Institute (SAI) membagikan Zakat Mal MH. Said Abdullah yang saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran DPR RI sebanyak 1000 amplop kepada Mustahiq di Kabupaten Pamekasan.

Relawan SAI Pamekasan Sadiq, yang diberi amanah melanyalurkan Zakat Mal mengatakan, pihaknya sudah mulai membagikan zakat mal dari MH. Said Abdullah ke mustahiq yang tersebar di 13 kecamatan se Kabupaten Pamekasan.

“Kami menyalurkan zakat mal Bapak MH. Said Abdullah sebanyak 1.000 Amplop ke Mustahiq yang tersebar di 13 kecamatan se-Pamekasan. Dan, setiap kecamatan sudah ada Relawan kami yang diberi amanah untuk membagikannya,” katanya.

Sadiq juga menuturkan, penyaluran zakat mal dari MH Said Abdullah yang juga sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Timur dikerjakan selama 3 hari sejak tanggal 25 sampai tanggal 27 Maret.

Senada, Taufadi suami dari Hj. Ansari, S. Pd.I Anggota DPR RI F-PDI Perjuangan 2024-2029 mengatakan, setiap tahun MH Said Abdullah selalu menyalurkan zakat mal di Kabupaten Pamekasan.

“Untuk tahun ini khusus di Kabupaten Pamekasan sebanyak 1000 amplop. Pendistribusian melalui relawan Said Abdullah Institute,” urainya.

Taufadi berharap agar zakat mal yang dibagikan tersebut dapat bermanfaat bagi seluruh mustahiq.

“Semoga bermanfaat dan bisa membantu para mustahiq yang ada di Pamekasan. Itu adalah pesan Buya MH. Said Abdullah,” urainya.

Sementara itu, salah satu penerima bernama Hosni warga lawangan daya sangat senang dan tidak menyangka bisa mendapatkan zakat mal dari MH. Said Abdullah.

“Saya kaget dan tidak menyangka diberi zakat mal dari Bapak MH. Said Abdullah. Isinya banyak tiga ratus ribu rupiah dan akan saya pakai untuk beli kebutuhan hari raya”, tuturnya dengan riang gembira.

Hal senada disampaikan oleh Samsul warga Proppo. Ia sangat senang sebab di saat sulitnya kondisi ekonomi mendapatkan zakat mal dari MH. Said Abdullah.

“Alhamdulillah Pak, di saat kondisi keuangan yang seperti ini saya diberi zakat mal dari Bapak Said. Semoga Bapak Said Abdullah sekeluarga sehat walafiah, Rizkinya berkah, sukses sebagai pejabat dan terus bermanfaat untuk masyarakat kecil seperti kami,” ungkapnya.

Penerima lainnya, Ibu Sani warga Desa Tambung mengaku sangat senang dengan zakat mal yang diterimanya tersebut.

“Saya sangat senang dapat zakat mal, katanya ini dari Bapak Said Abdullah. Semoga Pak Said Abdullah rezekinya ditambah, diberikan kesehatan,” pungkasnya. (Ist/Rls)

Hj. Ansari Hadiri Konsolidasi Pengurus DPC PDI Perjuangan Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jatim XI Madura, Hj. Ansari menghadiri konsolidasi Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan. Selasa (25/03/2025) sore.

Anggota Komisi VIII DPR RI itu hadir bersama dengan suaminya, politikus PDI Perjuangan yang juga mantan Calon Wakil Bupati Pamekasan, Taufadi. Selain itu hadir dua Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari PDI Perjuangan, Abrari dan Indriani Yulia Mariska.

Dalam kesempatan itu, Hj. Ansari dihadapan Pengurus dan Kader PDI Perjuangan menyampaikan harapannya agar seluruh elemen partai menyatukan tekad untuk terus mengabdi kepada rakyat.

“Seperti yang diamanatkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, agar kita selalu hadir, mendengar keluhan rakyat dan terus berbuat untuk kepentingan rakyat,” ajaknya.

Anggota DPR Provinsi Jawa Timur Abrari dalam sambutannya juga menegaskan bahwa tugas kader PDI Perjuangan Kedepan tidaklah mudah, di tengah situasi nasional dan global seperti saat ini.

“Pilihan paling nyata adalah seluruh ader harus bahu-membahu, solid dan terus berjalan sesuai dengan garis-besar haluan organisasi,” pintanya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan, H. Abdus Syukur sangat bersyukur saat ini PDI Perjuangan mempunyai anggota DPR mulai pusat hingga daerah masing-masing dua.

“Alhamdulillah, patut kita syukuri saat ini kita mempunyai dua Anggota DPR RI, dua Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dan di Pamekasan dua Anggota DPRD Kabupaten,” katanya.

Dikatakan, prestasi tersebut perlu terus ditingkatkan dan kedepan PDI Perjuangan di Madura semakin besar dan terus bermanfaat untuk masyarakat Madura.(Ist/Rls)

Hj. Ansari Salurkan 1000 Paket Sembako dari Kemensos

Pamekasan, (Media Madura) – Kementerian Sosial (Kemensos) melalui anggota DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jatim XI Madura, Hj. Ansari menyalurkan membagikan paket sembako sebanyak 1000 paket.

Paket sembako tersebut disalurkan kepada 1000 penerima yang tersebar di seluruh wilayah di Madura. “Saya diamanahkan oleh Kemensos untuk mendistribusikan paket sembako, Alhamdulillah pendistribusiannya berjalan lancar dan semoga penerima senang dengan Bansos yang kami bagikan itu,” katanya. Sabtu (22/03/2025) sore

“Saat pendistribusian, saya bisa menyapa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat bahkan bisa mendengarkan keluh-kesah masyarakat secara langsung,” katanya dalam acara penyaluran Bansos tersebut.

Mantan aktivis mahasiswa tersebut juga menjelaskan, kegiatan pendistribusian paket Bansos dari Kemensos tersebut digelar di sejumlah tempat di Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep.

Salah satu penerima paket Bansos, Hasan warga Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan mengaku senang dan bersyukur dengan bantuan paket Bansos tersebut.

“Senang sekali dapat Bansos ini, semoga tahun depan bisa dapat lagi,” ucapnya dengan senyumnya.(Ist/Rls)

Hj. Ansari Bagikan 500 Paket Sembako dari Baznas

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jatim XI Madura, Hj. Ansari membagikan 500 paket sembako di sejumlah titik penerima di Kabupaten Pamekasan.

Paket sembako tersebut dari Badan Amil  Zakat Nasional (Baznas) yang disalurkan melalui anggota DPR RI. Hj. Ansari. Pendistribusian Bansos tersebut di Kecamatan Kadur dan Kecamatan Laragan Kabupaten Pamekasan serta Kecamatan Peragaan Kabupaten Sumenep.

“Alhamdulillah saya sangat senang karena bisa menyalurkan langsung Bansos dari Baznas ini. Saya bisa menyapa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat bahkan bisa mendengarkan keluh-kesah masyarakat secara langsung,” katanya dalam acara penyaluran Bansos tersebut. Sabtu (22/03/2025) siang.

Anggota Komisi VIII DPR RI ini juga menjelaskan, kegiatan pendistribusian Bansos tersebut digelar di dua tempat yang berbeda.

“Bansos kali ini kita Bagikan ke sebagian warga Desa Kertagenah Laok, Kecamatan Kadur. Warga Desa Kaduara Barat Kecamatan Larangan dan Warga Kaduara Timur Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep,” urainya.

Salah satu penerima Bansos, Saheri mengaku senang dan bersyukur dengan bantuan dari Baznas melalui Hj. Ansari karena saat ini ia sangat membutuhkannya.

“Alhamdulillah saya bisa mendapatkan bantuan ini. Terimakasih banyak kepada Baznas dan kepada Hj. Ansari,” ucapnya.(Rls/Ist)

Harapan CASN di Sampang, Pengangkatan CPNS Segera Dimajukan

Sampang, (Media Madura) – Kebijakan Pemerintah Pusat untuk mempercepat pengangkatan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di lingkungan disambut penuh suka cita.

Sebelumnya, pemerintah sempat mengumumkan pengangkatan serentak CASN 2024, dengan CPNS dijadwalkan pada 1 Oktober 2025 serta PPPK tahap I dan tahap II secara serentak pada Maret 2026.

Namun, terbaru Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam konferensi persnya menyampaikan bahwa Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) paling lambat akan diangkat pada Juni 2025, sedangkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paling lambat diangkat pada Oktober 2025.

Konferensi pers yang digelar di Kantor KemenPAN-RB pada Senin (17/3/2025) juga ditegaskan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini bahwa pemerintah pusat mempersilakan serta akan memfasilitasi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang telah menunjukkan kesiapan serta memenuhi persyaratan pengangkatan CASN.

Menanggapi hal tersebut, salah satu Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur Deaz Terengganu menyampaikan bahwa kabar tersebut membawa kebahagiaan bagi para rekan sejawatnya.

Menurutnya, penundaan pengangkatan CPNS yang direncanakan dilakukan serentak di bulan Oktober berpotensi menimbulkan masalah dan gejolak di tengah masyarakat.

Sebab, banyak para CPNS yang telah resign dari pekerjaan sebelumnya, kemudian membayar penalty karena resign sebelum kontrak berakhir bahkan juga ada yang telah membayar kontrakan atau kos bagi mereka yang bertugas di luar kota.

“Alhamdulillah Pemerintah Pusat mendengar aspirasi para CASN yang beberapa hari ini menjadi trending topik bersama,” ucao Deaz.

Pihaknya berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BKD Jatim merespon kebijakan tersebut dengan kembali ke timeline awal.

Deaz menyampaikan bahwa di awal Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui admin Panitia Seleksi Daerah pernah berstatement dalam grup CASN bahwasanya mereka akan masuk kerja diperkirakan 1 April/1 Mei 2025.

“Kami berharap Panselda Pemprov Jatim melalui BKD terus semangat dan berlanjut dalam proses pengusulan NIP sehingga rekan-rekan bisa mulai bekerja sesuai timeline awal yang diprediksi oleh mereka yaitu 1 April/1 Mei,” ungkapnya.

Alumnus Fakultas Hukum UTM tersebut juga menegaskan bahwa para lulusan CPNS 2024 di lingkungan Pemprov Jatim sudah siap bekerja dan mengabdi sesuai dengan penempatan dan tupoksi masing-masing.

“Semangat kami sangat tinggi, bahkan telah dibuktikan rekan dari luar Provinsi Jawa Timur rela datang ke BKD Jatim dengan menghabiskan ongkos yang tidak sedikit demi melakukan pemberkasan luring,” pungkasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol