Beranda blog Halaman 32

Demo Desak Pilkades Sampang Digelar 2025 Memanas, Pejabat DPMD Ngacir

Sampang, (Media Madura) – Sejumlah aktivis menggelar aksi demo di depan Kantor Pemkab Sampang Jalan Jamaludin, Rabu (16/4/2025) siang. Mereka mendesak pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak digelar di tahun 2025.

Aksi sempat memanas, ketika berdialog dengan Plt Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sampang Sudarmanto yang menemui massa untuk mewakili Bupati Sampang.

Dia didampingi Staf Ahli Bidang Hukum Pemerintahan dan Politik Asroni, serta pejabat lainnya.

“Kenapa bapak langsung ingin menjelaskan, padahal kami belum kasih penjelasan maksud dan tujuan aksi, sakti betul anda,” teriak Orator Aksi And Hamid.

Tak ingin suasana semakin memanas, tiga pejabat tersebut terpaksa dievakuasi aparat keamanan untuk masuk ke kantor Pemkab Sampang meninggalkan kerumunan massa.

Awalnya kedatangan Sudarmanto merupakan Asisten I Setkab Sampang ini ingin memberikan penjelasan secara regulasi terkait penundaan Pilkades Sampang di tahun 2027.

Hanya penjelasan tersebut dibantah orator aksi lantaran dinilai tidak logis. Sebab, penundaan Pilkades hanya terjadi di Sampang namun kabupaten lain di Jawa Timur bisa menggelar Pilkades serentak 2025.

“Kenapa Sampang harus menggelar Pilkades 2027, kabupaten lainnya masih bisa tahun ini,” kata Abd Hamid.

Tuntutan massa yang tergabung dalam Forum Aliansi Sampang Bersatu (FASB) diantaranya, mendesak pemerintah daerah segera menjadwalkan pelaksanaan Pilkades serentak bergelombang di 142 desa tanpa harus menunggu berakhirnya jabatan kepala desa definitif.

“Pilkades harus terlaksana di tahun 2025 ini, banyak ketimpangan demokrasi ketika dijabat Pj disetiap pemerintahan desa,” tuturnya.

Pantauan dilapangan, aksi massa juga menyuarakan tuntutannya di kantor DPRD Sampang Jalan Wijaya Kusuma. Mereka meminta legislatif merubah Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pilkades dengan menyesuaikan terhadap Undang-Undang (UU) Desa terbaru dan segera merekomendasikan Bupati Sampang agar segera melakukan tahapan pelaksanaan Pilkades serentak bergelombang tahun 2025.

Saat orasi di DPRD juga memanas. Hal itu dikarenakan Wakil Ketua Komisi I Moh Salim yang menemui massa tak ingin menandatangani pernyataan kesepakatan untuk merevisi atau mengubah Perda Nomor 4 tahun 2019 tentang Pilkades.

“Kami siap mendukung gerakan aksi massa selama aspirasi tuntutannya tidak bertentangan dengan aturan dan regulasi,” ujar Politisi Partai NasDem itu dengan singkat.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Realisasi Masih Menunggu : Catatan Ringan dari Pinggiran Sidang

0

Oleh : Ridai

Sebagai seseorang yang pernah menghabiskan dua periode dalam dinamika ruang-ruang sidang anggaran, saya tidak terburu-buru menyimpulkan setiap keterlambatan sebagai kesalahan. Saya tahu, di balik angka-angka yang tertera dalam dokumen perencanaan, ada tahapan panjang yang tak selalu mudah dilalui. Ada rapat yang alot, dokumen yang belum lengkap, koordinasi yang tertunda, hingga kehati-hatian yang kadang berlarut.

Namun demikian, saya juga percaya: tak semua bisa diserahkan sepenuhnya pada alibi proses. Ada titik di mana publik berhak bertanya—dengan nada santun tapi tak bisa diabaikan: ke mana sebenarnya arah kapal ini sedang dibawa?

Pamekasan memasuki tahun 2025 dengan ritme yang pelan. APBD memang telah disahkan, secara hukum sudah siap dijalankan. Namun geliatnya belum terasa. Realisasi program belum tampak menonjol. Belanja pemerintah berjalan setengah langkah. Sementara pelayanan publik terus bertahan—berkat aparatur yang sudah terlatih untuk tetap bergerak, bahkan di tengah ruang fiskal yang beku.

Penjelasan yang berkembang terdengar bijak: ini masa transisi. Kepala daerah yang baru membutuhkan waktu untuk menata langkah. Tim transisi bekerja menyelaraskan program lama dengan visi baru. Proyeksi 100 hari kerja menjadi ruang penyesuaian. Dalam bahasa birokrasi, ini disebut harmonisasi kebijakan. Dan kita semua diajak memahami bahwa kesabaran adalah bagian dari partisipasi.

Saya tidak asing dengan fase semacam ini. Dalam pengalaman saya sebagai anggota Banggar DPRD, masa awal pemerintahan baru memang kerap dipenuhi kehati-hatian. Ada yang perlu dikaji ulang, ada yang perlu dipetakan kembali. Tapi saya juga tahu bahwa waktu dalam pengelolaan anggaran bukan sekadar kalender. Ia adalah sumber daya yang tak tergantikan. Terlambat memulai berarti mempersempit peluang. Dan dalam urusan anggaran, semakin pendek waktu pelaksanaan, semakin besar potensi efisiensi berubah menjadi inefisiensi.

Yang membuat saya tertegun bukan hanya jeda yang terlalu senyap, tapi juga senyapnya reaksi. Tidak satu pun anggota DPRD aktif yang bersuara lantang mempertanyakan perlunya percepatan. Mungkin karena mereka masih memberi ruang, atau mungkin sedang menyesuaikan diri dengan suasana baru. Tapi dalam dunia politik anggaran, diam sering kali berbicara lebih banyak daripada yang terdengar.

Dulu, dalam forum-forum Banggar, suara kritis terhadap keterlambatan adalah bagian dari dinamika sehat. Tak selalu tentang menolak, tapi sebagai pengingat agar semua pihak tetap di rel waktu. Karena rakyat tidak menagih program karena tahu tanggal. Mereka menagih karena merasakan kebutuhan.

Kini, ketika suara pengingat itu tidak terdengar, saya hanya bisa berharap bahwa diam bukan berarti lupa. Bahwa di balik senyap, ada kerja yang sedang berlangsung—meski belum terlihat dari luar pagar kantor.

Saya tidak hendak mengkritik siapa pun. Saya juga tahu, dari luar ruang sidang, banyak hal tampak lebih sederhana daripada kenyataannya. Tapi saya belajar satu hal penting selama menjadi wakil rakyat: realisasi anggaran bukan soal teknis semata. Ia adalah barometer kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari warganya.

Jalan rusak tidak bisa ditambal dengan retorika. Lampu jalan yang padam tidak menyala hanya dengan penyusunan visi. Dan pelayanan dasar tidak akan meningkat kalau masih menunggu transfer pusat yang belum pasti jadwalnya.

Alasan tentang belum cairnya dana dari pusat memang sering muncul setiap awal tahun. Itu benar. Tapi bukan seluruhnya. Karena dalam struktur APBD, ada belanja yang bisa digerakkan lebih awal, ada program prioritas yang tak harus menunggu, dan ada inisiatif yang hanya butuh kemauan kuat untuk mulai. Kunci dari semua itu adalah keberanian untuk bertindak di tengah ketidakpastian. Sesuatu yang dulu menjadi semangat kami di DPRD, meski tak semua berhasil kami selesaikan.

Kini saya menulis dari luar arena. Tidak lagi dengan hak bicara resmi, tidak pula dengan akses ke ruang keputusan. Tapi sebagai warga yang pernah ada di dalam, saya tetap merasa bertanggung jawab untuk menyampaikan kegelisahan ringan—bukan sebagai kritik, tapi sebagai pengingat.

Pamekasan tidak sedang krisis. Tapi jeda yang terlalu lama bisa mengikis kepercayaan. Dan bila publik sudah merasa tak dilibatkan secara emosional dalam perjalanan pembangunan, maka yang tersisa hanyalah angka dan laporan—bukan semangat.

Saya percaya tim yang kini bekerja di pemerintahan memiliki niat baik. Tapi saya juga percaya bahwa niat baik harus berpacu dengan waktu. Karena dalam pelayanan publik, kebaikan yang datang terlambat tak selalu dikenang sebagai kebaikan.

Mungkin tulisan ini akan dianggap sekadar catatan nostalgia dari mantan anggota DPRD yang belum sepenuhnya move on. Tapi saya menuliskannya dengan niat sederhana: agar ada yang tergerak. Agar ruang-ruang sidang yang dulu pernah ramai dengan tanya dan saran, kembali memiliki gema. Agar legislator kita hari ini tidak hanya menunggu, tapi mulai menyuarakan kepentingan publik dengan penuh keyakinan.

Karena dalam sistem anggaran, suara itu penting. Bukan untuk menekan, tapi untuk menjaga agar kapal ini tetap bergerak, dengan arah yang pasti, dan dengan waktu yang tak terbuang sia-sia.

*) Penulis adalah mantan anggota DPRD Pamekasan dua periode, periode 2014-2024.

Respon Madura United Terkait Harga Tiket Murah: Kami Egois Jika

0

Pamekasan, (Media Madura) – Manajemen Madura United merespon harga tiket murah yang dijual saat pertandingan kandang Liga 1.

Menurut Media Officer Madura United FC, Ferdiansyah Alifurrahman, bila harga tiket kandang dipatok dengan murah dinilai merusak harga pasar itu tidak benar.

Bahkan, Alif sapaan akrabnya memastikan penjualan tiket murah tersebut sebagai bentuk kepedulian manajamen klub terhadap suporter Madura Bersatu.

“Jadi intinya kami menurunkan harga tiket itu bukan berarti merusak harga tiket, tetapi karena kami peduli dengan perekonomian yang saat ini tidak stabil,” kata Alif, Selasa (15/4/2025).

Alif juga menegaskan, skuad Laskar Sape Kerrab sangat butuh dukungan suporter tuan rumah, apalagi tim saat ini sedang berjuang mati-matian di papan bawah klasemen guna tetap bertahan di Liga 1 musim mendatang.

Jadi, menurutnya setiap pengambilan kebijakan sudah dipertimbangkan dengan sangat matang, termasuk memberikan promo atau diskon tiket murah laga kandang.

“Jadi kami rasa seperti egois jika tetap menaruh harga yang masih tinggi karena sejatinya tim juga sangat butuh dukungan dari suporter Madura Bersatu yang ingin nonton langsung ke stadion,” ujarnya.

“Dengan menurunkannya harga tiket tersebut itu menjadi daya tarik penikmat sepak bola di Madura,” pungkas Alif. (Zainol/Arif)

Hj. Ansari Gelar Sosialisasi Undang-Undang tentang Haji

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dapil XI Madura, Hj. Ansari mensosialisasikan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh, Selasa (15/4/2025).

Dalam kesempatan tersebut, politikus perempuan asal Kabupaten Pamekasan itu menjelaskan tugasnya sebagai wakil rakyat untuk mensosialisasikan undang-undang. Dalam kesempatan itu undang-undang yang disosialisasikan adalah undang-undang tentang haji dan memastikan agar penyelenggaraan haji tahun 2025 beljalan dengan baik.

“Peran kita di komisi VIII DPR RI memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan dengan baik dan lancar sesuai amanah Undang-undang. Kami akan terus melakukan kontrol, evaluasi dan perbaikan,” terangnya pada kegiatan sosialisasi Undang-udang Haji dan Umrah di PP Nurul Jadid Panglegur Kab. Pamekasan, Selasa (15/04/2025) pagi.

Dikatakan, saat ini pemerintah dan DPR RI berusaha keras agar seluruh persiapan dan tahapan pelaksanaan haji berjalan dengan baik agar seluruh jemaah haji dapat beribadah dengan husuk.

“Jadi harus belajar dari peristiwa yang terjadi pada pelaksanaan ibadah haji sebelumnya, segala kekurangan kita benahi,” ucapnya.

Wakil rakyat dari PDI Perjuangan itu berharap agar seluruh jemaah haji Indonesia meluruskan niat untuk menjadi tamu Allah.

“Mari luruskan niat, siapkan fisik dan mental agar dalam melaksanakan ibadah haji berjalan dengan baik. Semoga menjadi haji yang mabrur,” tegasnya.

Sementara itu salah satu calon jemaah haji asal Kecamatan Tlanakan, Ach. Farhan mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan sosialisasi undang-undang tentang haji tersebut.

“Pelaksanaan sosialisasi ini semoga menjadi bagian dari bekal kami parah calon jamaah haji untuk meraih kesempatan spiritual dalam ibadah haji,” ucap bapak Farhan.

Hadiri Acara Manasik Haji, Ansari DPR RI Senang Bertemu dengan Calon Tamu Allah

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Ansari menghadiri manasik haji jemaah haji reguler di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (12/4/2025).

Politikus PDI Perjuangan itu merasa senang bisa hadir dan bertemu dengan jemaah haji reguler yang hadir saat bimbingan manasik haji yang digelar Kantor Kemenag Kabupaten Pamekasan.

“Hari ini sungguh sangat istimewa saya hadir ke tempat ini untuk bertemu dengan para tamu Allah. Persiapkan semuanya yang terbaik karena kalian semua adalah orang-orang pilihan,” ujar Hj. Ansari.

Karena itu, kata Ansari bersyukurlah karena tidak semua orang dipanggil (naik haji.red) menjadi tamu Allah.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan, Mawardi menyampaikan manasik haji merupakan sebuah pelatihan tentang pelaksanaan ibadah haji yang wajib diikuti oleh seluruh  calon jamaah haji sebagai bekal nanti di Tanah Suci dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.

“Kegiatan manasik haji ini adalah kegiatan yang harus didapat oleh jamaah haji, tentunya sebagai bekal untuk mereka ketika melaksanakan ibadah haji,” pungkas mawardi.(Jasuli/Zainol)

Kepala Dinas Kesehatan Sampang Mengundurkan Diri, Karena Ini

0

Sampang, (Media Madura) – Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang dr. Abdullah Najich secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Abdullah Najich mengajukan permohonan pengunduran diri atas keinginan pribadi.

“Dia ingin kembali fokus sebagai dokter spesialis paru,” ucap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang Arif Lukman Hidayat, Jumat (11/4/2025) siang.

Menurut Yoyok panggilan akrap Arif Lukman Hidayat, permohonan pengunduran diri Abdullah Najich diajukan sejak periode pertama Bupati Sampang H Slamet Junaidi. Hanya saja batu direstui tertanggal 20 Maret 2025.

Sebagai penggantinya, Bupati Sampang menunjuk dr. Dwi Herlinda Lusi Harini sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes-KB Sampang.

“Dwi Herlinda Lusi Harini menjabat Kepala Bidang Komunikasi, Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), dan Penelitian RSUD dr Mohammad Zyn Sampang,” ujarnya.

Dirinya berharap, penunjukan pengisian Kepala Dinkes-KB tersebut mampu memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan baik terutama bagi kebutuhan masyarakat Sampang.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor :

Halal Bihalal AJP Dihadiri Bupati Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) menggelar  Halal Bihalal di Balai Jurnalis yang terletak di Jalan Pamong Praja, Jumat (11/4/2025). Kegiatan tersebut dihadiri bupati Pamekasan.

Bupati KH. Kholilurrahman datang bersama wakil bupati Sukriyanto didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) serta sejumlah kepala OPD Pamekasan.

Kegiatan tersebut mengusung tema ‘Spirit Mengawal Pembangunan Pamekasan’ yang dikemas dengan bincang santai dan diakhiri santap sate bersama.

Ketua AJP Moh. Khairul Umam mengatakan, keberpihakan dan pemerataan program pemerintah kepada masyarakat menjadi poin utama yang harus dikawal oleh para jurnalis yang tergabung di AJP. Salah satu cara yang ditempuh dengan terlaksananya kegiatan kali ini. Sebab mampu mempertemukan berbagai gagasan hasil temuan di lapangan dengan langsung ditindak lanjuti dari berbagai pemangku kebijakan.

“Jadi acara ini memang dikemas dengan santai tapi lebih pada subtansi, poinnya adalah sangat mengawal pemerintah,”  tuturnya.

Jurnalis Kabar Madura itu menyampaikan, optimalisasi terhadap program-program yang sedang dijalankan, serta saling memberi masukan demi kemajuan Pamekasan bagian cara terbaik dalam mengakselerasikannya. Terlebih ketika menjalankan tugas tidak hanya ketika dikritik disampaikan, tetapi harus konsisten demi kepentingan masyarakat.

“Ketika tulisan para jurnalis sangat tajam menyikapi berbagai persoalan, maka jangan dinilai sebagai bentuk penghambatan atas kerja yang dilakukan tetapi sebagai wujud kritikan konstruktif untuk perbaikan,” ucap Irul sapaan akrabnya.

Dalan bincang-bincang santai dengan OPD terdapat beberapa poin yang menjadi catatan, diantaranya tentang layanan kesehatan, layanan infrastruktur jalan, layanan perizinan, layanan pendidikan dan lainnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menyampaikan kesanggupannya untuk menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan. Mulai dari layanan kesehatan, Infrastruktur jalan, perizinan dan pendidikan. Tentu kerja-kerja yang terukur menjadi sangat penting dikedepankan dalam melakukan percepatan layanan di berbagai level pemerintahan.

“Saya ke depan akan melakukam evaluasi menyeluruh, sampai kepada dokter-dokter itu, saya punya hak memindah dokter dari Pamekasan ke luar daerah, karena laporan-laporan yang sampai ke saya banyak yang negatif dan yang positif juga banyak,” tegasnya. (*)

H. Her Imbau Petani Madura Kurangi Tanam Tembakau Tahun Ini

0

Pamekasan, (Media Madura) – CEO PT. Bawang Mas Grup H. Khairul Umam alias H. Her mengimbau kepada para petani Madura untuk mengurangi penanaman bibit tembakau tahun 2025.

“Untuk petani tembakau khususnya di Madura, untuk tidak menanam tembakau terlalu banyak,” kata H. Her, Kamis (9/4/2025).

Permintaan tersebut menurut, H. Her karena stok tembakau di pabrik sisa tahun lalu masih penuh.

“Misal kemarin petani menanam 1.000 pohon tembakau, ya sekarang mungkin bisa 500,” ungkapnya.

H. Her menjelaskan, bila imbauan tersebut salah satu bentuk kepeduliannya agar petani tembakau Madura tidak terlalu merugi. “Supaya harga tetap stabil,” pungkasnya. (Jasuli/Zainol)

Polres Sampang Gagalkan Penyelundupan 9 Ton Pupuk Bersubsidi

0

Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resor Sampang berhasil menggagalkan pengiriman 9,8 ton pupuk ilegal yang dibawa kendaraan truk di Jalan Raya Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Kamis (10/4/2025).

Aksi ini terbongkar setelah petugas mencurigai truk Mitsubishi bernopol W 8926 UA berwarna kuning melintas dilokasi dengan ditutupi terpal. Polisi akhirnya menghentikan kendaraan tersebut saat melakukan patroli.

“Berawal informasi masyarakat adanya pengangkutan pupuk bersubsidi yang melintas di Jalan Raya Karang Penang sekitar pukul 18.45 WIB,” ucap Kapolres Sampang AKBP Hartono, Kamis (10/4/2025).

Kapolres mengatakan, pupuk bersubsidi jenis Urea dan Ponska itu rencananya akan dikirim ke Kabupaten Madiun. Pihaknya juga mengamankan sopir truk bernama Mohammad Fathoni (21) warga Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Sampang.

Hartono menerangkan, saat diperiksa terdapat 193 karung sak pupuk bersubsidi berukuran 50 kilogram. Diantaranya 88 karung sak jenis pupuk urea, dan 105 karung sak jenis pupuk NPK Ponska.

“Total kurang lebih 9,8 ton pupuk bersubsidi diangkut kendaraan truk yang akan dibawa ke Madiun,” ungkapnya.

Kapolres Sampang menegaskan, pihaknya kini masih menyelidiki terkait penyalahgunaan pendistribusian pupuk bersubsidi ilegal itu. Kendaraan truk yang mengangkut pupuk tersebut saat ini diamankan di Mapolres Sampang.

Akibatnya sopir kini dijerat Pasal 110, jontu Pasal 36 UU Nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan, jontu Pasal 6 ayat 1 Perpres Nomor 6 tahun 2025 tentang tata kelola pupuk bersubsidi, jontu Pasal 34 ayat 3, jontu Pasal 23 ayat 3 Permendag Nomor 4 tahun 2023 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi sektor pertanian, jontu Pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Bawa 22 Pemain ke Kamboja, Madura United Tanpa Dua Pemain Andalan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Madura United akan melakoni pertandingan leg pertama semifinal AFC Challenge League melawan Svay Rieng di Kamboja pada Kamis (10/04/2025).

“Alhamdulillah, malam ini kami tiba di Phnom Penh, Kamboja,” kata Media Officer Madura United, Ferdiansyah A.

Alif sapaan akrabnya pun mengungkapkan kondisi Lulinha dan kawan-kawan setelah melakukan perjalanan panjang dari Surabaya ke Kamboja.

“Perjalanan panjang dari Surabaya ke Kamboja sedikit melelahkan, namun para pemain dapat menikmatinya,” ucapnya.

“Cuaca di sini kami rasa sama dengan di Madura, dan para pemain sudah dapat menyesuaikannya,” imbuh Alif.

Untuk menghadapi leg pertama ini, berjulukan Laskar Sape Kerrab memboyong skuad terbaik. Kendati demikian, dua pemain andalan mereka tidak dibawa karena dibekap cedera.

“Kami membawa 22 pemain dan 13 Official Team. Koko dan Nurdiansyah tidak bergabung dalam perjalanan ini karena masih dalam perawatan tim medis,” ujar Alif.

“Cedera mereka masih dalam observasi lebih lanjut. Malam ini, tim langsung beristirahat di hotel dan tidak melakukan latihan,” pungkasnya.

Selanjutnya, Madura United gantian menjadi tuan rumah dalam partai semifinal AFC Challenge League melawan Svay Rieng. Leg kedua ini akan digelar di Stadion Joko Samudro 17 April mendatang. (Zainol/Arif)