Beranda blog Halaman 25

Petir Sambar Petani di Jeruk Porot, 1 Meninggal dan 1 Pingsan

0

Sampang, (Media Madura) – Dua orang petani tembakau disambar petir saat berada di area sawah, Minggu (6/7/2025) pagi. Satu orang dinyatakan tewas dilokasi kejadian, sementara satu temannya pingsan.

Insiden tragis itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, di Desa Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Mujib (40), warga Dusun Kodak Tengah, Desa Kodak, Torjun. Sementara identitas korban lainnya belum diketahui.

Moh Dofir (40), mantan Pj Kades Kodak, mengatakan saat itu cuaca di Desa Jeruk Porot dilanda hujan gerimis. Musibah ini berawal ketika korban dan rekannya berniat membeli bibit tembakau di area sawah milik warga setempat.

Sembari menunggu, korban sempat berteduh ke saung bambu tempat perbibitan tembakau. Tak lama kemudian, terdengar sambaran petir yang cukup keras.

Suasana semakin mencekam saat kilatan petir menyambar bangunan saung hingga mengenai korban. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung menghampiri korban.

“Petir juga menyambar bangunan saung bambu sampai pecah, korban yang meninggal tepat berada dibawahnya, sedangkan temannya selamat meski sempat pingsan karena posisinya lumayan jauh dari lokasi,” ucapnya, Minggu.

Kejadian tersebut sudah dilaporkan ke pihak Bhabinkamtibmas Polsek Torjun. Kini, korban meninggal sudah dibawa oleh pihak keluarganya untuk dimakamkan.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Porprov Jatim 2025, Tiga Cabor Pamekasan Cetak Sejarah, Debut Langsung Sabet Medali

0

Pamekasan, (Media Madura) – Tiga cabang olahraga (cabor) kontingen Kabupaten Pamekasan menjalani debut manis dan langsung berhasil menyabet medali dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025.

Ketiga cabor itu adalah Menembak, Hapkido, dan Futsal. “Menembak 1 emas dan 1 perak, Hapkido 4 perunggu, Futsal 1 perunggu,” kata Ketua KONI Pamekasan, Djohan Susanto.

Djohan mengatakan, tentu ini menjadi motivasi bagi KONI Pamekasan untuk lebih banyak lagi mengirim cabor-cabor dari Pamekasan, yang harapannya lebih meningkatkan perolehan medali di ajang selanjutnya.

“Saya ucapkan selamat kepada mereka atlet, pelatih, official, dan pengurus cabor tersebut yang sudah kerja keras hingga bisa cetak sejarah di Porprov Jatim 2025,” ujarnya.

Total kontingen Pamekasan yang dikirim untuk berlaga di Porprov Jatim 2025 sebanyak 338 orang dari 28 cabang olahraga.

“Kami juga ucapkan selamat kepada 13 cabor lainnya yang kembali mendapatkan medali. Serta, tetap semangat untuk 13 cabor, yang belum mendapatkan medali. Mari kita berjuang kembali untuk lebih berprestasi ke depannya,” ucap Djohan.

Sementara itu, Ketua Perbakin Pamekasan, Mukti Ali mengaku bersyukur atas raihan medali pertama dari cabor Menembak.

“Alhamdulillah, cabor kami bisa mendapatkan medali bertama. Ini bukti dari kerja keras semua pihak dan bukti bahwa Pamekasan memiliki atlet potensial di cabor ini,” katanya.

Rasa bangga pun tidak bisa disembunyikan dari tim Futsal Kabupaten Pamekasan yang menjalani debutnya di Porprov tetapi langsung menyabet medali perunggu.

“Mereka luar biasa. Hasil ini adalah rezeki terbaik untuk dipersembahkan bagi Pamekasan,” ujar Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten Pamekasan, Tabri S Munir. (Zainol/Arif)

Terungkap! Penyedia Jasa Program Smart Village Ternyata Perusahaan Media

Sampang, (Media Madura) – Program Smart Village atau desa pintar yang digagas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang sedikit mulai terbongkar, Jumat (4/7/2025).

DPMD menunjuk dua perusahaan sebagai pihak penyedia jasa pengadaan perangkat dan aplikasi program Smart Village. Yaitu, PT Sahabat Digital Kreatif dan PT Digital Universal.

Berdasarkan penelusuran, ternyata PT Sahabat Digital Kreatif adalah pihak vendor pengadaan barang dan jasa program Smart Village. Perusahaan tersebut merupakan sebuah perusahaan team leader yang bergerak di bidang media online swasta di Sampang.

Dalam pengadaan itu pemerintah desa diwajibkan membeli aplikasi digital beserta perangkat komputer senilai Rp 20 juta per desa yang bersumber dari dana desa (DD) tahun anggaran 2025.

Rinciannya, pengadaan perangkat komputer senilai Rp 15 juta dan pengadaan aplikasi senilai Rp 5 juta.

Total jumlah desa di Sampang sebanyak 180 desa. Artinya butuh anggaran dari APBN senilai 3,6 miliar dalam pembelian program Smart Village. 

Kepala DPMD Sampang Sudarmanto secara tegas akan kembali mengkroscek dengan detail nama perusahaan tersebut.

“Iya nanti kami akan cek kembali,” singkatnya dibalik telepone, Jumat.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sampang Ir Majid Syamroni mengaku, belum bisa mengecek legalitas maupun profil perusahaan PT Sahabat Digital Kreatif.

“Sekarang belum bisa karena sudah jam pulang, kemungkinan hari Senin,” ujarnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arf

Bantu Presiden Prabowo Entaskan Kemiskinan, H. Her Bedah Rumah Milik Warga Kurang Mampu di Pamekasan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Timah (45), bakal memiliki rumah layak setelah mendapat bantuan bedah rumah dari CEO Bawang Mas Grup H. Khairul Umam alias H. Her, Kamis (3/7/2025).

H. Her turun langsung memberikan bantuan dan melakukan peletakan batu pertama yang menandai dimulainya pembangunan rumah baru, Timah.

Rumah Timah yang berlokasi di Dusun Nang Dajah, Desa Konang, Kecamatan Galis, Pamekasan itu awalnya terbuat dari gedek. Kondisinya memprihatinkan bahkan nyaris roboh.

H. Her mengatakan, kegiatan membangun rumah tidak layak huni dimulai sejak 2020 lalu. Selama 5 tahun berjalan, lebih 1.000 unit rumah sudah dibangun.

“Bantuan ini bukan kegiatan yang pertama kalinya. Jadi, sudah 5 tahun berjalan,” katanya, Kamis (3/7/2025).

H. Her berkomitmen terus membangun rumah layak untuk warga miskin. Menurutnya, tidak ada syarat tertentu untuk mendapatkan bantuan rumah darinya. Terpenting, calon penerima bantuan tergolong warga tidak mampu.

“Tidak ada batasan atau target. Kami akan bangun terus rumah warga miskin,” ujarnya.

Kata H. Her, selain kegiatan ini diniatkan untuk ibadah, juga ikut menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia, khususnya di Madura.

“Kami ingin membantu Presiden Prabowo untuk mengentaskan kemiskinan dan memajukan ekonomi masyarakat,” tutur H. Her.

Di tempat yang sama, RH. Lora Abbas Muhammad Rofi’i yang ikut mendampingi H. Her memberi bantuan rumah kepada warga mengatakan, bila program ini mempunyai jangka pendek, menengah, dan panjang.

“Jangka pendeknya dilaksanakan di Pamekasan, jangka menengah di Madura, dan jangka panjangnya mudah-mudahan seluruh Indonesia,” ucap ulama muda Pamekasan ini.

“Harapan lainnya, kami bisa mengangkat perekonomian warga, jadi tidak hanya membangun rumah warga miskin saja,” imbuhnya.

Pembangunan rumah tersebut sepenuhnya ditanggung H. Her. Timah yang sehari-hari sebagai buruh tani tinggal menempati setelah rumah rampung 100 persen. Timah pun tidak berhenti bersyukur. “Alhamdulillah, senang sekali saya dapat bantuan ini,” pungkasnya. (Zainol/Arif)

Soal Smart Village, DPRD Sampang Dikadali DPMD

Sampang, (Media Madura) – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang Sudarmanto menyebut bahwa program Smart Village atau desa pintar tak perlu mendapat persetujuan maupun dibahas dengan DPRD setempat.

Alasannya karena program teknologi digital tersebut merupakan instruksi dari pemerintah pusat. Sayangnya, Sudarmanto tak membeberkan dasar hukum rujukan instruksi tersebut.

“Ya gak (persetujuan DPRD-red), urusan begitu kan terpenting digitalisasinya,” ucapnya usai menghadiri pemanggilan Komisi I DPRD Sampang, Selasa (1/7/2025).

Diketahui, program digitalisasi data untuk pemerintah desa tersebut kini masih proses perencanaan. Setiap desa dari 180 desa di Sampang wajib mengalokasikan anggaran dari Dana Desa (DD) sebesar Rp 20 juta untuk pembelian aplikasi Smart Village.

Rinciannya, pengadaan perangkat komputer senilai Rp 15 juta dan pengadaan aplikasi senilai Rp 5 juta.

Usut demi usut, DPMD Sampang rupanya menunjuk dua perusahaan sebagai pihak penyedia jasa pengadaan perangkat dan aplikasi program Smart Village. Yaitu, PT Sahabat Digital Kreatif dan PT Digital Universal.

Anehnya lagi, diduga kuat DPMD sebagai leading sektor pemerintahan desa itu mengarahkan setiap desa agar bisa bekerjasama dengan dua perusahaan tersebut.

Kata Sudarmanto, pihaknya memberikan kewenangan setiap desa bebas memilih aplikasi digital lain. Asalkan memenuhi standar klasifikasi.

“Gak beli gak masalah, terserah itu kewenangan desa, kalau punya aplikasi yang lain monggo, tapi kalau tidak sesuai jangan harap,” cetusnya.

Ia mengatakan, Smart Village merupakan program digitalisasi dalam mewujudkan pengelolaan anggaran dana pemerintahan desa secara transparansi dan akuntabilitas. Melalui aplikasi ini diharapkan dapat mendukung perwujudan integrasi data desa.

“Sekarang desa harus belanja non tunai, kalau ada program Smart Village semuanya pasti terangkum baik aset desa, perangkat desa, sampai urusan data keuangan,” terang Sudarmanto.

“Smart Village masih akan direalisasikan tahun ini, sekarang masih sambil cek ombak, karena bagaimanapun ini masih baru,” imbuh dia.

Ketua Komisi I DPRD Sampang Moh Salim menjelaskan, belum ada pihak ketiga atau perusahaan yang ditunjuk DPMD sebagai pihak penyedia jasa. Pernyataan ini disampaikan Kepala DPMD Sampang saat rapat dengar pendapat bersama Komisi I.

“Tadi saya tanyakan masih belum, tapi kalau desa mau belanja mandiri silahkan, asalkan sesuai spek,” ujarnya.

Salim menegaskan, sangat penting segala program kerja DPMD perlu dibahas di tingkat komisi. Selain untuk memastikan penerapan Smart Village tepat guna, legislatif wajib menjalankan fungsi pengawasan.

“Ya tentu, karena itu mitra kami, fungsi kita salah satunya pengawasan setiap aspek pelaksanaan program kerja,” ungkapnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Hj. Ansari Ajak Masyarakat Desa Jaga Persatuan Bangsa

Pamekasan, (Media Madura) – Hj. Ansari, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dapil Jatim XI Madura, menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang digelar di Rumah Aspirasi. Minggu (29/06/2025) pagi.

Dalam kegiatan sosialisasi 4 pilar kebangsaan tersebut, politisi perempuan asal Madura ini mengajak semua pihak khususnya masyarakat pedesaan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Dikatakan, semangat 4 pilar kebangsaan adalah terciptanya persatuan dan kesatuan, sehingga proses pembangunan yang terus dijalankan oleh pemerintah bisa berjalan dengan baik.

“Kalau persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat terganggu, maka pembangunan juga akan terhambat. Semangat 4 pilar kebangsaan adalah sebagai pondasi berbangsa dan bernegara adalah terciptanya persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Dijelaskan oleh Hj. Ansari yang merupakan anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan itu, 4 pilar kebangsaan adalah Pancasila, UUD Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

“Tokoh masyarakat khususnya di desa-desa secara umum harus mengetahui dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam 4 pilar kebangsaan ini, setelah paham harus terus kita tanamkan dalam diri kita masing-masing sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” pintanya.

Dijelaskan, bahwa Indonesia adalah negara besar yang majemuk, negara yang beragam suku, agama, etnis, budaya, maka perlu adanya pemahaman tentang 4 pilar kebangsaan agar tercipta persatuan.

Sementara itu, tokoh masyarakat di Kabupaten Pamekasan KH. Basori mengatakan sosialisasi 4 pilar kebangsaan sangat penting dilakukan, khususnya kepada masyarakat pedesaan, agar masyarakat paham tentang pondasi negara.

“Sosialisasi 4 pilar kebangsaan semacam ini sangat penting, khususnya untuk tokohmasyarakat pedasaan, agar tercipa rasa cinta tanah air,” ucapnya. (Ist/Rls)

Porprov Jatim 2025, KONI Pamekasan Yakin Pundi Medali Akan Bertambah

0

Pamekasan, (Media Madura) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pamekasan memberikan dukungan penuh terhadap atlet-atlet bumi Gerbang Salam yang berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025 yang digelar di Malang.

Bahkan, pada Sabtu (28/6/2026) kemarin, rombongan KONI Pamekasan didampingi Manajer Kontingen, Siran Wahyudi terlihat mendampingi langsung cabor Kickboxing yang bertanding dalam perebutan medali emas di SMKN 4 Malang.

“Alhamdulillah, cabor Kickboxing berhasil menyumbang 4 medali, 1 medali emas dan 3 medali perak,” kata Sekretaris KONI Pamekasan, Heri Purwanto.

Keempat medali tersebut disumbangkan Anggun Dwita Anggraini Safara kelas 60 kilogram low kick putri, meraih medali emas.

Sementara 3 medali perak dipersembahkan Moh Mahbubi Efendi kelas 51 kilogram poin fighting putra, Reza Alfian Alamsyah kelas 63,5 kilogram putra, dan Sulastri kelas 48 kilogram full contact putri.

Heri mengatakan, total kontingen Pamekasan untuk Porprov Jatim 2025 sebanyak 338 orang dari 28 cabang olahraga. Sementara pundi-pundi medali yang telah dikemas Kabupaten Pamekasan hingga Minggu (29/6) sebanyak 23 medali termasuk medali raihan dari cabor Kickboxing.

“Sampai saat ini Kabupaten Pamekasan sudah mengoleksi 6 emas, 7 perak, dan 10 perunggu,” ungkapnya.

Menurutnya, masih ada belasan cabor yang belum bertanding, sehingga pihaknya sangat yakin raihan medali untuk Pamekasan di Porprov Jatim akan bertambah.

“Semoga medali yang didapat oleh Kickboxing bisa pelecut semangat dan performa cabor-cabor lainnya untuk menambah medalinya. Saya sendiri sangat optimis,” pungkas Heri. (Zainol/Arif)

Porprov Jatim 2025, Cabor Kickboxing Tambah 4 Medali untuk Kabupaten Pamekasan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Perolehan pundi medali Kabupaten Pamekasan di Porprov Jatim IX 2025 dipastikan bertambah setelah cabang olangraga (cabor) Kickboxing menyumbangkan 4 medali, Sabtu (28/6/2026).

Rinciannya adalah 1 medali emas dan 3 medali perak. Medali emas disabet Anggun Dwita Anggraini Safara kelas 60 kilogram low kick putri.

Sementara 3 medali perak dipersembahkan Moh Mahbubi Efendi kelas 51 kilogram poin fighting putra, Reza Alfian Alamsyah kelas 63,5 kilogram putra, dan Sulastri kelas 48 kilogram full contact putri.

Atas keberhasilan cabor Kickboxing yang telah mengemas 4 medali untuk Kabupaten Pamekasan, para atlet pun mendapat reward berupa bonus yang diserahkan langsung usai bertanding.

“Luar biasa. Ini perlu diapreasi. 1 medali emas dan 3 perak dari Kickboxing,” kata Manajer Kontingen Pamekasan, Siran Wahyudi yang ikut mendampingi atlet cabor Kickboxing di SMKN 4 Malang.

Perolehan ini tidak hanya menambah koleksi medali untuk Kabupaten Pamekasan dalam Porprov Jatim IX 2025, namun juga mengangkat poin cabor Kickboxing yang awalnya mengoleksi 8 angka menjadi 10 poin.

“Alhamdulillah, medali yang sudah kami peroleh kali ini sudah melebihi target kami,” kata Pelatih Kickboxing Indonesia (KBI) Pamekasan, Ary Budiarto.

“Kami juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada KONI Pamekasan yang telah mensupport kami habis-habisan pada even kali ini,” imbuhnya. (Zainol/Arif)

Seleksi Direktur PDAM Sampang Tabrak Aturan, Pansel Loloskan Peserta Tak Penuhi Syarat

Sampang, (Media Madura) – Tahapan seleksi penerimaan Direktur PDAM Trunojoyo Sampang yang dibuka sejak Mei 2025 disinyalir menabrak aturan. Proses perekrutan tersebut memiliki keganjalan serta bertentangan dengan Peraturan Bupati (Perbup) Sampang, Jumat (27/6/2025).

Seperti diungkapkan Ketua DPD Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Sampang Alie Mahrus. Ia mengatakan, regulasi yang diduga dilanggar dalam proses seleksi Direktur Perumda Air Minum Trunojoyo adalah Perbup Nomor 47 tahun 2012 tentang susunan organisasi dan tata kerja Perusahaan Daerah Air Minum Trunojoyo Kabupaten Sampang.

Kata Mahrus, Panitia Seleksi (Pansel) diduga ‘main mata’ demi meloloskan salah satu peserta seleksi meski tak memenuhi persyaratan. Aturan yang paling krusial berpotensi dilanggar adalah Pasal 11 point (4) huruf (b) dan huruf (c).

Idealnya, calon direksi harus memenuhi persyaratan mempunyai pengalaman kerja minimal 10 tahun bagi yang berasal dari PDAM atau minimal 15 tahun bagi yang bukan berasal dari PDAM. Itu pun wajib dibuktikan dengan surat keterangan (referensi) dari perusahaan.

Tak hanya itu, calon Direktur BUMD yang bergerak di bidang pelayanan air minum tersebut harus lulus pelatihan manajemen air minum di dalam atau luar negeri yang telah terakreditasi dibuktikan dengan sertifikasi atau ijazah.

“Saya yakin bahwa Direktur PDAM Sampang yang baru saja dilantik ini tidak memenuhi persyaratan sesuai acuan Perbup Nomor 47, punya pengalaman apa di bidang air minum, lalu mana (surat-red) referensi atau lisensi dari manajemen air minum,” ungkap Mahrus, Jumat.

Menurut dia, publik berhak tahu apa yang dilakukan Tim Pansel selama tahapan pelaksanaan seleksi direksi BUMD. Seluruh hasil seleksi administrasi, uji kelayakan dan kepatutan (UKK), hingga tes wawancara, perlu dipublikasikan.

“Untuk menyakinkan kepada publik harus transparan agar supaya menghindari spekulasi kepentingan politik balas budi, selain ada rumor seleksi direksi sarat kepentingan juga terindikasi nepotisme,” ujarnya.

“Masih banyak didapati aturan-aturan yang dilanggar dalam proses seleksi direksi BUMD PDAM, apapun alasannya Pansel telah mengabaikan regulasi yang berlaku,” imbuh Mahrus.

Maka itu, dirinya meminta DPRD Sampang ikut andil mengawasi dan menyoroti proses seleksi Direktur PDAM yang dinilai tidak transparan serta banyak temuan kecurangan.

Menanggapi itu, Anggota Tim Pansel PDAM Sampang Yazid Sholihin mengaku tidak mempersoalkan persyaratan calon direksi terkait kompetensi pengalaman kerja maupun lisensi manajemen air minum. Sebab, item persyaratan tersebut tidak dicantumkan saat pendaftaran seleksi.

“Tidak ada persyaratan itu, jadi bebas tidak ada masalah kok, kecuali memang dicantumkan,” kata Yazid.

Ditanya apakah Perbup 47 tahun 2012 menjadi acuan dalam proses seleksi calon Dewan Pengawas dan Direktur Perumda Air Minum Trunojoyo. Yazid berkelah dan menyarankan agar menanyakan hal itu kepada Ketua Pansel sekaligus Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setkab Sampang.

“Harus tanya Ketua Pansel, kalau saya hanya panitia penerimaan saja,” kelitnya.

Saat dikonfirmasi, Ketua Pansel PDAM Sampang Sri Andoyo Sudono belum ada jawaban meski berkali-kali dihubungi.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Porprov Jatim 2025, Atlet Angkat Besi Sumbang 3 Medali untuk Kabupaten Pamekasan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Kabupaten Pamekasan kembali mengantongi medali di ajang Porprov Jatim IX 2025. Kali ini 3 medali disumbangkan atlet dari cabang olahraga (Cabor) Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Pamekasan. Rinciannya, 2 medali perak dan 1 medali perunggu.

Adalah Moh. Dimas Syafi’i, salah satunya peraih medali perak di angkatan clean and jerk dengan beban 138 kilogram kelas 65 kilogram.

Ketua KONI Pamekasan, Djohan Susanto yang mengalungkan langsung medali kepada sang peraih medalah mengaku bangga atas prestasi yang diraih atlet angkat besi asal Bumi Gerbang Salam.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan yang luar biasa dari pelatih, pemerintah, dan masyarakat Kabupaten Pamekasan. Kami pun sangat bangga,” katanya, Jumat (27/6/2025).

Djohan, berharap pencapaian ini akan memberikan dorongan semangat bagi atlet-atlet lain dari berbagai cabang olahraga yang sedang bertanding di Porprov Jatim.

Djohan juga mengapresiasi semangat dan upaya keras para atlet Pamekasan yang gigih dalam mempersembahkan medali. Dia menekankan pentingnya sikap optimisme dan upaya maksimal dalam setiap pertandingan.

“Kami menyerukan kepada semua atlet dari berbagai cabang olahraga untuk selalu menjaga optimisme dalam meraih prestasi di Porprov Jatim 2025,” pungkasnya. (Zainol/Arif)