Beranda blog Halaman 24

SIWO PWI: Pamekasan Butuh Perda Penyelenggaraan Olahraga

0

Pamekasan, (Media Madura) – Pamekasan belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Olahraga seperti beberapa daerah lain di Indonesia.

Regulasi tersebut merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 03 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, serta Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Timur Nomor 12 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan.

Ketua SIWO PWI Pamekasan Zainol Atikurrahman menjelaskan, regulasi tentang keolahragaan di Pamekasan masih menumpang di tiga payung hukum, yakni Perda Penyelenggaraan Hiburan dan Rekreasi, Ketertiban Umum, dan Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

Dengan tidak memiliki perda sendiri, jelas Ketua SIWO PWI Pamekasan, regulasi tentang keolahragaan tidak diatur secara rinci dan terarah untuk pengembangan olahraga.

“Memperjelas garis-garis pembatas dalam pengembangan tiga ruang lingkup olahraga dalam UU 11/2022 juga tidak bisa diatur dengan jelas dan terarah, yaitu pendidikan, kemasyarakatan, dan prestasi. Turunan aturan ini sangat jelas dan perlu diatur dalam perda layaknya daerah lain, terutama arah pengembangannya,” ujarnya, rabu (16/7/2025).

Wartawan, yang familiar dengan sapaan Nunuk ini, juga memandang, Perda Penyelenggaraan Olahraga juga akan membantu percepatan Sport Center, yaang sedang digagas.

Sebelumnya, anggota DPRD Pamekasan Tabri meegaskan urgensi Perda Penyelenggaraan Olahraga. Gagasan tersebut berangkat dari catatan lokakarya tentang keolahragaan, yang digelar di Kecamatan Proppo.

“Pamekasan belum punya yang namanya Perda Penyelenggaraan Olahraga. Inilah yang harusnya menjadi pijakan tentang bagaimana tugas pemerintah dalam melakukan pembinaan para atlet, baik itu dari sekolah dan cabor-cabor yang ada,” jelas Tabri.

Menurutnya, regulasi pembinaan atlet harus jelas. Salah satunya soal batasan usia dan konsentrasi masing-masing cabor untuk membinah sesuai orientasi.

Dengan begditu, dalam kaca mata Tabri, Pamekasan akan memiliki banyak atlet potensial sebagai pilihan untuk diikutkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) atau turnamaen dan kejuaraan lainnya.

“Saya belajar dari futsal, bahwa ketika kompetisi dibatasi hanya untuk kelompok usia tingkat pembinaan sesuai dengan Porprov, ternyata futsal sukses. Dalam satu tahun, saya memimpin, futsal mendapatkan medali,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Fathorrachman memastikan, usulan Raperda tentang Penyelenggaraan Olahraga akan menjadi prioritas pada 2026.

“Perda Olahraga akan menjadi prioritas bagi kami untuk segera dibuatkan. Kalau pembentukan raperda juga berkaitan dengan anggaran ya. Jadi, pada tahun 2026, akan menjadi prioritas,” janjinya. (*)

Sekda Kaget Legalitas Vendor Smart Village Tak Jelas, Bupati Sampang Respon Begini

Sampang, (Media Madura) – Sekretaris Daerah Setkab Sampang Yuliadi Setiawan angkat bicara terkait adanya dugaan unsur monopoli pengadaan komputer dan aplikasi platform program Smart Village atau desa pintar senilai Rp 3,6 miliar.

Yuliadi Setiawan terkejut mengetahui kabar bahwa legalitas perusahaan vendor aplikasi tersebut masih buram alias tak jelas. Maka itu dirinya akan mengambil sikap tegas untuk mengkroscek dan memanggil kepala dinas terkait.

“Coba saya cek dulu iya kalau emang seperti itu,” ucapnya, Jumat (11/7/2025) lalu.

Kata Yuliadi, sejauh ini dirinya mengaku hanya menerima laporan normatif dari Kepala DPMD Sampang terkait mekanisme pengadaan komputer dan pembelian platform Smart Village yang diambil dari realisasi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025.

“Saya baru tahu informasi ini dari rekan-rekan wartawan, selama ini laporan pak Kadis DPMD hanya normatif,” ujarnya.

Ia menegaskan, tidak ada unsur paksaan atau arahan dalam pembelanjaan dana desa untuk program Smart Village di Sampang. Namun dirinya mengingatkan bahwa dinas terkait sebagai fasilitator dan mengkoordinasikan agar pelaksanaan program sesuai ketentuan.

“Penentunya adalah desa sendiri, DPMD hanya memfasilitasi supaya tidak keluar dari aturan, point pentingnya disitu, semua kewenangan desa karena anggarannya dari DD dan kami pastikan tidak ada arahan (dipaksa),” terang Yuliadi Setiawan.

Bupati Sampang H Slamet Junaidi juga merespon pertanyaan terkait program Smart Village. Kendati begitu, mantan Anggota DPR RI itu tak banyak berkomentar.

“Gak usah nanti saja,” singkat Haji Idi bergegas memasuki mobil dinasnya.

Diketahui, Smart Village adalah program yang digagas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang untuk konsep teknologi pembangunan desa secara digital. Aplikasi tersebut bertujuan untuk pemanfaatan integrasi data keseluruhan dalam menunjang pelayanan pemerintahan desa.

Setiap desa dari 180 desa di Sampang wajib mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20 juta dengan rincian untuk pembelian platform Smart Village Rp 5 juta dan pengadaan komputer Rp 15 juta.

Sesuai arahan DPMD Sampang, kerjasama pihak desa terkait program Smart Village harus menggunakan dua perusahaan vendor yang ditunjuk.

Yaitu, PT Sahabat Digital Kreatif sebagai penyedia jasa aplikasi serta PT Digital Universal sebagai penyedia jasa perangkat komputer. (Ryan Hariyanto/Znl)

K. Syairozi Hefni Dilantik sebagai Ketua STAIFA

0

Pamekasan, (Media Madura) – Kiai Moh. Syairozi Hefni dilantik sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Falah (STAIFA), Kabupaten Pamekasan. Serah Terima Jabatan dari ketua sebelumnya Jailani, digelar di Ruang Pertemuan kampus. Sabtu (12/7/2025) pagi.

Dalam pidatonya, KH. Afifuddin Thoha menyampaikan ucapan terima kasih atas kepemimpinan Jailani dan seluruh jajarannya yang telah mengabdi kepada STAIFA dan kepemimpinannya akan dilanjutkan oleh ketua terpilih.

“Semoga dikepemimpinan yang baru ini penuh berkah dan juga menjadi langkah awal yang baru dan positif bagi kemajuan STAIFA dalam menyongsong tahun akademik 2025-2026 mendatang,” tuturnya.

Sementara itu, mantan ketua STAIFA Pamekasan periode 2020-2025, Jailani mengungkapkan rasa syukurnya karena telah selesai menjalankan tugasnya sebagai ketua STAIFA periode 2020-2025.

Menurutnya, tantangan perguruan tinggi saat ini tidaklah mudah, sehingga ia dan seluruh civitas akademik akan terus mendorong dan mengabdi membantu ketua STAIFA yang telah dilantik untuk kemajuan kampus.

“Kami akan terus berusaha mendorong dan memajukan STAIFA meskipun tantangannya tidaklah mudah,” ungkapnya.

Jailani berharap di bawah kepemimpinan yang baru, STAIFA dapat membawa perubahan dan kemajuan bagi kampus tidak hanya tingak regional tetapi juga nasional.

Sementara itu, Ketua STAIFA terpilih, Kiai Moh. Syairozi Hefni menegaskan kesiapannya dalam mengemban amanah dari para pendiri STAIFA untuk memajukan kampus yang dipimpinnya itu.(Ist/Rls)

Ratusan Kader PKB di Pamekasan Ikuti Dikbar Panji Bangsa

Pamekasan, (Media Madura) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pamekasan, menggelar pendidikan kader badan partai (Dikbar) Panji Bangsa di Wisata Waduk Samiran, Kecamatan Proppo, Sabtu (12/7/2025).

Dikbar tersebut dihadiri, Dewan Komando Pusat (DKP), Dewan Komando Wilayah (DKW), Dewan Komando Cabang, dan TNI Angkatan Laut (AL) selaku instruktur Dikbar.

“Dikbar Panji Bangsa diikuti sebanyak 130 peserta dari 13 kecamatan. Perwakilan masing-masing PAC,” kata Ketua DPC PKB Kabupaten Pamekasan, KH. Ali Wafa, Sabtu (12/7/2025).

Ra Ali sapaan akrabnya mengatakan para kader Panji Bangsa akan digembleng intensif selama dua hari, 12 hingga 13 Juli.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada peserta yang semangat sekali menjadi peserta Dikbar Panji Bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, Sekjen Dewan Komando Wilayah (DKW), Nur Faizin mengatakan ada tiga poin yang ditekankan kepada peserta dalam pelatihan Dikbar ini.

“Pertama, Dikbar ini merupakan ideologisasi Partai Kebangkitan Bangsa yang melalui Dikbar Panji Bangsa,” kata Nur Faizin.

Kedua, lanjut pria yang juga anggota DPRD Jawa Timur itu, Dikbar ini merupakan wujud patriotisme membela bangsa. Jadi menurutnya, dalam pelatihan ini peserta akan banyak menerima materi tentang wawasan kebangsaan, keagamaan, dan lingkungan.

“Sehingga ini menjadi kontribusi para kader PKB terhadap bangsa Indoneisa,” ujarnya.

“Ketiga, Dikbar ini merupakan bagian dari melanjutkan perjuangan Masyayikh dan Waliyullah, karena PKB ini didirikan oleh para Waliyullah,” pungkas Nur Faizin. (Znl/Arif)

PT. Weha Agro Sejahtera Jadi Sponsor Utama Madura United di Super League 2025-2026

0

Gresik, (Media Madura) – PT. Weha Agro Sejahtera resmi menjadi sponsor utama Madura United dalam mengarungi Super League musim 2025-2026.

Launhing sponsor ini diperkuat dengan penandatanganan kerja sama antara Presiden Madura United, Achsanul Qosasi dan Chairman PT. Weha Agro Sejahtera, Wibisono Handoko di pabrik yang berlokasi di Kecamatan Kebomas, Gresik, Sabtu (12/7/2025).

Presiden klub asal Sumenep ini meminta dengan tegas kepada semua pemain, yang hadir untuk membalas dengan perfroma apik di lapangan hijau.

Chairman PT. Weha Agro Sejahtera Wibisono Handoko menegaskan, pihaknya tidak sebatas jadi sponsor, namun berkomitmen untuk membesarkan Madura United.

“Tugas kami  bukan hanya sponsor, saya akan berjuanguntuk membesarkan Madura United,” tuturnya.

Dia berharap, PT. Weha Agro Sejahtera dan Madura United bisa menjaga semangat kekeluargaan untuk mewujudkan tekadnya.

“Saya berharap semanagt kekeluargaan bisa kita jaga bersama biar kian besar,” pungkasnya. (Znl/Arif)

Terungkap Kejanggalan Pengadaan Computer Smart Village Sampang Rp 3,6 Miliar, Vendor Diduga Tak Miliki Legalitas

Sampang, (Media Madura) – Satu per satu fakta baru terungkap di balik polemik program Smart Village di Sampang yang menelan anggaran sebesar Rp 3,6 miliar. Anggaran tersebut diambil dari realisasi Dana Desa (DD) tahun 2025.

Selain kejanggalan dalam rekomendasi penunjukan dua perusahaan sebagai vendor penyedia jasa pengadaan komputer dan aplikasi platform, ternyata pihak vendor dipilih tidak berdasarkan proses lelang.

Alasan kuat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang yang menggagas program Smart Village menyatakan, pengadaan komputer dan aplikasi Smart Village hanya melalui sistem e-katalog. Itu pun kewenangan penuh dipasrahkan kepada pemerintah desa dalam pembelian program.

“Iya (sistem e-katalog), cuman saya tegaskan lagi itu kewenangan desa, silahkan mau pilih itu atau belanja sendiri,” ucap Sudarmanto, Jumat (11/7/2025).

Temuan lainnya juga terungkap bahwa satu perusahaan vendor diduga tidak mengantongi legalitas perusahaan alias tidak memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha). Hal ini disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sampang Ir Majid Syamroni.

Majid menerangkan, hanya PT Digital Universal belum ditemukan klasifikasi kegiatan usaha.

“Setelah dicek yang satunya belum ketemu (PT Digital Universal-red), bisa jadi karena belum punya ijin NIB atau ada kesalahan nama,” kata Majid.

Sedangkan kegiatan usaha untuk PT Sahabat Digital Kreatif bergerak dibidang teknologi. Jenis kegiatan ini berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

“(PT Sahabat Digital Kreatif-red) banyak itu KBLI nya,” ujarnya dengan nada heran.

Seorang Kepala Desa di Sampang menyebut, harga perangkat komputer Smart Village jauh lebih mahal dari komputer sejenis lainnya yang dijual dipasaran. Padahal hal utama yang dibutuhkan saat ini ialah komputer dengan spesifikasi tinggi.

“Kita beli harga 15 juta diluaran sudah dapat komputer yang jauh lebih canggih klasifikasinya seperti prosecor Core i7 Ram 16 dan SSD, tapi justru dibawah itu speknya,” ungkap Kepala Desa yang enggan disebutkan identitasnya.

Ia mengaku keberatan pengadaan komputer dan pembelian aplikasi program senilai Rp 20 juta per desa. Apalagi pembayaran itu dipotong saat pencairan DD tahap I.

“Langsung dipotong waktu pencairan Mas, kecewanya lagi ketika pengambilan komputer harus dijemput ke kantor DPMD, saya bukan tidak setuju programnya, tapi spek perangkatnya yang kurang bagus,” tuturnya.

Pengadaan komputer program Smart Village dipastikan ada unsur monopoli. Kebanyakan Pemerintah Desa mengikuti mekanisme petunjuk DPMD Sampang untuk bekerjasama dengan kedua perusahaan itu.

PT Sahabat Digital Kreatif ditunjuk sebagai pihak vendor penyedia jasa aplikasi program. Sedangkan untuk PT Digital Universal sebagai penyedia jasa pengadaan perangkat komputer.

Setiap desa dari total 180 desa di 14 kecamatan di Sampang diwajibkan membeli program Smart Village senilai Rp 20 juta. Rinciannya, pembelian komputer Rp 15 juta dan aplikasi program Rp 5 juta. (Ryan Hariyanto/Znl)

Super League 2025-2026, Madura United Full Bermarkas di Pamekasan

0

Pamekasan, (Media Madura) – Madura United memastikan akan bermain full menggunakan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan di Super League musim 2025-2026. Demikian diungkapkan Presiden Klub, Achsanul Qosasi.

“Jangan lagi ada pertanyaan Madura United berkandang di mana. Kami sudah memutuskan berkandang di SGMRP Pamekasan,” kata AQ sapaan akrabnya usai meninjau kesiapan SGMRP Pamekasan, Rabu (9/7/2025).

Terkait beberapa catatan merah PT LIB, AQ mengapresiasi gerak cepat pemerintah daerah dan optimis pembenahan SGMRP Pamekasan sudah beres 100 persen sebelum kick off Super League.

Beberapa catatan tersebut di antaranya kerusakan toilet duduk dan Urunior, panggung kamera master belum tersedia, rigging kamera offside ternyata titiknya tidak pas dengan yang ditentukan, dan perawatan rumput lapangan yang menguning.

“Kami sudah mulai melakukan apa saja yang menjadi rekomendasi PT LIB. Dan dalam waktu dekat, SGRMP Pamekasan sudah bisa dipakai Madura United berlaga di Super League,” kata Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto. (Znl/Arif)

Rokok Lokal Madura Mendunia, 10 Juta Batang Merek King Bravo Siap Diekspor ke Filipina

Pamekasan, (Media Madura) – Sebanyak 10 juta batang rokok King Bravo diekspor ke negara Filipina. Rokok yang diproduksi di kabupaten Pamekasan ini merupakan permintaan langsung dari negera Laut dari Timur tersebut.

Proses pengiriman didampingi Bea Cukai Madura guna pemeriksaan terlebih dahulu sebelum diekspor.

Kepala Seksi Perbendaharaan BC Madura, Budi Suharto menjelaskan, pendampingan dilakukan guna memastikan kelayakan dan sesuai prosedur yang berlaku.

“Ini menjadi tugas kami Bea Cukai guna memberikan pendampingan dan dukungan. Karena ini merupakan sesuatu hal yang positif tidak hanya ke Madura, tapi secara keseluruhan untuk perekonomian dan menambah devisa negara,” ujarnya.

Selain melakukan pendampingan dan Pemeriksaan, juga dilakukan pemeriksaan sebanyak 10% dari barang yang akan di ekspor hingga pemantauan ke pelabuhan pengiriman.

Owner rokok King Bravo, H. Suhaydi menjelaskan, ada seribu karton rokok yang akan dikirim ke negara Filipina.

Pasar ini kan sifatnya kompetitif. Jadi kita lakukan pendekatan-pendekatan mencari pasar.

“Alhamdulillah produk kita bisa diterima di negara lain. Ini salah satu bentuk kemampuan kita untuk berkompetisi. Harapan kita, dengan ekspor ini bisa memberikan banyak manfaat dan inspirasi bahwa kalau kita mau berusaha sungguh-sungguh, konsisten, pasti bisa,” kata Suhaydi, Owner PT. Empat Sekawan Mulia.

Bos Djava tersebut menjelaskan sudah ekspor ke beberapa negara, salah satunya ke Malaysia, Timor Leste.

Bahkan, saat ini ada dua negara yang sudah ada perjanjian kerjasama, yaitu ke Polandia dan Australia.

Menurutnya, sampai saat ini sudah ada tujuh brand yang diekspor ke luar negeri. “Untuk saat ini satu brand, yakni King Bravo. Menembus pasar internasional bukan hal mudah. Kita berharap dengan adanya brand-brand yang sudah masuk nanti disusul dengan brand-brand yang lain,” ujarnya, usai pemeriksaan bersama BC di Gudang Induk, Jl. Raya

“Sekarang kita kirim 1000 karton dengan 10 juta batang,” tambahnya.

Pihaknya akan terus berusaha menjaga kepuasan konsumen guna menjaga kepercayaan produk yang diekspor. (*)

Didatangi SIWO PWI, Disporapar Pamekasan Sarankan PSTH Dipusatkan di SGMRP sebagai Dukungan Sport Center

0

Pamekasan, (Media Madura) – Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan audiensi ke Dinas Kepemudaan Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan, di kantor OPD terkait, Senin (7/7/2025).

Sejumlah wartawan, yang tergabung dalam organisasi profesi tersebut, mengupas soal hasil risk assessment Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan oleh PT. Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi Liga 1 2025/26.

Hal itu tidak terlepas dari upaya menguji kelayakan stadion tersebut untuk menjadi markas dari salah satu kontestan Liga 1 2025/26, Madura United.

Tidak hanya itu, mereka juga mengingatkan empat catatan dari hasil visitasi FIFA pada medio akhir 2024, sehingga membuat Madura United tidak bisa mendaftarkan stadion tersebut sebagai markas dalam ajang AFC Challenge League musim kemarin.

Selain itu, rombongan SIWO PWI Pamekasan menagih kejelasan realisasi Pamekasan Sport Tourism Hub (PSTH), yang telah disepakati pada 20 September 2022.

PSTH ini berangkat dari FGD, yang diinisiasi oleh SIWO PWI, dan melibatkan pelaku olahraga seperti KONI dan KORMI, Disporapar, Komisi IV DPRD, serta perwakilan Himpunan Bank Negara (Himbara), dan pengusaha travel seperti Mandala dan Al-Muna.

“SGMRP Pamekasan dan PSTH menjadi konsem terdekat kami. Salah satu langkah yang kami lakukan ialah audiensi ke Disporapar Pamekasan,” kata Ketua SIWO PWI Pamekasan Zainol Atikurrahman.

“Alhamdulillah, hasilnya positif. Disporapar memastikan pihaknya hanya penerima manfaat, dan tidak terlibat dalam perencanaan, tapi tetap siap untuk menindaklanjuti catatan tersebut. Kedua soal PSTH, pihaknya siap melanjutkan program tersebut dengan solusi dipusatkan di SGMRP Pamekasan. Serta, SIWO PWI sekaligus berkantor di sana,” tambahnya.

Kedatangan SIWO PWI Pamekasan ditemui langsung oleh Kepala Disporapar Pamekasan Fathorrcahman, yang didampingi oleh Sekdis Salehoddin dan Plt Kabid Olahraga Prestasi R. Moh. Zahri.

Kepala Disporapar Pamekasan Fathorachman menegaskan, tidak terlibat dalam perencanaan, karena hanya sebagai penerima manfaat dari aliran dana dari APBN melalui Kementerian PUPR RI, yang nilainya Rp70 miliar lebih.

Tapi, pembenahan atas lima catatan dari asesor PT. LIB, sedang dipersiapkan. Bahkan, sebagai salah satu upaya perawatan rumput, SGMRP Pamekasan tidak disewakan selama dua bulan ke depan, hingga Madura United memulai Liga 1 2025/26.

“Dua bulan kedepan ini tidak boleh lagi untuk sewa, di sana itu dilakukan perawatan,” ungkapnya.

Fathor juga mempersilahkan SIWO PWI Pamekasan untuk berkantor di salah satu kios di SGMRP Pamekasan sebagai cabor fungsional KONI Pamekasan.

“Nanti SIWO silahkan pakai, yang ada rolling-nya, sudau kami sediakan ukuran 6×5, silahkan ditempati, silahkan dipakai yang ada rolling door-nya,” ujarnya.

Kadisporapar Pamekasan juga menanti pembicaraan lebih lanjut terkait pola realisasi PSTH, yang akan dipusatkan di SGMRP Pamekasan sebagai salah satu bagian dari dukungan terhadap program sport center.

Semula, PSTH akan dipusatkan di GOR Sahabat, Pamekasan. Lalu beralih ke GOR Teja pada 2023. Terbaru, pusat konektivitas, yang diinisiasi SIWO PWI Pamekasan itu akan berkedudukan di SGMRP Pamekasan.

Zainol Atikurrahman
Ketua SIWO PWI Pamekasan

Siswa MA Al-Falah Sumber Gayam Raih Perunggu dalam Ajang Nusantara Creative Competition 2025

0

Pamekasan, (Media Madura) – Siswa Al-Falah Sumber Gayam, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, kembali torehkan sejarah dengan  mempersembahka medali  perunggu pada ajang Nusantara Creative Competition 2025. Utusan siswi terbaik ini mampu menumbangkan para mahasiswa serta siswa dari perjuru Nusantara.

“Alhamdulillah. Para siswi kami meraih juara 3 dalam ajang kompetisi nasional, yaitu Nusantara Creative Competition 2025,” ujar Burhan selaku Kepala MA Al Falah Sumber Gayam, kepada Kabar Madura, Minggu (6/7/2025).

Ajang bergengsi yang dikonsentrasikan di Yogyakarta itu berlangsung dua hari, Sabtu-Mingfu (5-6/7/2025). Penyelenggaranya adalah AKPRIND Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Setara Prisma Nusantara.

“Kami sangat bersyukur tim LKTI MA Al Falah Sumber Gayam yang dibina Pak Rudi Santoso tiap tahun bisa berpartisipasi dalam ajang kompetisi LKTI Nasional. Tahun 2023 di Lombok, 2024 di Yogyakarta, dan tahun ini di Yogyakarta,” ujar Burhan.

Dijelaskan, masing-masing mendapatkan Medali Perunggu (Bronz Medal). Luar biasanya, para siswi MA Al Falah bersaing dan menumbangkan peserta yang berstatus mahasiswa.

Qurratul Aini, Fika Karina Aulia, Khafifatul Aini mampu membawa pulang Perunggu dari karya berjudul “RICETH; Pemanfaatan Limbah Nasi Menjadi Bioethanol sebagai Alternatif Energi Menuju SDG’s 2045.


“Kami dididik dengan serius dan penuh tanggung jawab, dan kami akan terus berjuang dan akan terus berusahan keras untuk menyumbangkan medali kepada sekolah tercinta kami, yakni MA- Al-Falah Sumber Gayam,” ucap Fika Karina Aulia.

Sementara itu, Sukardi,  wali siswa dari Fika Karina Aulia, sangat bersyukur atas torehan prestasi tersebut. Dirinya selalu menekankan agar optimistme dan semangat belajar selalu tertanam sejak masih kecil.


“Terima kasih kepada MA Al-Falah Sumber Gayam dan seluruh pihak yang sudah membantu dan mendoakan untuk suksesi dalam perolehan medali perunggu ini. Perjuangan yang tidak sia-sia, semoga prestasi ini bisa menjadi penyemangat bersama, teruma kepada wali siswa lainnya,” ucap pria yang juga pengurus P4TM Zona Sampang.(Rls/Ist)