Pamekasan, (Media Madura) – Timah (45), bakal memiliki rumah layak setelah mendapat bantuan bedah rumah dari CEO Bawang Mas Grup H. Khairul Umam alias H. Her, Kamis (3/7/2025).
H. Her turun langsung memberikan bantuan dan melakukan peletakan batu pertama yang menandai dimulainya pembangunan rumah baru, Timah.
Rumah Timah yang berlokasi di Dusun Nang Dajah, Desa Konang, Kecamatan Galis, Pamekasan itu awalnya terbuat dari gedek. Kondisinya memprihatinkan bahkan nyaris roboh.
H. Her mengatakan, kegiatan membangun rumah tidak layak huni dimulai sejak 2020 lalu. Selama 5 tahun berjalan, lebih 1.000 unit rumah sudah dibangun.
“Bantuan ini bukan kegiatan yang pertama kalinya. Jadi, sudah 5 tahun berjalan,” katanya, Kamis (3/7/2025).
H. Her berkomitmen terus membangun rumah layak untuk warga miskin. Menurutnya, tidak ada syarat tertentu untuk mendapatkan bantuan rumah darinya. Terpenting, calon penerima bantuan tergolong warga tidak mampu.
“Tidak ada batasan atau target. Kami akan bangun terus rumah warga miskin,” ujarnya.
Kata H. Her, selain kegiatan ini diniatkan untuk ibadah, juga ikut menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia, khususnya di Madura.
“Kami ingin membantu Presiden Prabowo untuk mengentaskan kemiskinan dan memajukan ekonomi masyarakat,” tutur H. Her.
Di tempat yang sama, RH. Lora Abbas Muhammad Rofi’i yang ikut mendampingi H. Her memberi bantuan rumah kepada warga mengatakan, bila program ini mempunyai jangka pendek, menengah, dan panjang.
“Jangka pendeknya dilaksanakan di Pamekasan, jangka menengah di Madura, dan jangka panjangnya mudah-mudahan seluruh Indonesia,” ucap ulama muda Pamekasan ini.
“Harapan lainnya, kami bisa mengangkat perekonomian warga, jadi tidak hanya membangun rumah warga miskin saja,” imbuhnya.
Pembangunan rumah tersebut sepenuhnya ditanggung H. Her. Timah yang sehari-hari sebagai buruh tani tinggal menempati setelah rumah rampung 100 persen. Timah pun tidak berhenti bersyukur. “Alhamdulillah, senang sekali saya dapat bantuan ini,” pungkasnya. (Zainol/Arif)


