Beranda blog Halaman 23

Forum Pemred se-Madura Soroti Peredaran Rokok Ilegal dari Luar Madura

0

Pamekasan, (Media Madura) – Para pemimpin redaksi (Pemred) berkumpul di Front One and Azana Style Hotel Pamekasan, Jumat (1/8/2025). Ini kali pertama para pemimpin media massa di Madura bersatu dalam Forum Pemred se-Madura. Mereka mengulas tema “Pers Menguatkan Ekonomi Madura”.

Dalam kegiatan yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan itu, diketengahkan bahwa terdapat beberapa hal penting dilakukan insan pers dalam memperkuat perekonomian Madura. Pertama, menginformasikan tentang perkembangan ekonomi secara objektif. Ini dapat membantu masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi perekonomian dan berbagai peristiwa yang berdampak pada perekonomian di Madura.

Kedua, membantu proses pengambilan keputusan ekonomi, yakni melalui pemberitaan tentang inovasi, layanan, dan produk di Madura. Hal ini dapat membantu masyarakat dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, masyarakat Madura dapat memilih dengan bijaksana dalam menghabiskan uang mereka.

Ketiga, mempengaruhi persepsi dan sikap masyarakat Madura terhadap isu-isu ekonomi. Melalui pemberitaan yang berimbang dan mendalam, media massa dapat membentuk opini masyarakat tentang kebijakan ekonomi, investasi, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan perekonomian di Madura.

Keempat, mendorong pertumbuhan ekonomi melalui promosi dan liputan tentang sektor ekonomi tertentu di Madura. Melalui liputan yang positif, media massa dapat meningkatkan minat dan kepercayaan investor serta menggerakkan sektor ekonomi Madura untuk berkembang.

*Soroti Rokok Ilegal Luar Madura*

Forum Pemred se-Madura membedah segala potensi yang menghidupkan perekonomian di Madura, meliputi tembakau, garam, dan peternakan. Ketiganya merupakan komoditas unggulan perekomian Madura yang sejauh ini belum tersentuh secara maksimal melalui kebijakan pemerintah pusat maupun daerah.

Komoditas tembakau lah yang paling disoroti dalam Forum Pemred se-Madura. Sebab, hal tersebut berkaitan langsung dengan kesejahteraan mayoritas masyarakat Madura. Melalui komoditas tersebut, muncullah 279 perusahaan rokok se-Madura. Itu yang terdata di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Madura.

Namun, keberadaan perusahaan rokok tersebut terancam oleh peredaran rokok ilegal dari luar Madura yang menyebar di Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Sebut saja Oris, Manchester, dan Luffman. Ketiga jenis ini beredar bebas dan pemerintah nyaris tidak mampu membendung peredarannya di Madura.

“Rokok Luffman merupakan rokok putih kelas rakyat yang sangat populer di Madura. Pembeliannya mudah didapatkan di toko-toko tidak hanya di perkotaan, tetapi di pedesaan Madura juga merebak rokok tersebut,” terang Sekretaris PWI Pamekasan Marzukiy, yang memandu diskusi Forum Pemred se-Madura.

Luffman dalam catatan polisi dan Bea Cukai adalah rokok ilegal. Keberadaanya di tengah masyarakat cukup kuat. Sebab, tergolong murah lantaran tak berpita cukai. Penjual rokok Luffman sudah beberapa kali teringkus polisi dan Bea Cukai di luar Madura. Sementara di Madura, keberadaan dan peredarannya terang-terangan tanpa cukai dan belum tersentuh oleh Bea Cukai.

“Tentu kami tidak dalam rangka membela perusahaan rokok lokal Madura yang memproduksi rokok ilegal. Semua perusahaan lokal yang memproduksi rokok ilegal harus ditindak tegas karena merugikan negara. Namun, pemerintah dan Bea Cukai Madura harus lebih serius dalam menindak peredaran rokok ilegal dari luar Madura. Sebab, ia nyata mengancam perekonomian masyarakat Madura,” tegas alumnus Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep itu.

*CHT Sangat Tinggi, Tembus Rp1,3 Triliun dalam Setahun*

Hingga kini, cukai hasil tembakau (CHT) dari perusahaan rokok lokal Madura sangat besar kontribusinya untuk negara.

Tahun 2024, berdasarkan data di Bea Cukai Madura, target pembayaran CHT di Madura sebesar Rp 711 miliar. Itu terlampaui hingga mencapai Rp1,3 triliun.

Tahun 2025, target CHT tembus Rp1,276 triliun. Capaian hingga Juli 2025 sudah lebih Rp780 miliar.

Presentase target CHT tahun ini, per awal Agustus 2025 sudah mencapai 65 persen. Dengan begitu, sangat dimungkinkan realisasi tahun ini akan melampaui target kembali seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, kontribusi rokok ilegal luar Madura sama sekali tidak ada untuk Madura. Bahkan, dapat mengganggu kesehatan perusahaan rokok lokal yang sejauh ini sumbangsihnya sangat nyata untuk perekonomian Madura.(*)

Dianggarkan Rp 15 Juta, Spesifikasi Pengadaan Komputer Smart Village di Sampang Barang Recehan

Sampang, (Media Madura) – Pengadaan perangkat komputer program Smart Village atau desa pintar di Sampang terus menuai polemik. Pasalnya, besaran satuan pembelian komputer jauh di atas harga pasaran.

Pembelian perangkat komputer dianggarkan senilai Rp 15 juta per unit. Anggaran ini diambilkan dari realisasi dana desa (DD) tahun 2025. Setiap desa wajib mengalokasikan dana tersebut untuk pengadaan 180 unit komputer sesuai jumlah total desa di 14 kecamatan di Sampang.

Alih-alih demi mendukung integrasi data urusan pemerintah desa. Anggaran pengadaan komputer dan aplikasi platform Smart Village menyedot APBN sebesar Rp 3,6 miliar.

Fakta terbaru, harga belasan juta itu hanya dibelanjakan barang yang memiliki spesifikasi komputer recehan alias kurang kompetitif di kelasnya.

Spesifikasi komputernya dipilih jenis merk Lenovo. Layarnya LED Panel dengan 21,5 inci. Meski terbilang perangkat all in one, namun komputer generasi 12 tersebut cukup memiliki prosesor Intel Core i5-12450H dengan RAM 8GB dan SSD 512GB.

Banyak tanggapan publik menilai anggaran yang cukup besar itu tak sepadan dengan fitur yang dimiliki. Harga pengadaan komputer Smart Village ditafsir kisaran harga Rp 5-7,5 juta.

Seorang Pembisnis jual beli Komputer di wilayah Kota Sampang menyebut, budget pembelian komputer seharga Rp 15 juta bisa dibelanjakan PC dengan prosesor Intel Core i7-atau sejenis lainnya yang dirancang memiliki spesifikasi tinggi untuk berbagai bidang.

“Bisa dapat Intel Core i9 kalau budget segitu, karena prosesor Intel Core i5 itu sudah seri lama apalagi generasi ke-12, bukan tidak mungkin bisa menunjang segala kebutuhan dan yang pasti tidak optimal,” ucap pria yang meminta namanya dirahasiakan itu, Kamis (31/7/2025).

Pria berusia 38 tahun itu menyarankan, pengadaan komputer yang dibagikan ke setiap desa agar menggunakan sistem terbaru minimal Intel Core i7. Hal ini sebagai upaya jangka panjang dan lebih mempuni secara spek.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang Sudarmanto, mengaku belum pernah mengecek fisik barang pengadaan komputer Smart Village. Dia menyarankan, pihak desa yang komplain dengan spek perangkat komputer bisa disampaikan ke instansinya.

“Belum pernah tahu lah, itu semua kewenangan desa semisal mau komplain sampaikan aja ke kita gak ada masalah,” kata Sudarmanto.

Pengadaan komputer dianggarkan sebesar Rp 15 juta per unit, ditambah pembelian platform Rp 5 juta. Total setiap desa mengucurkan dana desa sebesar Rp 20 juta untuk pembelian program Smart Village.

Bila diakumulasikan, program desa pintar menyedot anggaran Rp 3,6 miliar APBN dari jumlah 180 desa dari 14 kecamatan di Sampang.

“Iya jangan dihitung begitu, tidak semua desa membeli programnya, terserah desa belanja platform apa, kalau ada yang lebih canggih dan murah silahkan, tapi harus sesuai spek,” imbuhnya. (Ryan Hariyanto/Znl)

Keren, Madura United Rilis Jersey Baru Super League, Inilah Filosofinya

0

Pamekasan, (Media Madura) – Madura United resmi meluncurkan jersey kandang terbaru untuk mengarungi Super League musim 2025-2026, Kamis (31/7/2025).

Warna loreng merah putih tetap menjadi identitas seragam ‘perang’ skuat Laskar Sape Kerrab musim ini. Dipadukan dengan warna hitam garis-garis, penampakan jersey ini lebih segar dan elegan.

Desain baru jersey klub yang lahir di Pulau Garam ini, ternyata karya tangan dingin putri semata wayang Presiden Klub, Achsanul Qosasi, yakni Annisa Zhafarina.

Nisa sapaan akrab Annisa Zhafarina mengatakan, setiap warna jersey baru home Madura United memiliki filosofi yang sarat makna. Bukan sakadar tampilan visual semata.

Warna merah tua (merah darah), menurut Niza, merah adalah warna utama dalam baju Pesa’an asli melambangkan keberanian dan semangat juang orang Madura, ketegasan dalam prinsip hidup serta keberpihakan pada kebenaran dan keadilan.

“Dalam konteks moderen, merah juga menyimbolkan energi dan kekuatan inovasi, seperti semangat membara dalam menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Warna putih berselang, lanjut Nisa, warna putih menjadi penyeimbang di antara merah, menyimbolkan kesucian niat dan ketulusan hati masyarakat Madura. Transparansi dan kejujuran dalam bertindak.

“Dalam kombinasi merah putih yang berulang, ini mencerminkan irama hidup yang seimbang antara semangat dan ketenangan,” ujar Nisa.

Sementara, garis-garis hitam pada jersey baru Madura United merupakan garis pemisah tegas di setiap blok merah dan putih merepresentasikan batas moral dan etika yang dijaga oleh masyarakat Madura.

“Hitam melambangkan keteguhan dan identitas budaya yang tak tergoyahkan,” pungkas Nisa.

Selain jersey baru pemain, Madura United juga melunjurkan seragam penjaga gawang berwarna hijau tosca. (Znl/Arif)

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Hj. Ansari Ajak Masyarakat Desa Jaga Budaya Gotong-royong

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dapil Jatim XI Madura, Hj. Ansari menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan kepada masyarakat desa. Dalam kesempatan itu ia berpesan agar masyarakat terus menjaga budaya gotong-royong.

Dalam Sosialisasi yang digelar di Rumah Aspirasi, Kabupaten Pamekasan, pada Rabu (30/07/2025) pagi, legislator perempuan asal Madura ini menguraikan bahwa gotong-royong merupakan salah-satu nilai yang terkandung dalam 4 pilar kebangsaan.

“Gotong-royong merupakan bentuk dari persatuan Indonesia. Sila ke-3 dalam Pancasila. Budaya gotong-royong ini harus terus kita pelihara,” katanya.

Dikatakan politisi asal Kabupaten Pamekasan ini, apabila semangat 4 pilar kebangsaan terjaga di tengah-tengah masyarakat, maka proses pembangunan melalui berbagai program yang dijalankan oleh pemerintahan saat ini bisa berjalan dengan baik.

“Kalau masyarakatnya tidak kompak, antar tetangga sering ribut dan tidak tercipta persatuan dan kesatuan, pembangunan juga akan terhambat,” tuturnya.

Semangat 4 pilar kebangsaan baik Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, sebagai pondasi berbangsa dan bernegara demi terciptanya persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu, salah satu peserta sosialisasi 4 pilar kebangsaan dalam kesempatan itu Moh. Kardi mengatakan, masyarakat di desa di Kabupaten Pamekasan sejak lama menjaga dan menjalankan nilai-nilai Pancasila, menjaga budaya gotong-royong.

“Buktinya masyarakat tetap rukun, antar tetangga saling bantu. Itu kan sudah menjalankan makna 4 pilar kebangsaan itu sendiri, meskipun banyak yang tidak paham apa itu Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI,” paparnya.

Sehingga, kata dia, agar masyarakat banyak yang paham, maka sosialisasi 4 pilar kebangsaan tersebut perlu sering digelar ke berbagai desa khususnya di Kabupaten Pamekasan. (Rls/Ist)

Madura United Beri Bocoran Pemain Asing Barunya: Belum Pernah Main di Indonesia

0

Pamekasan, (Media Madura) – Manajemen Madura United mengantongi beberapa agenda sebelum Super League musim 2025-2026 bergulir.

Setidaknya, ada dua agenda yang ingin dirampungkan dalam waktu dekat, yakni berencana mendatangkan pemain asing baru dan menggelar uji coba.

Namun belum pasti kapan pemain asing baru itu tiba di Pulau Garam. Yang jelas keputusan Madura United untuk merekrut pemain asing lagi sudah final.

Sementara jadwal laga uji coba skuad asuhan Angel Alfredo Vera sudah ditetapkan tanggalnya.

Lulinha dan kawan-kawan akan melakoni laga uji coba di Stadion Gelora Bangkalan, pada Jumat (1/8/2025) mendatang. Namun, belum diketahui lawan klub apa.

Pelatih Madura United, Alfredo Vera mengatakan, pihaknya sudah membahas rencana mendatangkan pemain asing sebelum kick off Super League.

“Tambahan kuota pemain asing, ada rencana tambahan di center back,” kata juru taktik asal Argentina itu.

Kata Alfredo Vera, kini proposal sosok pemain yang diincarnya tinggal diajukan kepada Presiden Klub, Achsanul Qosasi.

“Belum diputuskan, tapi sudah dirapatkan di internal tim pelatih untuk nantinya dihaturkan ke Presiden Madura United FC,” ungkapnya.

Sementara, Manajer Madura United, Umar Wachdin membocorkan sedikit gambaran pemain yang sedang diincar Madura United saat ini. Menurutnya, pemain tersebut belum pernah bermain di Indonesia.

“Bocorannya, pemain asing tersebut belum pernah bermain di Indonesia sebelumnya,” pungkas Umar. (Znl/Arif)

Gerebek Narkoba di Proppo, Polres Pamekasan Amankan 3 Pelaku, Bandar Berhasil Kabur

0

Pamekasan, (Media Madura) – Tiga pengguna narkoba berhasil diamankan Polres Pamekasan saat menggerebek lokasi penyalahgunaan narkoba di Desa Campor, Kecamatan Proppo, Kamis (25/7/2025) kemarin. Sementara dua pelaku lainnya berhasil melarikan diri.

Satu di antara dua pelaku yang berhasil melarikan diri itu diduga bandar narkoba. Namanya inisial M. Ia berhasil kabur dari kepungan petugas lewat pintu kecil dalam rumah.

Dramatis, menggambarkan suasana selama proses penangkapan berlangsung. Penggerebakan tidak berjalan mulus, petugas mendapat perlawanan dari para pelaku.

Pelaku mencoba menghalang-halangi dan melawan petugas. Bahkan salah satu pelaku nekat menyerang hingga melukai petugas. Keandaan makin chaos dan mencekam. Kondisi ini pun dimanfaatkan si bandar narkoba untuk kabur. Satu pelaku lainnya yang berhasil kabur adalah SU (pengedar).

“Kami berhasil mengamankan tiga pengguna narkoba berinisial SI, D, dan MAR. Sementara dua lainnya, M (diduga bandar) dan SU (pengedar), berhasil melarikan diri,” kata Kasi Humas Polres Pamekasan, AKP Sri Sugiarto kepada media di Pamekasan, Kamis (24/7/2025).

AKP Sri Sugiarto mengatakan, aksi penggerebekan terhadap lokasi yang dicurigai sebagai tempat sabu sekitar pukul 09.00 WIB. Dipimpin langsung Kabag Ops AKP Sahrawi.

Proses penangkapan dilakukan dua kali dalam sehari. Sore harinya, Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto yang memimpin langsung olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyisiran lokasi. Masih di tempat yang sama.

Kapolres Hendra meminta M dan SU keluar dari tempat persembuyian dan segera menyerahkan diri. Dengan tegas, pihaknya juga mengingatkan keluarga pelaku dan warga sekitar agar tidak melindungi keduanya.

“Jangan sampai ada keluarga ataupun masyarakat yang menyembunyikan,” pungkasnya.

Dari lokasi, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 5,37 gram sabu, tiga alat hisap (bong), serta satu timbangan elektrik. (Znl/Arif)

Novan Setya Sasongko Pulang ke Madura United

0

Pamekasan, (Media Madura) – Madura United kedatangan pemain anyar menjelang bergulirnya Super League musim 2025-2026. Ia adalah Novan Setya Sasongko.

Sebenarnya, Novan Setya Sasongko bukanlah wajah baru bagi publik Pulau Garam. Sebelum ke Barito Putera, pemain berposisi bek itu pernah memperkuat Laskar Sape Kerrab dari musim 2021 hingga 2024.

“Kami menyambut kembali Novan Setya Sasongko dengan penuh keyakinan. Ia bukan hanya datang sebagai pemain berpengalaman, tapi juga sosok yang memahami karakter dan semangat Madura United,” kata Manajer Madura United, Umar Wachdin.

Madura United, kata Umar, merekrut Novan Setya dari Barito Putera sebagai pemain pinjaman. “Kami pinjam Novan dari Barito Putera untuk 1 musim ke depan,” ucapnya.

Menurut Umar, kehadiran pemain asal Bojonegoro itu diyakini akan membawa dampak positif bagi lini belakang asuhan Angel Alfredo Vera. Selain itu, akan menjadi contoh bagi pemain muda Madura United.

“Dalam proses membangun tim yang solid dan kompetitif, pengalaman seperti yang dimiliki Novan sangat berharga,” pungkasnya. (Znl/Arif)

Pembacokan di Pamekasan Bermotif Asmara, Pelaku Sudah Diamankan

0

Pamekasan, (Media Madura) – M (40) tewas di tangan S (43) setelah dibacok menggunakan senjata tajam. Pembacokan berujung maut itu diduga bermotif asmara.

Pelaku yang juga warga Desa Ambender, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan ini sudah diamankan Polres setempat.

“Sudah kami amankan sekarang dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Doni Setiawan, Kamis (24/7/2025).

AKP Doni mengatakan, pembacokan terjadi lantaran kasus perselingkuhan. Pelaku dituduh selingkuh dengan kerabat korban. Pelaku tidak terima, sehingga menjadi gelap mata dengan menghabisi nyawa M.

Menurutnya, saat ini pihaknya tengah mendalami motif asmara tersebut. Termasuk mendalami keterlibatan pelaku lainnya. “Tersangka yang diamankan satu orang,” ungkapnya.

Pada Rabu (23/7/2025) sekitar pukul 22.00 WIB, korban dan pelaku sempat terlibat cekcok hebat di rumah korban. Bahkan korban ingin melukai pelaku dengan senjata tajam.

Merasa nyawanya terancam, akhirnya pelaku pulang. Pulang bukannya mengalah tapi untuk mengambil celurit. Pelaku kemudian kembali lagi ke rumah korban. Aksi pembacokan pun tak bisa terelakkan.

Korban meninggal setelah mengalami luka robek sepanjang 32 sentimeter di bagian perut. (Znl/Arif)

Warga Pamekasan Dibacok oleh Sejumlah Orang Tak Dikenal

0

Pamekasan, (Media Madura) – Salah seorang warga Kabupaten Pamekasan menjadi korban pembacokan orang tak dikenal. Korbannya adalah warga Desa Ambender, Kecamatan Pegantenan berinisial M, Rabu (23/7/2025) malam.

Berdasarkan informasi yang dirangkum media ini, korban dibacok di rumahnya sendiri oleh sejumlah orang tak dikenal yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kejadian tersebut dibenarkan Kapolsek Pegantenan, Iptu Heri Siswanto. “Iya benar, (kejadiannya) tadi malam,” katanya kepada media di Pamekasan, Kamis (24/7/2025).

Namun, pihaknya belum bisa memberikan keterangan detail mengenai motif pembacokan tersebut dengan alasan masih dalam pendalaman kasus.

“Tapi saat ini saya masih belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” pungkasnya. (Znl/Arif)

Haji Idi: Pendapatan Daerah Tahun 2025 di Sampang Mengalami Penurunan 25 Miliar

Sampang, (Media Madura) – Bupati Sampang H Slamet Junaidi mengatakan, pendapatan daerah dalam rancangan Kebijakan Umum Perubahan (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun anggaran 2025 secara umum mengalami penurunan total sekitar Rp 25 miliar.

“Potensi pendapatan daerah pada KUPA-PPAS tahun 2025 secara umum terdapat penurunan Rp 25 miliar,” ucap Slamet Junaidi dalam rapat paripurna DPRD tentang penandatangan bersama nota kesepakatan KUPA-PPAS, Kamis (17/7/2025).

Haji Idi sapaan akrapnya menyampaikan, penurunan ini karena disebabkan adanya pengurangan dana transfer daerah meliputi dana alokasi umum (DAU) di bidang infrastruktur sebesar Rp 17,6 miliar, dana alokasi khusus (DAK) fisik bidang jalan dan irigasi sebesar Rp 30,6 miliar dan DAK non fisik sebesar Rp 2,8 miliar.

Disisi lain, lanjut dia, ada penambahan Bantuan Keuangan (BanKeu) dari PemProv Jatim senilai Rp 12,3 miliar sesuai peruntukan yang telah ditetapkan serta adanya penambahan PAD dari sektor pajak daerah dan lain-lain yang sah senilai Rp 13,3 miliar.

“Kalau dari sisi belanja terdapat perubahan menyesuaikan dengan potensi penambahan atau pengurangan pendapatan dan pembiayaan,” ungkapnya.

Sedangkan, dari pembiayaan terdapat penambahan sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun 2024 sebesar Rp 37,3 miliar. Silpa ini berasal dari badan layanan umum daerah (BLUD) rumah sakit, Puskesmas, serta dana peruntukan lainnya yang telah ditentukan penggunaannya.

Dirinya menambahkan, setelah disepakati KUPA-PPAS APBD tahun anggaran 2025 tersebut pemerintah daerah akan menindaklanjuti dengan penyusunan rencana kerja dan anggaran (RKA) perubahan seluruh OPD di Sampang agar menjadi Raperda APBD Perubahan tahun 2025.

Dalam kesempatan itu, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sampang Shohebus Sulton menjelaskan, perubahan pendapatan daerah tahun 2025 mengalami penurunan 1,24 persen atau Rp 25 miliar.

Jika dibandingkan target pendapatan daerah pada APBD Murni tahun 2025 sebesar Rp 2.085.972.918.208, kini menjadi Rp 2.060.143.472.569,

“Iya betul, dalam rancangan KUPA tahun 2025 ada penurunan sekitar Rp 25 miliar,” urainya.

Dikatakannya, untuk perubahan belanja daerah pada APBD Murni tahun 2025 mengalami kenaikan 0,54 persen dari anggaran semula yaitu Rp 2.127.188.024.722, menjadi Rp 2.138.675.464.251,

Politisi Partai Gerindra ini menuturkan, dari selisih pendapatan dan belanja pada perubahan APBD 2025 terdapat defisit sebesar Rp 78.531.991.682,00 naik sekitar 37,3 miliar dari anggaran semula.

“Defisit Rp 78 miliar itu ditutup dari pembiayaan netto,” jelasnya.

Kemudian, perubahan penerimaan pembiayaan daerah pada APBD Murni 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp 37,3 miliar dari Rp 91.154.768.014, menjadi Rp 128.471.645.186,

“Selanjutnya untuk perubahan pengeluaran pembiayaan daerah pada APBD Murni 2025 tidak terjadi silpa yaitu dari Rp 49.939.661.500, menjadi Rp 49.933.653.504,” terangnya.

Shohebus Sulton menambahkan, secara umum Banggar tidak menemukan kesalahan krusial dalam perubahan anggaran. Namun ada beberapa catatan dan masukan kepada Tim Anggaran Pemerintah Darrah (TAPD), diantaranya mengupayakan peningkatan PAD dari BUMD dengan meminimalkan biaya operasional namun tetap memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Serta, mengutamakan prinsip efisiensi dan efektivitas penyusunan perubahan KUPA-PPAS tahun anggaran 2025. Sehingga fokus terhadap agenda pembangunan sesuai visi misi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Lebih penting lagi ialah memprioritaskan sektor pendidikan kesehatan dan infrastruktur jalan, serta memperhatikan pelaksanaan proyek peningkatan jalan dan meningkatkan pentingnya data akurat serta perencanaan yang matang,” kata Shohebus Sulton.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol