Kamis, Juni 30, 2022

Demonstran Tak Ingin Penyelewengan Pupuk Dinikmati Kalangan Elit

Must read

Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Sampang, (Media Madura) – Sejumlah massa dari perkumpulan petani didampingi Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) dan Madura Development Watch (MDW) melakukan aksi unjuk rasa di Mapolres Sampang Jalan Jamaludin, Selasa (17/5/2022).

Dengan menggunakan pakaian layaknya seorang petani, mereka meminta kasus penyelewengan pupuk subsidi yang ditangani Polres Sampang segera ditindaklanjuti.

Dalam aksinya, pendemo berorasi mengenakan rompi bekas karung pupuk subsidi dan membawa poster tuntutan salah satunya bertuliskan Mafia Pupuk Pembunuh Petani, Usut Tuntas Mafia Pupuk.

Siti Farida Korlap Aksi mengatakan, kasus penyelewengan pupuk yang ditangani Polres Sampang terkesan jalan ditempat dan dinilai tidak serius. Untuk itu, ia meminta penyidik segera merilis hasil perkembangan kasus penyidikan serta segera melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri Sampang.

“Sepertinya polisi tidak serius menangani kasus ini karena tidak ada perkembangan apapun setelah beberapa minggu yang lalu pasca penangkapan,” katanya.

Massa juga menuntut polisi mengungkap siapa dalang dibalik penyelewengan pupuk subsidi yang terjadi di Sampang. Sekaligus untuk memberikan efek jera terhadap oknum yang memanfaatkan maupun mengambil keuntungan ditengah sulitnya petani mendapatkan pupuk subsidi.

“Jangan biarkan pak polisi mereka nyaman dengan keadaan ini, jangan sampai dinikmati oleh kalangan elit dan menjadi bancaan para mafia pupuk,” teriak Farida didepan Mapolres Sampang.

Moh Hakim orator aksi lainnya menginginkan, Polres Sampang tak hanya fokus mengungkap terhadap dua armada truk yang membawa 17 ton pupuk subsidi pada 12 April lalu. Melainkan, benang merah penyebab terjadinya penyelewengan pupuk yang direncanakan dijual ke luar Madura.

“Usut sampai ke akar-akarnya, belum lagi kabar penangkapan itu bukan hanya dua armada truk melainkan tiga truk, satunya dilepas dengan alasan dilengkapi surat-surat,” tegas dia.

Sebelum berakhir orasi, massa juga meminta Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Sampang untuk meningkatkan tugas dan tanggung jawabnya. Demi mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan pupuk bersubsidi.

Menyikapi tuntutan massa, Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Irwan Nugraha menegaskan, kasus penyelewengan pupuk subsidi telah mengamankan dua tersangka baru yakni MH dan SH.

“Kami tidak berhenti tangani kasusnya, sudah dikembangkan bahkan setelah penetapan tiga tersangka sudah ada dua tersangka baru,” jelas Irwan.

Sayangnya dirinya tidak menjelaskan secara detail peran dua tersangka baru. Namun ia menyampaikan, selama ini penyidik sudah memanggil dan memeriksa saksi-saksi seperti Dinas Pertanian Sampang dan Dinas Pertanian Pamekasan. Kendati begitu, Irwan berjanji dalam minggu ini akan melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri Sampang.

“Dalam minggu ini kami akan rilis hasil perkembangan kasus tersebut dan akan segera kami limpahkan kepada Kejari Sampang,” pungkasnya. (Ryan/Arf)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest article