Pembangunan Srepang Impian Warga Sampang

Kondisi jalan rusak di Desa Paeng, Kecamatan Modong, Kabupaten Bangkalan, merupakan akses utama jalur selatan yang menghubungkan Sampang dan Bangkalan. (Ryan/MM).
Advertisement

Sampang, (Media Madura) – Pembangunan jalan lingkar selatan (JLS) menghubungkan antara Kecamatan Sreseh dengan Pangarengan (Srepang) menjadi impian masyarakat Sampang. Warga ingin memfungsikan jalan tersebut sebagai akses utama dalam meningkatkan perekonomian.

Banyak masyarakat wilayah Sreseh dan sekitarnya mendesak agar pemerintah daerah segera mewujudkan pembangunan Srepang. Alasan ini karena Srepang diyakini bisa memudahkan warga menuju perkotaan.

“Ada Srepang semakin mudah kita ke Sampang, tidak perlu lewat dan muter Blega lagi, jadi akan lebih mudah jika kita sebagai pedagang untuk berjualan,” ucap Rosul (37) pemuda Desa Noreh, Kecamatan Sreseh, Senin (27/6/2021).

Hal sama juga dikatakan pemuda lainnya, Habisono (40). Menurut dia, desakan warga Sreseh mewujudkan impian itu telah didengar oleh Bupati Sampang Slamet Junaidi saat kegiatan Safari Ramadhan bulan lalu.

Namun sampai saat ini impian tersebut masih hambar. Lagi-lagi, kekurangan anggaran dalam pembangunan proyek Srepang menjadi alasan utama belum terealisasinya rencana itu.

“Mudah-mudahan apa yang diinginkan warga segera tercapai dan komitmen membangun proyek Srepang bisa terwujud bukan janji semata,” kata Habisono.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang Muhammad Zis menjelaskan, dalam waktu dekat proyek Srepang diupayakan dibangun jembatan terlebih dahulu. Pembangunan secara total masih menunggu ketersediaan anggaran.

“Sudah disurvei kemarin, kondisi keuangannya yang terbatas, tapi pembangunan proyek Srepang ini menjadi prioritas daerah,” tuturnya.

Bupati Sampang Slamet Junaidi beberapa waktu lalu dalam kunjungan silaturahmi di Masjid Masjidinal Khoirot Desa Taman, Sreseh menyampaikan, sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak seperti pemerintah pusat untuk mensukseskan proyek Srepang.

Termasuk mengenai pembebasan lahan dengan PT Garam. Agar semua ini demi menyelesaikan terisolirnya warga Kecamatan Sreseh.

“Alhamdulillah respon PT Garam sangat baik, hampir tuntas pembebasan lahannya, pemerintah pusat juga sudah komunikasi cuman karena pandemi jadi anggaran terbatas, tapi kami upayakan jembatan penghubung dulu dibangun nanti bertahap,” jelasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.