Rapat Virtual Menjadi Tren di Pamekasan

Ketua DPRD Pamekasan Fathorrahman. Foto : Arif / MM
Advertisement

Pamekasan, (Media Madura) – Pandemi COVID-19 menciptakaan kebiasaan baru di tengah-tengah masyarakat di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Salah-satunya yakni terciptanya tren rapat virtual.

Seperti di lingkungan DPRD Kabupaten Pamekasan, di mana rapat penting yang melibatkan banyak orang selalu digelar secara virtual, dan hal ini telah menjadi tren. Bahkan rapat paripurna sejak awal pandemi hingga saat ini terus digelar secara virtual.

Ketua DPRD Pamekasan Fathorrahman mengatakan, pandemi memaksa semua pihak dan elemen masyarakat untuk menciptakan kebiasaan baru demi mencegah dan menekan angka penularan COVID-19, termasuk dalam hal tren rapat secara virtual itu.

Dikatakan, sejak awal pandemi hingga saat ini rapat di DPRD Pamekasan yang melibatkan banyak instansi lain tetap digelar secara virtual, terbatas dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Tren rapat virtual ini menjadi solusi dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” katanya.

Semisal, dalam pelaksanaan rapat paripurna DPRD Pamekasan yang normalnya dihadiri seluruh anggota dewan, Forkopimda, kepala OPD, camat dan undangan dari berbagai instansi, baik pemerintah maupun non pemerintah.

“Dengan digelar secara virtual maka meminimilisir pertemuan dan bersentuhan secara langsung. Para kepala OPD dan undangan bisa ikut rapat dari kantornya masing-masing,” tuturnya.

Tetapi, kata dia, rapat internal di lingkungan DPRD Pamekasan tetap digelar secara tatap muka dan seluruh anggota dewan tetap mengikuti rapat seperti biasanya.

“Kalau rapat paripurna yang melibatkan instansi lain di luar DPRD Pamekasan kita gelar virtual. Dan yang hadir di rapat paripurna itu hanya unsur pimpinan DPRD dan pimpinan AKD (Alat Kelengkapan Dewan). Sementara anggota lainnya (anggota dewan) mengikuti rapat paripurna dari ruangan komisi masing-masing,” paparnya.

Meskipun begitu, kata politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, rapat virtual itu tidak mengurangi kualitas materi pembahasan dan hasilnya tetap maksimal.

Tidak hanya di DPRD, di lingkungan Pemkab Pamekasan rapat virtual juga sudah menjadi tren, hal itu sudah dilakukan sejak awal pandemi dan terus berlangsung hingga saat ini.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam

Seperti yang digelar saat halal bihalal Bupati Pamekasan dengan seluruh kepala OPD dan ASN di lingkungan Pemkab setempat pada Senin (17/05/2021) lalu.

Bahkan yang terbaru Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menggelar rapat virtual memperingat satu tahun pelaksanaan program Pamekasan Call Care (PCC).

Peserta rapat virtual itu yakni seluruh petugas yang terlibat dalam program tersebut, mulai dari dinas kesehatan, operator hingga sopir mobil layanan kesehatan masyarakat, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), pihak kecamatan, rumah sakit, lurah dan kepala desa se Kabupaten Pamekasan.

Untuk diketahui, program ini merupakan program yang melayani konsultasi kesehatan dan antar jemput orang sakit melalui fasilitas mobil sigap yang diberikan kepada pemerintah desa oleh pemerintah kabupaten (pemkab) setempat.

Program PCC merupakan gagasan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam di bidang kesehatan untuk memberikan pelayanan exelent kepada masyarakat yang turunannya memberikan mobil sigap kepada 178 desa yang tersebar di 13 kecamatan.

Mas Tamam menyampaikan, program itu untuk memudahkan serta meringankan beban masyarakat desa ketika hendak pergi ke puskesmas atau rumah sakit. Apalagi di tengah pandemi COVID-19 ini masyarakat sangat kesulitan.(Arf/Ist)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.