Rapid Tes Antigen Gratis untuk Santri di Pamekasan

Santri saat dilakukan rapid tes antigen sebelum kembali ke pesantren. Foto : Kominfo Pamekasan/Ist
Advertisement

Pamekasan, (Media Madura) – Santri dari berbagai wilayah di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang hendak kembali ke pesantren harus melakukan rapid tes antigen.

Rapid tes antigen tersebut difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat guna mencegah penyebaran COVID-19.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, dr. Nanang Suyanto mengatakan, fasilitas rapid tes antigen tersebut disediakan secara gratis bagi santri yang hendak kembali ke pondok pesantren dan bisa dilakukan di 13 kecamatan di wilayah itu.

Nanang menegaskan, langkah tersebut diambil sebagai upaya menekan dan mecegah penularan COVID-19. “Kalau ada santri yang mau kembali ke pondoknya, dia bisa menghubungi puskesmas terdekat. Kita akan layani, khususnya santri yang akan ke luar Pamekasan, kalau untuk Pamekasan tidak perlu,” katanya, Sabtu (22/5/2021) siang.

Dikatakan, sejauh ini ada beberapa alummi pondok pesantren tertentu khususnya di luar Pamekasan yang mengkoordinir santri aktif untuk melakukan rapid tes sebelum kembali ke pondok pesantren.

“Tetapi, bagi santri yang tidak terkoordinir alumni bisa langsung mendatangi puskesmas terdekat,” katanya.

Meskipun tidak terkoordinir alumni, kata dia, Pemkab Pamekasan juga melayani seluruh santri secara personal. Karena tujuan dari rapid tersebut untuk mengetahui status kesehatan santri yang akan kembali ke pondok pesantren.

“Jika ada santri terindikasi positif pada pemeriksaan rapid antigennya, maka ia harus melakukan isolasi mandiri dulu di rumah sebelum kembali ke pesantrennya,” urainya.

Ia beralasan, santri yang reaktif ketika dilakukan rapit tes dihawatirkan akan menjadi sumber penularan COVID-19 pondok pesantren di mana santri tersebut menimba ilmu.

Berdasarkan data santri yang dijadwalkan melakukan rapid tes antigen gratis masing-masing santri pondok pesantren Lirboyo sebanyak 50 orang, santri pondok pesantren Nurul Jadi Paiton sebanyak 70 orang, santri pondok pesantren Amanatul Ummah sebanyak 5 orang, dan santri pondok pesantren Sidogiri sebanyak 296 orang.

“Di luar itu ada santri yang berangkat perorangan. Karena di daftar itu kan yang diakomodasi alumni. Alumni mengajukan permohonan untuk rapid tes, ada yang mengajukan ke Bapak Bupati, ada yang langsung ke dinas kesehatan, ada yang tanpa permohonan langsung datang ke puskesmas. Kita layani,” terangnya.

Dia menerangkan, bagi santri yang hendak memanfaatkan rapid tes antigen gratis tersebut hanya menunjukkan kartu santri, kartu tanda penduduk (KTP) atau surat keterangan domisili di Pamekasan dan hendak melaksanakan perjalanan ke pondok pesantren.

“Harapan saya santri yang mau kembali ke pondok pesantren asalnya, sebaiknya manfaatkan fasilitas yang disediakan Pemkab. Karena bagaimanapun ini bertujuan mencegah penularan covid-19,” harap dia.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Pemkab Pamekasan, Halifaturrahman mengungkapkan, kegiatan rapid tes antigen gratis tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap santri sebagai upaya mencegah penyebaran covid-19.(Arf/Ist)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.