Pendukung HRS Datangi Kantor DPRD Sampang, Brimob dan Water Canon Dikerahkan

Kantor DPRD Sampang dijaga ketat oleh pasukan Brimob selama berlangsungnya audensi Forum Ulama Habaib dan Tokoh Madura, Senin (27/12/2020) siang. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Massa pendukung Habib Rizieq Sihab (HRS) yang tergabung dalam Forum Ulama Habaib dan Tokoh Madura melakukan audensi di kantor DPRD Sampang Jalan Wijaya Kusuma, Senin (27/12/2020) siang.

Audensi tersebut untuk menyampaikan isu nasional mengenai persoalan HRS. Mereka ingin legislatif memfasilitasi aspirasi massa yang meminta untuk berkirim surat resmi kepada tiga institusi pemerintah pusat.

“Kita berkirim surat kepada tiga institusi yaitu Kapolri, Menteri Agama, dan Komnas HAM,” kata Koordinator FUHTM di Sampang KH Djakfar Shodiq kepada wartawan.

Djakfar Shodiq menuturkan, tokoh ulama dan habaib di Madura merasa kecewa dengan statment yang dianggapnya kontroversial.

“Menurut kajian kami ini merugikan agama islam, dia mengatakan bahwa islam dijadikan inspirasi bukan aspirasi, berarti islam ini hanya dimimpi, ini yang kontroversi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sampang Fadol mengaku sudah menyanggupi aspirasi tokoh ulama dan habaib yang menggelar audensi. Surat resmi ditujukan ketiga institusi tersebut dilayangkan.

“Hari ini juga sudah kita kirim melalui Fax, sudah difasilitasi semua,” tuturnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyampaikan, ada beberapa hal yang disampaikan dalam pertemuan audensi.

Seperti tuntutan yang ditujukan kepada Komnas HAM, meminta dibentuknya tim independen mengenai kasus penembakan yang menewaskan 6 simpatisan Front Pembela Islam (FPI) di tol Cikampek.

“Kemudian terkait penahanan tersangka HRS atas kasus kerumunan massa,” ungkap Fadol.

Suasana gedung DPRD Sampang tak seperti biasanya. Penjagaan ketat dilakukan oleh petugas keamanan TNI-Polri dan Satpol PP.

Kendaraan taktis seperti mobil penerangan dan mobil water cannon disiagakan di halaman kantor DPRD. Bahkan anggota Brimob bersenjata lengkap disiagakan di depan pintu masuk gedung.

Sejumlah wartawan terpaksa menunggu di luar karena tak diizinkan masuk ke ruang rapat saat berlangsungnya pertemuan.

Kabag Ops Polres Sampang AKP Roycke Hendri Fransisco Betaubun mengatakan, ada 1 peleton personil gabungan dikerahkan dalam pengamanan audensi tokoh ulama dan habaib di gedung DPRD.

Penjagaan ini dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Kepolisian RI dalam bertugas menjaga keamanan.

“Semua gabungan ada Sabhara, Brimob, dan Gugus Tugas COVID-19, agar kita juga melaksanakan tugas sesuai aturan dan prosedur protokol kesehatan,” singkatnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.