Sekda: Ada Makelar BPJS di Sampang

Sekretaris Daerah Sampang, Yuliadi Setiawan. (Dok/MM).
Advertisement

Sampang, (Media Madura) – Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan masih berbicara mengenai segala persoalan pemerintahan maupun layanan publik saat menjadi salah satu pembicara talk show bertajuk ‘Apa Kabar Sampang’.

Dalam pembicaraan itu, Yuliadi menyebut berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pihaknya menemukan adanya makelar BPJS yang terjadi di setiap pelayanan kesehatan di Sampang. Problem ini terjadi karena kurang pahamnya masyarakat mengenai kartu BPJS.

“Adanya makelar itu karena masyarakatnya tidak tahu dan beranggapan jika melalui jasa segala urusan lebih mudah dan cepat, sampai kapanpun segala pelayanan kesehatan masih menggunakan makelar tidak akan sempurna,” ucap Yuliadi, Rabu (16/12/2020) kemarin.

Menurutnya, keberadaan makelar inilah dapat merugikan masyarakat umum karena disebabkan layanan yang seharusnya gratis justru dikenakan penarikan biaya.

Untuk itu, kata Wawan panggilan akrabnya, pemerintah daerah mempunyai terobosan dengan menciptakan pelayanan sistem teknologi informasi (IT).

Sistem tersebut akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang optimal dan terjamin transparansinya. Namun terobosan ini menunggu aplikasi Sampang Smart Room (SSR) aktif.

“Semisal pasien mau ke salah satu Poli di rumah sakit tinggal didaftarkan online melalui sistem jadi dokter dan kamar bisa diketahui, nomor antrian juga muncul, gak perlu lewat makelar karena ini nanti mempercepat mempermudah pelayanan,” tutur Wawan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang Agus Mulyadi membenarkan adanya makelar dalam pelayanan BPJS. Dia menjelaskan, pihaknya akan berupaya seluruh layanan kesehatan terhindar dari keberadaan makelar.

“Perlu diketahui juga selain kartu BPJS ada Kartu Sampang Sehat yang gratis, tapi soal kartu ini tidak diterima oleh masyarakat, kartu tersebut diserahkan ke kepala desa namun masih dipolitisir, kedepan nanti kita upayakan pendekatan agar pihak desa menjadi penggerak kesehatan,” singkatnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.