Kepala SD di Sampang Mendadak Meninggal, Ini Penjelasan Kadisdik

Jenazah kepala sekolah dalam potongan video meninggalnya kepala sekolah dasar di Sampang. (Ryan/MM)

Sampang, (Media Madura) – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Seorang kepala sekolah dasar ditemukan mendadak meninggal dunia perjalanan pulang usai bertugas. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (13/10/2020) kemarin.

Kematian kepala sekolah itu terekam video berdurasi 1 menit 34 detik. Videonya beredar luas di beberapa media sosial gruop WhatsApp.

Korban diketahui bernama Argo Joyo. Pria berusia 56 tahun itu menjabat sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tamberu Daya 3.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang Nor Alam menjelaskan kronologis meninggalnya Argo.

Dirinya mengaku mendapat kabar duka tersebut dari pengawas sekolah. Karena sebelum ditemukan meninggal, almarhum sempat bercerita bahwa mempunyai riwayat sakit.

Sekitar pukul 11.00 WIB, korban ditemukan meninggal dunia di depan rumah warga setempat tak jauh dari lokasi SDN Tamberu Daya 3.

“Iya,,, almarhum meninggal di rumah warga berjarak 50 meter dari sekolah usai pulang bertugas,” ucap Nor Alam ditemui diruang kerjanya, Rabu (14/10/2020).

Pada hari Selasa, Argo masuk kerja meski dalam kondisi sakit. Usai bertugas, dirinya bergegas pulang.

Saat itu, Argo dibonceng menaiki motor oleh rekan guru untuk pulang ke rumahnya di Desa Dempoh Daya, Kecamatan Pasean, Pamekasan.

Setelah berjarak dua rumah dari lokasi sekolah, Argo mendadak tergeletak lemas diatas kendaraan. Melihat kondisi itu, warga setempat tak lain wali murid siswa berhamburan keluar menolong korban.

“Ternyata almarhum ditemukan sudah meninggal dunia, memang Pak Argo mempunyai riwayat sakit jantung dan darah tinggi bukan karena terserang virus Corona, dia mulai sakit sejak Sabtu (10/10) kemarin, tapi tetap memaksa masuk kerja meski sempat tidak diizinkan oleh istrinya,” terang Nor Alam.

Menurut Nor Alam, almarhum Argo dikenal sebagai orang baik, rajin, dan bertanggungjawab atas pekerjaannya. Selama menjabat sebagai kepala sekolah tidak pernah mempunyai masalah yang bertentangan dengan jabatannya.

“Masa pensiun almarhum masih sekitar 4 tahun lagi, almarhum memang orangnya gemuk dan selama ini tidak pernah punya masalah, dia selalu rajin ibadahnya,” ungkapnya.

“Langkah kami sudah menyampaikan kepada keluarga duka dan menerima atas meninggalnya almarhum, pihak keluarga tidak mau dibawa ke rumah sakit karena riwayatnya sakit jantung, jadi apa yang semua disampaikan pihak pengawas sekolah memang benar,” imbuhnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.