Tirai di Balik Covid 19

Oleh : Siti Aminah

*) Penulis adalah mahasiswa IAIN Madura asal Kabupaten Sumenep. Fakultas Tarbiyah, Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA)

Saat ini dunia, tak terkecuali Indonesia digemparkan dengan tersebarnya wabah yang sangat ditakutkan oleh manusia yang dikenal dengan virus Corona (covid 19), virus ini mulai merebak pertama kali di Wuhan, China. Kabarnya bahwa virus ini berasal dari hewan yakni kelelawar. Virus ini yang menjadi perbincangan hangat hampir seluruh masyarakat dunia. Virus yang sangat meresahkan terhadap masyarakat yang berdampak negatif dalam kehidupan kita.

Indonesia mulai sejak Presiden Jokowi memberi tahukan tentang adanya virus ini pada bulan Maret kemarin, sampai hari ini penduduk Indonesia sudah ribuan penduduk yang terjangkit covid 19 ini. Hari tambah hari semakin bertambah. Penyebaran virus ini sangat cepat sehingga pemerintah Indonesia mengimbau untuk membatasi interaksi antar sesama atau yang dikenal dengan social distancing yang sangat ditekankan untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini, semua orang diharuskan untuk tetap tinggal di rumah saja, bekerja dari rumah dan belajarpun di rumah. Tersebarnya virus ini berdampak sangat fatal dalam semua segi kehidupan sehingga adanya penerapan lockdown atau di Indonesia pembatasan sosial berskala besar (PSBB) oleh pemerintah untuk menghindari banyaknya korban berjatuhan akibat covid 19. Tidak hanya dalam segi sosial yang dibatasi, covid 19 ini juga berpengaruh buruk dalam segi perekonomian bangsa yang semakin lumpuh. Banyak keluhan dari masyarakat karena pembatasan sosial ini mengakibatkan banyaknya lapangan pekerjaan dibatasi dan ada yang ditutup. Seperti halnya perusahaan, banyak karyawan yang di PHK (pemutusan hubungan kerja) karena untuk mengurangi upah jasa karyawan, bukan hanya itu seperti halnya ojek online yang penghasilan kesehariannya hanya mengandalkan hasil dari ojek tersebut, hal ini juga berimbas pada mata pencaharian lainnya.

Penerapan PSBB juga berdampak negatif dalam hal beribadah, banyak tempat ibadah, masjid ditutup dan larangan salat berjemaah, serta imbauan untuk tidak mengadakan kajian-kajian yang melibatkan banyak orang sehingga bisa diganti dengan kajian online (secara jarak jauh), sama halnya juga dilarang untuk mengadakan resepsi pernikahan dan hanya sebatas ijab kabul dan acara-acara lainnya yang melibatkan banyak orang.

Imbauan untuk tetap di rumah saja berlaku juga untuk para pelajar, baik itu siswa maupun mahasiswa. Dengan penerapan PSBB ini juga, pembelajaran yang biasanya dilakukan secara manual di kelas berubah menjadi pembelajaran daring (jarak jauh) dan semua tugasnya pun online. Pembelajaran online sebenarnya banyak mendapat keluhan utamanya dikalangan mahasiswa dikarenakan banyaknya tugas yang diberikan yang cukup menyulitkan dan membutuhkan daya pikir tinggi, serta dengan pembelajaran online membutuhkan jaringan internet yang stabil karena untuk yang tinggal di pedesaan atau pedalaman agak terlalu sulit untuk terjangkau sinyal, sedangkan untuk yang tinggal di daerah perkotaan mungkin akan lebih mudah sinyal internetnya.

Tersebarnya wabah yang sangat berbahaya ini mengharuskan kita untuk selalu menerapkan hidup sehat, baik fisik maupun lingkungan dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Membuang sampah juga tidak boleh di sembarangan tempat.

Pandemi covid 19 ini bisa kita ambil hikmahnya, yakni kita menjadi lebih sadar akan pentingnya kebersihan dan kesehatan yang merupakan hal paling penting, agar bisa terlindung dari berbagai penyakit dan bisa melakukan berbagai aktivitas sehari-hari dengan baik, dengan cara pola hidup sehat, makan makanan yang sehat, bersih dan halal serta menjaga stamina tubuh kita dengan berolahraga. Dengan kita tetap di rumah saja, tetap tenang dan jangan panik tapi tetap terus waspada, karena kalau kita panik dan merasa tertekan akan mengakibatkan turunnya sistem imun dan mudah stres sehingga akan gampang tubuh kita sakit. Jadi, dengan wabah ini banyak hal positif di dalamnya yaitu kita bisa punya waktu lebih banyak dengan keluarga yang biasanya setiap hari disibukkan dengan bekerja dan lain sebagainya dan dengan kita tidak keluar rumah otomatis kita tidak menggunakan kendaraan yang bisa menyebabkan pencemaran udara, meminimalisir interaksi atau pergaulan bebas yang biasanya anak-anak muda terlebih remaja lakukan berkumpul dengan lawan jenis tanpa adanya ikatan pernikahan.

Juga dengan adanya wabah ini agar semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah dan terus mengigat Allah swt dengan selalu memperbanyak dzikir dan momohon ampunan. Selain itu, kita akan lebih sadar untuk saling tolong menolong terhadap sesama dan anjuran untuk kita selaku umat Islam selalu taat dan mengikuti terhadap syariat yang telah Allah turunkan melalui para utusannya dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya covid 19 ini harus tetap berkhusnudzon dan yakin bahwa ini merupakan ujian yang Allah berikan kepada kita untuk menguji keimanan dan kesabaran. Kita sebagai hamba hanya bisa berusaha dan terus berusaha dan selebihnya kita pasrahkan kepada Allah, karena semua ini adalah takdir yang telah Allah tetapkan dan Allah tidak akan menguji hamba-hamba-Nya di luar batas kemampuannya.

Kesehatan jasmani sangat penting di tengah pandemi Covid 19 ini, yang masih belum ditemukan secara pasti obatnya akan tetapi kita hanya bisa melakukan pencegahannya seperti himbauan pencegahan dari pemerintah dengan selalu mencuci tangan disetiap memegang sesuatu, menggunakan penutup hidung dan mulut (masker) disetiap berada ditempat keramaian, menggunakan cairan pembersih yang mengandung alkohol, seperti hand sainitizer, serta menjaga jarak minimal satu meter dengan orang yang keadaannya tidak sehat (sakit). Selain imbauan oleh pemerintah tersebut kita juga bisa melakukan pencegahan alternatif sendiri seperti mengkonsumsi jahe merah yang menpunyai banyak khasiat, diantaranya menambah stamina tubuh, menjaga tubuh untuk lebih bugar dan membantu memperkuat kekebalan tubuh dan banyak khasiat yang lainnya. Selain jahe masih banyak obat herbal lainnya seperti minuman herbal sinom yang di dalamnya terdapat daun asam, kunyit, asam jawa yang menpunyai manfaat antioksidan alami yang berguna menagkal radikal bebas dalam tubuh dan menjaga kekebalan tubuh dari ancaman penyakit, kandungan daun asam untuk melindungi tubuh dari infeksi serta mengobati flu dan batuk. Pencegahan juga bisa didapat dalam mengkonsumsi daun kelor yang juga kaya akan antioksidan yang bagus untuk tubuh. Tidak kalah penting juga kesehatan rohani, yaitu dengan jiwa yang selalu tenang, ibadah yang khusyuk serta memperbanyak amalan dan dzikir seperti memperbanyak membaca istighfar dan salawat, istighasah serta menjaga ibadah salat untuk selalu istikamah terlebih lagi pada salat subuh dengan pembacaan qunut sebagai doa penolak balak, yang mana bermanfaat agar kita selalu dalam perlindungan Allah dari mara bahaya, baik yang tampak atau tidak kasat mata. Serta memperbanyak ibadah shalat sunah lainnya. Tetap berpikir positif dan yakin bahwa pandemi covid 19 ini semua dari Allah dan Allah pula yang akan menghilangkanya. Semangat bersatu kita lawan corona.(*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.