Kisah Pemuda Sampang Ini Dipasung Karena Kecanduan Narkoba

Pemuda asal Desa Temoran, Kecamatan Omben, yang kecanduan narkoba dipasung. (Ryan/MM)

Sampang, (Media Madura) – Sudah sekitar satu tahun, Aziz mengalami gangguan kejiwaan. Psikologis pemuda berusia 22 tahun ini tampak berubah. Pria yang dulunya periang kini sering melamun hingga tertawa sendiri. Terkadang dia menjadi sosok pemarah.

Kondisi itulah membuat keluarga memilih untuk memasungnya. Aziz kerap melakukan aksi-aksi yang membayakan bagi dirinya sendiri, bahkan warga sekitar.

Pemuda asal Dusun Dia’an, Desa Temoran, Kecamatan Omben, itu pernah merusak kaca masjid. Merusak meteran listrik dan membakar motor miliknya. Keluarga dekatnya pun yakni sang Bibi, juga pernah dijambak rambutnya.

Menurut paman Aziz, Moh Awi (40) menceritakan, ponakannya menjadi seperti itu lantaran kecanduan narkoba akibat salah pergaulan. Dulunya Aziz bekerja sebagai kuli angkut di jagalan sapi Krian, Sidoarjo, Jawa Timur.

Tepat Hari Raya Idul Fitri 2019 kemarin, pihak keluarga memulangkannya ke kampung halaman. Dengan kondisi sudah gangguan jiwa, Aziz terpaksa dipasung. Kedua kakinya ditali rantai dan digembok.

“Memilih dipasung demi keamanan bersama agar tidak berisiko tinggi, meski sebenarnya ini bukan pilihan utama,” ucap Moh Awi.

Sejak usia 4 tahun, keponakannya kurang kasih sayang dari orangtua. Ibunya meninggal dan ayah menikah lagi. Sampai saat ini, ayahnya berasal dari Kabupaten Bangkalan tak pernah mengunjungi keluarga di Sampang.

“Sampai sekarang ayahnya tidak pernah ingat dengan anaknya yang ditinggal di kampung Temoran ini,” ujar sang paman dengan mata berkaca-kaca.

Saat berusia 12 tahun, keluarga dari pihak ibu yang tinggal di Sidoarjo mengajak Aziz bekerja kuli angkut jagalan sapi. Dedikasinya berbuah manis.

Bahkan ia bisa mencicil kuda besi sebagai transportasi kerja hingga sanggup melunasinya.

Usia Aziz mulai menginjak remaja. 21 tahun tepatnya. Semakin banyak teman, semakin banyak pula bisa mengetahui lingkungan baru.

Lantas, Aziz sudah mengenali barang narkotika. Pergaulan yang salah membuat Aziz terus gemetaran layaknya seorang pecandu narkoba.

“Kalau sudah kecanduan ngamuk, sering melamun sampai akhirnya bicara sendiri, dengan perubahan itu keluarga membawa pulang ke Madura,” tutur Awi.

Kata Awi, penderitaan yang dialami Aziz tidak membuat keluarganya diam begitu saja. Berbagai cara telah ditempuh agar keponakannya itu pulih.

“Sudah ada upaya penyembuhan seperti dibawa ke orang-orang pintar, tapi belum ada tanda-tanda sembuh,” imbuhnya.

Saat ini, sehari-hari Aziz menghabiskan waktu di sebuah rumah berukuran 2 x 3 meter. Tempatnya masih layak namun tak berpenghuni.

Kasus yang dialami Aziz, ditangani Puskesmas Omben dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sampang.

Reporter : Ryan
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.