Warga kesulitan air bersih karena dampak musim kemarau (Dok/MM)

Pamekasan, (Media Madura) – Puncak musim kemarau tahun 2019 di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur diprediksi sampai bulan Oktober mendatang.

Dikatakan oleh Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Budi Cahyono, sampai saat ini belum ada surat resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang informasi perubahan musim.

“Puncak musim kemarau tahun ini sampai Oktober, sampai saat ini kami belum menerima update dari BMKG,” katanya, Sabtu (7/9/2019).

Instansinya saat ini, tambah Budi, masih mendistribusikan air bersih ke beberapa daerah yang mengalami kekeringan. Daerah terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun 2019 mencapai 325 yang tersebar di 80 Desa di 11 Kecamatan.

“Untuk daerah terdampak kekeringan masih belum ada tambahan, sementara masih 325 sesuai SK Bupati,” tambah Budi.

Adapun 11 kecamatan yang daerahnya terdampak kekeringan yakni Kecamatan Pasean, Batumarmar, Waru, Pegantenan, Palengaan, Kadur, Larangan, Galis, Pademawu, Tlanakan dan Kecamatan Proppo.

Sedangkan dua kecamatan yakni Kecamatan Kota dan Kecamatan Pakong tidak ada daerah yang terdampak kekeringan.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.