Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III

Sumenep, (Media Madura) – Sampai saat ini, Kapal Motor Pebumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III yang dijanjikan untuk warga Kepulauan Sumenep, Madura, Jawa Timur belum juga diporasikan. 

Padahal, kapal yang disebut-sebut tahan ombak itu sudah dilaunching Pemkab pada tahun 2018 lalu, dan memang sudah lama dinantikan pengoperasiannya oleh masyarakat Kepulauan.

Tak pelak, kondisi ini pun memunculkan spekulasi bahkan tak sedikit mengaitkan dengan kapasitas kapal yang diduga tidak benar-benar tahan ombak. Sebab,  saat ini cuaca perairan di Sumenep tengah buruk.

Namun, hal itu dibantah oleh Wakil Bupati, Achmad Fauzi. Kata dia, belum beroperasinya kapal DBS III lantaran ada proses administrasi yang belum selesai. 

“Ya, bukan (karena ombak) lah kapal DBS III tidak dioperasikan. Tapi memang proses administrasinya belum rampung. Cuma kebetulan saja saat ini memang ada ombak (besar) dan banyak kapal tidak beroperasi,” jawabnya, Kamis (3/2/2019).

Sementara tentang kemampuan kapal DBS III melawan ombak, suami Nia Kurnia itu mengaskan, jika tahan ombak dimaksud masih dalam batas tertentu. 

“Tahan ombak kalau hanya satu atau dua meter. Kalau sudah empat meter, digulung juga, tapi kami sudah berusaha membuat kapal yang lebih tahan ombak, arena kalau tidak tahan, itu mudah dihempaskan gelombang,” tukasnya.

Seperti diketahui, pembuatan KMP DBS III mengahabiskan dana sekitar Rp 39 miliar melalui APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Sumenep, dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan transportasi laut yang nyaman dan aman.

KMP DBS III memiliki banyak kelebihan, diantaranya cukup tahan ombak sehingga kendala transportasi kepulauan saat cuaca buruk bisa teratasi setiap tahun.

Sedangkan kapasitas penumpang, mampu menampung minimal 300 orang, mengangkut barang dengan berat mencapai 75 ton dan minimal 10 unit kendaraan roda empat serta kemampuan melaju dengan kecepatan 15-20 knot per jam.

Reporter : Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.