MH. Said Abdullah

Sumenep, (Media Madura) – Siapa yang tidak kenal dengan salah satu tokoh asal Pulau Madura bernama, MH. Said Abdullah, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan kini anggota Komisi XI DPR RI.

Pria kelahiran Sumenep, 22 Oktober 1962 ini dikenal sebagai tokoh inspirator lantaran kesuksesan kariernya dengan latar belakang kebidupan yang panjang dan beragam.

Said muda sempat menjadi tukang cuci mobil dan pedagang keripik tempe sebelum menjadi wakil rakyat di DPR-RI dari Madura.

Usai Pemilu tahun 1987, Said menjadi Staf Ahli Wakil Ketua DPR-RI di bidang Polkam. Dia juga seorang profesional dan menjadi Manajer Operasi dari PT.Sinar Agung Pratama (1993-1996) dan Manajer Marketing di CV.Bangun Arta (1997-2005).

Pahit manisnya hidup selama di Jakarta menjadi cambuk untuk terus berkarya. Dia pernah mendapatkan gaji hingga Rp 68 juta per bulan.

“Saya sempat mengeluti bisnis batu bara yang setiap tahunnya mampu memasok 300 ribu ton. Gaji saya pada tahun 1997, mencapai Rp 69 juta,” kata Said sebagaimana dilansir wikidpr.org.

“Pikiran sederhana, ngapain harus jadi anggota dewan yang gajinya waktu itu hanya Rp 4,2 juta. Sehingga saya sempat menolak pada ibu Mega untuk nyaleg,” sambungnya lagi.

Namun, terlepas dari proses hidup dan kiprah Said Abdullah saat ini, tentu kita semua penasaran, seperti apa sih sosok suami Khalida Ayu Winarti ini saat masih masa putih abu-abu?.

Postingan M. Said Abdullah di akun facebooknya menjawab rasa penasaran kita. Ternyata, gaya Said seperti, Feidel Castro lho!

Berikut isi postingan MH. Said Abdullah di beranda akun facebooknya yang disertai foto zaman dulu.

“Ini saat saya masih SMA dulu. Masih saya ingat dengan jelas kenangan-kenangan pada waktu itu.

Walau gayanya seperti Feidel Castro, rokoknya bukan cerutu, tapi tembakau rajang yang dilinting secara manual. Tiap hari makan tiwul dan singkong. Paling banter nasi Jagung. Kalau ingin nasi beras putih, harus nunggu ada tahlilan atau kenduri di tetangga sebelah.

Bukan cuma saya, semua teman sekolahku nyaris semuanya begitu. Rumah mereka tak ada yang di lantai menggunakan tegel. Paling bagus pake adonan semen yang dikeraskan. Dan ya, sedikit sekali orang bisa naik haji ke Mekah. Karena sedikit, maka tak harus antre. Daftar sekarang, minggu depan berangkat.

Pokoknya, kayak melarat betul waktu itu. Entah kenapa. Padahal bensin harganya cuma Rp 500 perliter.

Beda dengan sekarang, orang mau naik haji banyak banget. Antrenya panjang sekali. Kalau setor DP sekarang, berangkatnya masih 23 tahun mendatang. Tidak sedikit yang akhirnya tak jadi berangkat gara-gara keburu meninggal.

Rumah-rumah pun sudah hampir tidak ada yang berlantai adonan semen. Rata-rata pakai keramik, bahkan granit. Dan juga nyaris tak ada orang makan tiwul-singkong karena tak bisa beli beras. 

Semua makanan ada. Kalau diundang tahlilan dan disuguhi nasi beras putih, sama sekali tidak surprais kayak dulu. Malah ada yang hanya makan sedikit karena katanya bukan nasi beras paus. “Kasar, tak bisa masuk di kerongkongan,” keluhnya.

MH. Said Abdullah (rambut gondrong) / foto: istimewa

Status yang diupdate hari ini, Rabu (4/6/2018) sekitar pukul 12.30 WIB itu sukses memecah konsentrasi netizen. Ada yang fokus dengan isi postingannya, ada pula yang terkejut dengan wajah Said saat masih SMA.

“H. Said yg mana… 😀,” tulis Windu Fitri. “He3..sentot.. Liong.. Bekna se tengah…P Said guru sepakk bolaku.  Eee,” timpal Johar Yacoeb, dan Sany Sanynoursaid menulis “Rambut msh gondrong ya hehe salam,”.

Tapi tak sedikit netizen yang lebih tertarik mengomentari isi postingan ketimbang fotonya.

“Jaman itu memang masih jaman susah aku kesekolah jalan kaki dari Pandian ke kampung Arab PGAN.Anak jaman sekarang mana mau Sepeda motor saja mintak yg baru beginilah perkembangan jaman,” tulis Novel Syamlan.

“hahahaha…….mengenang masa lalu……kwkwkw…..baremma se ngecok pao….baremma se amandi ka taman lakek…..molena abamgkang….hahahaha…dulu barokahnya tampak……nikmat tekkak ngkan buggul……sabreng…..kosambi…..bugkol….duwek…..pao copcop….manjilen……mantaPDIP boss…..jgn lupa masa lalu….,” komentar warganet yang mungkin kenal dekat Said Abdullah.

“hehe sweet memory bang MHsaid Abdullah smasa SMA, bang haji cinta pertamax sama sang tetangga hehe…..,” demikian komentar akun Yunie yang cukup menggelitik.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.