Ketua PWI Sumenep Moh Rifa'i

Sumenep, (Media Madura) – Bupati Sumenep mengeluarkan kebijakan satu pintu untuk konfirmasi pemberitaan media. Hal itu mendapat tanggapan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur.

Menurut Ketua PWI Sumenep Moh Rifa’i, kebijakan akses pemberitaan hanya ke Bagian Humas Pemkab bukan menambah keterbukaan publik, justru sebaliknya semakin mempersempit akses informasi.

“Jika benar ada kebijakan satu pintu, itu justru Pemkab terkesan semakin mempersempit akses informasi. Dan menurut saya, ini kebijakan yang mundur,” kata Rifai, Rabu (11/4/2018).

Sebagai konsekuensi, kebijakan tersebut juga akan memperlambat terpublikasinya informasi perkembangan pembangunan. Padahal, masyarakat sangat membutuhkan informasi program pemerintah secara cepat.

“Dan disamping itu juga kinerja insan pers akan terkendala. Yang biasanya mendapatkan informasi secara mendalam dari dinas terkait, karena hanya dapat konfirmasi dari Humas, informasi tersebut tidak tersaji dengan maksimal,” ucapnya.

Ia mengatakan, Bagian Humas tidak mungkin menguasai semua materi yang ada di puluhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sehingga informasi atau berita tersebut tidak sampai dengan utuh sesuai kebutuhan masyarakat.

“Pemkab tidak bisa disamakan dengan institusi Kepolisian misalnya, karena di Pemkab pemberitaan yang harus diekpos sangat komplek, dan tidak mungkin cukup diatasi Humas,” ujarnya.

Untuk itu, jika kebijakan satu pintu tersebut benar adanya, dirinya meminta Bupati Sumenep meninjau kembali. Sebab, kalaupun harapannya ada dampak positif, tetap dampak negatifnya lebih banyak dan yang dirugikan adalah masyarakat.

“Walaupun ada keinginan Bapak Bupati untuk menertibkan akses pemberitaan,  setidaknya tidak sampai mempersempit ruang gerak insan pers itu sendiri,” tandasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Baca juga:
Bupati Sumenep Larang Kepala Dinas Layani Wartawan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.