Kabag Humas Pemkab Sumenep, Abd. Kadir

Sumenep, (Media Madura) – Suasana kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur mendadak berubah usai rapat staf Bupati, A. Busyro Karim dengan jajaran staf dan kepala dinas, Senin (9/4/2018).

Pasalnya, sejumlah wartawan yang biasa liputan di kantor tersebut dibuat gigit jari lantaran semua kepala dinas atau Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendadak menolak melayani wartawan. 

“Maaf mas, sesuai perintah pak Bupati tadi wawancara jadi satu pintu ke Bagian Humas (Pemkab),” ujar salah satu Kepala Dinas saat dihampiri wartawan untuk diwawancarai. 

Beberapa awak media pun mencoba meminta wawancara ke pejabat Pemkab lainnya yang baru keluar dari ruang rapat. Namun jawabannya tidak jauh beda, bahwa bupati sudah mengeluarkan kebijakan baru, yakni setiap wawancara melalui satu pintu Bagian Humas. 

Alhasil, sejumlah kuli tinta dari beberapa media pun kebingungan. Sebab, bagaimana mungkin kebijakan dan persoalan puluhan institusi OPD hanya dapat dikonfirmasi ke Bagian Humas saja. 

“Ya, sebenarnya tidak ada instruksi satu pintu dari bapak Bupati, cuma untuk persoalan memang cukup dikonfirmasi ke humas, tapi ketika sangat teknis tetap ke OPD masing-masing,” kata Kabag Humas Pemkab Sumenep, Abd. Kadir membenarkan, Senin (9/4/2018).

Kadir menjelakan, kedepan wartawan harus bersabar dengan penerapan kebijakan baru tersebut. Pasalnya, setiap konfirmasi dari wartawan, pihaknya masih harus berkomunikasi dengan OPD dimaksud. 

“Kalau teman-teman misalnya dikejar deadline, maka memang harus bersabar, karena setiap pertanyaam saya harus komunikasikan dengan OPD terkait,” terangnya.

Ketika ditanya mengenai dasar kebijakan tersebut, Kadir enggan membeberkan secara detail. Katanya, itu menjadi keinginan Bupati dan Wakil Bupati, dan disampaikan saat rapat dengan staf dan kepala OPD. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan