Sampang, (Media Madura) – KY (40), Bibi FN (9) korban pemerkosaan mendesak aparat hukum menangkap Saman (50) pelaku pemerkosaan keponakannya yang terjadi di Desa Bire Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

“Keluarga berharap polisi segera menangkap Saman, karena sampai saat ini belum ditangkap, bila tidak kemungkinan akan melarikan diri, apalagi kasus pemerkosaan anak dibawah umur ini seolah-olah diredam oleh Kades, kebetulan pelaku masih keluarga terdekat Kepala Dusun (Apel-red) di Desa Bire Timur,” kata KY usai mempertanyakan kelanjutan hukum di Mapolres Sampang, Senin (9/4/2018).

Siswi Sekolah Dasar (SD) kelas II itu menjadi korban pemerkosaan oleh Saman, tak lain tetangga korban. Pelaku sudah tiga kali melakukan aksi tak senonoh tersebut.

Kedua orangtua korban, AA (60) dan R (58) sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Sokobanah pada Jumat (6/4/2018) kemarin. Namun, khawatir kasusnya ditelantarkan karena pelaku tak kunjung ditangkap sehingga keluarga kembali melapor ke Polres Sampang pada Sabtu (7/4/2018).

“Kita lampirkan bukti visum, hasilnya menunjukkan terdapat robekan pada alat vital korban,” jelasnya.

KY menceritakan, awal peristiwa itu terungkap korban kerap mengeluh sakit dan perih dibagian vital. Keluarga curiga dan akhirnya membawanya ke tim medis terdekat untuk dilakukan visum.

Korban tak mau bercerita penyebab semua itu. Karena FN mendapat ancaman dari pelaku agar tidak memberitahu kepada orangtuanya. Setelah dibujuk akhirnya korban mengakui jika diperkosa oleh Saman.

Untuk memuluskan aksinya, pelaku mengiming-imingi uang kepada korban. Pihak keluarga belum mengetahui pasti tempat dan waktu peristiwa pemerkosaan tersebut.

“Ancamannya korban mau dibunuh kalau korban melaporkan ke orangtuanya, namanya juga anak kecil ya takut,” terangnya.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman, melalui Kasat Reskrim AKP Hery Kusnanto, mengaku masih melakukan penyelidikan kasus dugaan asusila yang menimpa anak dibawah umur asal Desa Bire Timur Kecamatan Sokobanah.

Penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi pelapor. Jika memenuhi bukti, dalam waktu dekat polisi akan menangkap pelaku.

“Laporan kasus itu sudah diproses, terlapor masih tahap penyidikan,” singkatnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan