Ahmad Faqih (foto kanan)

Pamekasan, (Media Madura) – Pengurus Perkumpulan Guru Inpassing Nasional (PGIN) Cabang Pamekasan, Madura, Jawa Timur resmi dilantik di pendopo wakil bupati setempat, Sabtu (16/3/2018).

Ketua terpilih PGIN Cabang Pamekasan Ahmad Faqih mengatakan, PGIN dibentuk untuk menjadi mitra pemerintah. Menurutnya, PGIN bukan sebuah organisasi otoriter, organisasi politik, serta bukan LSM.

“PGIN ini merupakan organisasi profesi yang didalamnya ialah guru yang Insya Allah bermoral, beragama, dan bermartabat,” tegasnya.

Faqih menjelaskan ada 1614 guru inpassing yang bernaung di bawah Kementrian Agama (Kemenag) Pamekasan saat ini. Namun, rata-rata dari mereka masih bermasalah dengan administrasi, meliputi nama, alamat, bahkan ada SK yang tidak sama dengan ijazah.

“Kami siap membantu para guru-guru yang bermasalah tersebut, dengan syarat mereka harus bergabung dengan PGIN,” tambah Faqih.

Aktivis PMII Pamekasan itu menambahkan, terkait keluh kesah para guru tersebut, sudah ia sampaikan kepada legislatih RI, yaitu menemui Komisi II, Komisi VIII, dan Komisi X DPR RI beberapa waktu lalu.

“Salah satu keinginan kami bagaimana PGNI ini diangkat menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS) dengan perubahan dari Menpan RB No 25 Tahun 2010,” Pungkasnya.

Sementara itu, Pengurus Pusat PGNI, Moh Supriatin mengungkapkan, profesi guru sangat mulia. Karena guru dapat melahirkan banyak orang-orang yang hebat.

“Saya berharap dengan dilantiknya PGNI Cabang Pamekasan ini melahirkan guru-guru yang profesional. Kita harus bangga menjadi guru karena kita bisa melahirkan orang-orang hebat yang ada di Indonesia ini,” ucap Supriatin dalam sambutannya.

Dalam pelantikan ini dihadiri oleh seluruh pengurus PGIN Pamekasan, Pengurus Pusat PGNI serta Perwakilan dari Kemenag Pamekasan.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.