Bupati Sumenep A Busyro Karim di Bandara Trunojoyo

Sumenep, (Media Madura) – Penerbangan komersial di Bandara Trunojoyo Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur jurusan Sumenep-Surabaya menjadi dua trip, dari sebelumnya hanya satu kali trip setiap harinya.

“Alhamdulillah, mulai besok Jumat, penerbangan komersial dari Sumenep-Surabaya dan sebaliknya ada penambahan trip menjadi dua kali,” tutur Bupati Sumenep, A Bustro Karim ditemui di kantornya, Kamis (22/2/2018).

Busyro bilang, sebelumnya penerbangan komersil di satu-satunya bandara di Madura itu hanya punya jadwal satu kali, yakni pukul 13.45 WIB dari Bandara Juanda Surabaya ke Sumenep.

“Tapi mulai besok akan ada penambahan jadwal yakni pukul 06.00 WIB dari Surabaya menuju Sumenep dan kembali lagi ke Surabaya pukul 07.00 WIB,” katanya.

Ia menceritakan, hasil koordinasi pemerintah daerah dengan pengelola Bandara, penambahan trip itu karena maskapai menilai jumlah penumpang terus meningkat setiap harinya. 

“Ya, kalau dihitung secara rata-rata, penumpang setiap harinya diatas 80 persen,” ucapnya.

“Disamping itu, kami pemerintah juga pernah meminta agar maskapai menjadwalkan dua kali penerbangan dalam sehari. Sebab, jika ada rapat di Surabaya pada siang hari kan bisa berangkat dipagi hari,” sambungnya lagi.

Orang nomor satu di Sumenep itu mengharapkan, dengan penambahan trip atau jadwal penerbangan komersial ini bisa dimanfaatkan oleh warga yang bisa bepergian keluar kota untuk mempercepat perjalanan.

“Mudah-mudahan penambahan trip ini juga bisa dimanfaatkan warga luar yang mau berkunjung ke Sumenep, misalnya mau menikmati objek wisata di Sumenep ini,” harapnya.

Bandara Trunojoyo Sumenep mulai beroperasi pada tanggal 30 pada 30 November 2010. Bandara satu-satunya di Madura ini awalnya hanya digunakan untuk sekolah penerbangan dan penerbangan perintis.

Namun pada tanggal 27 September 2017 Bandara Trunojoyo membuka jalur penerbangan komersial. Rute jalur penerbangan perdana adalah Sumenep-Surabaya dengan menggunakan ATR-72-600.

Bandara trunojoyo Sumenep memiliki landaran pacu 1600 meter x 30 meter dan dua apron. Untuk apron I seluas 40 meter x 40 meter. Lalu, apron II dengan luas 75 meter x 80 meter. Sementara itu, gedung terminal seluas 12 meter x 11 meter dan gedung operasional seluas 144 meter persegi.

Reporter : Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.