Sampang, (Media Madura) – Ahmad Budi Cahyono (26), seorang guru kesenian di SMA Negeri 1 Torjun yang meninggal dunia akibat dianiaya oleh muridnya pernah menulis puisi dan dimuat di akun facebooknya.
Puisi tentang guru tersebut kini beredar di media sosial seiring dengan kepergiannya. Tidak hanya puisi, sejumlah foto hasil lukisan Budi juga menjadi perbincangan netizen.
Berikut puisi tersebut :
Guru
Oleh : Achmad Budi Cahyanto
Bahkan kalian tega dan tidak enggan menyaksikan menyiksa gurumu wahai murid
Air mata mana yang akan kalian suguhkan di pangkuannya?
penyesalan macam apa yang akan kalian haturkan di hadapannya?
Lantas kemana arahmu melangkah tanpanya?
lantas siapa penuntunmu jika bukan dirinya?
Dosamu padanya tidak ada ampunannya tanpa ampunannya.
Pikir kan jika hatimu masih ada!
per hati kan jika pikiranmu belum binasa *)

Gurumu
Oleh : Ahmad Budi Cahyanto
Gurumu, adalah hargamu di masa yang akan datang, bahkan di akhirat nanti.
Jika saat ini sulit bagimu menghormatinya, maka bersiaplah menangis di suatu saat nanti.
karna gurumu itu bukan aku, tapi siapapun bahkan apapun yg memberikan dan menunjukkanmu kebaikan.*)
Penulis : Ist
Editor : Arif


