Pelaku Pembunuhan Kiai di Sampang Masih Misterius

Sejumlah kiai dan ulama mendatangi kantor DPRD Sampang pada Kamis (18/1/2018) kemarin. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Pelaku pembunuhan Kiai Idris (64) hingga kini masih misterius. Polisi terus berupaya mengungkap kasus tersebut.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman, melalui Kasat Reskrim AKP Hery Kusnanto, mengaku belum bisa memberikan keterangan banyak. Polisi masih melakukan penyelidikan dan terus memeriksa sejumlah saksi.

“Masih penyelidikan, pemeriksaan saksi terus berlanjut,” kata Hery dibalik pesannya, Sabtu (20/1/2018).

Hery memastikan, pihaknya dalam waktu dekat akan menangkap pelaku pembunuhan yang terjadi di Dusun Timur Sungai, Desa Nagesareh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, pada Rabu (27/12/2017) lalu.

Tak hanya itu, desakan polisi untuk mengungkap tuntas kasus pembunuhan tokoh agama tersebut tak henti-hentinya dilakukan puluhan kiai dan ulama lintas daerah di pulau Madura.

Pada Kamis (4/1/2018) kemarin, kiai dan ulama mendatangi Mapolres Sampang. Mereka meminta agar polisi segera menangkap pelaku pembunuhan seorang Kiai di Banyuates (Idris-red).

Kemudian, disusul pada Kamis (18/1) kemarin, kiai dan ulama mendatangi kantor DPRD Sampang. Keinginannya agar wakil rakyat ikut berperan aktif mengungkap pelaku pembunuhan.

“Sebenarnya polisi sudah menemukan sidik jari dan petunjuk-petunjuk lain, pelaku harus ditangkap termasuk dalang dibalik pembunuhan ini,” tutur KH Ainur Rofik perwakilan kiai dan ulama ketika di Mapolres Sampang beberapa waktu lalu.

Diketahui sebelumnya, Idris dibunuh oleh orang tak dikenal di rumahnya Dusun Timur Sungai, Desa Nagesareh. Korban tewas ditemukan pertama kali oleh istrinya, Mutiah (50) dan anaknya, Abd Kholik (35) di teras depan rumah.

Sebelum peristiwa itu terjadi korban tengah menerima dua orang tamu yang tidak dikenal pada pukul 19.00 WIB. Berselang waktu sekitar tiga jam, korban ditemukan tewas berlumuran darah dengan luka gorok di leher akibat senjata tajam.

Dari kabar yang beredar di masyarakat, tewasnya korban karena tidak bersedia menjual lahan miliknya dalam pembangunan Waduk Nipah. Kendati demikian, polisi masih akan mengungkap motif pembunuhan tersebut.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.