Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman Riadi

Sumenep, (Media Madura) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur melakukan pemetaan terhadap daerah rawan bencana.

Hasilnya, ada lima wilayah yang dinyatakan rawan longsor. Jumlah tersebut bertambah dari pemetaan sebelumnya yang hanya ada tiga wilayah.

“Sebelumnya kami menetapkan tetapkan tiga kecamatan, yaitu Rubaru, Guluk-Guluk dan Ganding. Tapi sekarang meluas, diantaranya kecamatan Pragaan dan Gapura,” kata Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman Riadi, Kamis (18/01/2017).

Oleh karena itu, sepanjang musim penghujan ini, masyarakat yang termasuk dalam wilayah rawan bencana tersebut diminta selalu waspada serta mengenali ciri-ciri bencana longsor.

“Berdadarkan prediksi BMKG, intesitas hujan masih sampai Februari dan Maret, sehingga kemungkinan daerah rawan bencana masih mungkin bertambah,” tambahnya.

Kata Rahman, tidak hanya bencana longsor yang perlu diwaspadai. Namun, bencana puting beliung maupun banjir harus tetap pula diwaspadai bagi daerah rawan berpotensi tersebut.

“Potensi terjadi puting beliung, dan banjir rob mungkin terjadi di wilayah seperti Marengan Laok dan Kalimook. Masyarakat mesti waspada, meski bencana banjir rob hanya terjadi waktu bulan purnama,” jelasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.