f-Dok/MM : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Moh Jupri Riyadi

Sampang, (Media Madura) – Tak ada alasan bagi siswa berprestasi untuk tidak melanjutkan ke perguruan tinggi akibat faktor ekonomi. Kekhawatiran itu terjawab sudah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terus meningkatkan jumlah lulusan SMA atau sederajat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Salah satunya melalui program beasiswa.

Kepala Disdik Sampang Moh Jupri Riyadi, mengatakan pihaknya menganggarkan sebesar Rp 600 juta yang bersumber dari APBD 2018. Dana itu dialokasikan untuk siswa berprestasi di Sampang yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi di Madura.

“Beasiswa pendidikan ini diberikan kepada siswa pintar dan punya nilai bagus tapi tidak mampu melanjutkan ke perguruan tinggi, itu yang akan kita biayai,” kata Jupri usai pelantikan pengawas dan Kepsek di aula Dinas Pendidikan Sampang Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kamis (28/12/2017).

Syarat memperoleh beasiswa tersebut yakni, siswa berprestasi, menyertakan surat kurang mampu dari kepala desa, siswa berasal dari putra atau putri daerah, dan melanjutkan perguruan tinggi di Madura.

Nantinya, anggaran beasiswa diterima langsung ke rekening universitas. Hal ini dilakukan agar penerimaan beasiswa lebih efisien.

“Tentu harus kuliah di Madura, kalau di Jawa tidak dihitung, kami akan membangun kerja sama dengan masing-masing universitas karena anggarannya masuk ke rekening kampus, sehingga anak tidak lagi terbebani dengan biaya apapun,” ungkapnya.

Sejatinya, program beasiswa itu merupakan pengalihan bantuan bagi mahasiswa yang sudah duduk di bangku semester III-V di tahun 2016 lalu. Namun, mulai tahun 2018 beasiswa diberikan kepada siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang S-1. 

“Sebenarnya kita mengajukan dana Rp 1 miliar untuk 2018, tapi oleh Tim Panitia Penyusun Anggaran Daerah (TPPAD) Sampang disetujui Rp 600 juta persis seperti tahun kemarin,” imbuhnya.

Disamping itu, Disdik Sampang mencatat rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sampang salah satu disebabkan masyarakat yang melanjutkan ke perguruan tinggi masih sangat rendah. Bahkan, jumlah lulusan SMA baru mencapai sekitar 60 persen.

Faktor penyebabnya terbesar diantaranya adalah faktor keuangan. Karena itu dengan membuka kesempatan beasiswa bagi siswa-siswa berprestasi yang tidak hanya terbatas di kota akan membuka peluang lulusan SMA untuk masuk perguruan tinggi.

“Ini target kami yang akan melibatkan lembaga sekolah agar tidak lagi ada anak yang tidak melanjutkan pendidikan, meski sebenarnya SMA/SMK bukan wewenang kabupaten melainkan provinsi, tapi kami akan terua bekerja sama,” tegasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.