Di Pamekasan Antrean Pergi Haji 22 Tahun, Haji Plus 8 Tahun

Ilustrasi

Pamekasan, (Media Madura) – Kursi jemaah haji di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur sudah penuh sehingga harus antre hingga 22 tahun ke depan bagi jemaah reguler, sementara jemaah haji plus harus antre 8 tahun.

Pelaksana Teknis (Plt) Kepala seksi (Kasi) Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Afandi menyatakan, lamanya antrean tersebut dikarenakan antusiasme masyarakat untuk melaksanakan rukun Islam kelima tersebut.

“Karena pendaftar setiap tahunnya tidak sebanding dengan jumlah jemaah yang berangkat sehingga menyebabkan adanya antrean panjang yang masuk dalam daftar tunggu haji,” katanya, Selasa (12/12/2017).

Dijelaskannya, bagi masyarakat yang mendaftar haji jalur reguler pada awal Desember 2017, diperkirakan baru akan dapat kuota pemberangkatan tahun 2039. Sedangkan, masyarakat yang mendaftar haji plus bulan Desember 2017, baru bisa berangkat tahun 2025 nanti

“Jadi, kalau daftar hari ini baru bisa berangkat 22 tahun lagi, kalau plus hanya 8 tahun,” tambah Afandi.

Diterangkannya, kuota haji Indonesia setiap tahunnya berkurang sehingga antrean juga berkurang. Hal itu disebabkan sejak keberangkatan haji tahun lalu ada penambahan kuota nasional, sebanyak 221 ribu.

Sayang, pihaknya tidak bisa menyebutkan jumlah masyarakat kabupaten berslogan Gerbang Salam itu yang sedang menunggu antrean untuk berangkat melaksakan haji jalur khusus itu, karena harus menghitung satu per satu di sistem komputer haji (Siskohaj).

“Kami tidak tahu banyak perihal haji plus, karena itu langsung ditangani Kanwil Kemenag Jatim. Kami memperkirakan antrean haji plus itu semakin lama akan semakin bertambah,” tutup Afandi.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.