Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Pamekasan (dok/MM).

Pamekasan, (Media Madura) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur berjanji akan mengusut kembali kasus dugaan korupsi dana hibah tahun anggaran 2014 di Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disporabud) sekarang berubah Dinas Pemuda dan Olahraha (Dispora).

Kepala Kejari Pamekasan, Tito Prasetyo menyatakan, meski kasus dugaan penyelewengan itu telah diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) pada 10 Mei 2017, namun pihaknya tidak akan diam begitu saja. Pihaknya akan mencari bukti baru untuk menuntaskan kasus yang telah merugikan negara sebesar Rp 2,5 miliar.

“Saya datang ke sini (tugas di sini) sudah di-SP3, tapi ketika ada bukti baru bisa dibuka. Inilah yang kita cari bukti baru ini. Jadi kalau sudah SP3 mereka tidak bisa tenang-tenang saja,” tegasnya, Selasa (12/12/2017).

Diakui, hingga kini pihaknya memang belum mengantongi bukti cukup untuk melanjutkan kasus dugaan penyelewengan dana yang diperuntukkan untuk fasilitas olahraga tersebut.

Menurutnya, satu-satunya cara adalah mencari bukti baru untuk membuka kasusnya kembali, apalagi yang memotivasi kejaksaan lantaran banyak pihak yang terlibat dalam kasus ini.

“Memang belum cukup bukti, kalau ada bukti baru pasti kami buka lah. Kalau upaya, setiap hari kami berupaya, kami kan sambil berjalan nih,” tambahnya.

Tito yang baru menjabat itu Kejari Pamekasan itu menambahkan, sebelumnya telah memanggil 200 penerima dana hibah yang diperiksa sebagai saksi dari jumlah total 400 penerima yang diduga fiktif.

Dalam peraturannya, apabila kasus dugaan korupsi telah di-SP3, maka tidak ada lagi penyidikan. Tetapi, jika ada bukti baru, saksi yang pernah dipanggil atau yang belum dipanggil akan dimintai keterangan kembali.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.