Pamekasan, (Media Madura) – Babinsa Desa Grujugan Koramil 0826/05 Larangan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sertu Subairi menghadiri sosialisasi Budidaya Jagung Hibrida Pioneer P35 dari PT. DuPont Pioneer Indonesia yang dilaksanakan di Desa Grujugan, Kecamatan Larangan.

Acara sosialisasi ini dihadiri para penyuluh pertanian dan kelompok tani dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang budidaya jangung yang tepat dan pengenalan benih jagung Hibrida Pioneer P35.

Dalam sosialisasi disampaikan, P35 atau lebih dikenal dengan nama varietas “Banteng” merupakan produk terbaru dari Pioneer yang didesain khusus untuk tangguh dalam menghadapi serangan bulai, seperti tagline yang diusung yaitu “Tangguh Bentengi Bulai”.

Hal ini menyebabkan petani menjadi panik karena lahan yang terserang bulai menjadi putih dan menyebabkan kebusukan pada tongkol jagung. Varietas jagung pioneer yang dikenal memiliki hasil rendemen tinggi pun ikut terserang dan memberikan hasil kurang maksimal seperti pada varietas P21 dan P27 atau Gajah.

Setelah berbagai penelitian yang dilakukan oleh Tim Riset Produksi maupun Trial Agronomy, maka ditemukan sebuah varietas baru yang lebih tahan dalam menghadapi serangan bulai. Dibandingkan dengan produk kompetitor maupun dengan produk pioneer sendiri, P35 terbukti lebih kebal terhadap serangan bulai tanpa menurunkan hasil rendemen jagung.

Tanaman P35 Banteng akan tetap sehat, hijau dan dapat digunakan sebagai pakan ternak oleh petani. Oleh karena itu pada area sawah maupun tegal yang kerap terserang jamur yang menimbulkan gejala bulai, sangat dianjurkan untuk menanam varietas P35 Banteng agar tidak menurunkan hasil panen.

Selain keunggulan utamanya yang tahan terhadap serangan bulai, P35 Banteng juga tetap memiliki keunggulan khas dari benih jagung produksi pioneer yaitu antara lain:

Pertama, panen cepat umur P35 Banteng tergolong cepat yaitu sekitar 100HST, sehingga cepat dipanen dan tongkol mudah dipetik untuk pemanenan dengan sistem pemipilan.

Kedua, Biji merah cerah kualitas biji pipilan P35 Banteng sangat baik, hal ini dikarenakan warna biji yang berwarna merah cerah dan kadar air rendah sehingga meningkatkan rendemen.

Ketiga, hasil tinggi tongkol besar dan padat menjamin hasil panen yang tinggi dengan potensi hasil mencapai 12,1 ton per hektare pipilan kering giling yang sangat menguntungkan bagi petani.

Sersan Satu Subairi yang merupakan pendamping petani berharap dengan adanya sosialisasi tersebut petani dapat memilih mana saja benih jagung yang cocok dan yang terbaik serta sesuai dengan kondisi tanah pertanian milik para petani.

Rilis
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.