Direktur PDAM Sampang Ahmad Fauzan memberikan keterangan kepada wartawan. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sampang memperoleh nilai tidak sehat yakni 2,68 persen. Hal itu berdasarkan buku kinerja PDAM tahun 2016 yang dikeluarkan oleh Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Penilaian ini untuk menentukan kategori tersebut meliputi, keuangan, operasional, pelayanan, dan aspek Sumber Daya Manusia (SDM). Dari empat aspek itu, terdapat 18 kriteria yang menjadi sasaran penilaian dan berlaku untuk semua PDAM se-Indonesia.

Direktur PDAM Sampang Ahmad Fauzan melalui Kabid Tehnik Busri, mengakui bahwa PDAM Sampang masih kurang sehat. Penyebabnya adalalah kurangnya pelayanan kepada pelanggan, meliputi banyaknya pipa yang bocor hingga kini belum di perbaiki, minimnya pengguna water meter, serta tidak lancarnya suplai air kepada pelanggan. Selain itu juga tunggakan pelanggan PDAM yang mencapai 1 Miliar lebih.

“ Iya memang PDAM Sampang ini tidak sehat, karena pelayanan kepada masyarakat yang kurang,” jelas Busri, Rabu (18/10/2017).

Menurut Busri, pihaknya akan terus berupaya dan berkomitmen untuk terus memperbaiki layanan air mium kepada pelanggan.

Pernyataan tidak sehat tersebut diutarakan BPPSPAM terhadap tiga PDAM di Madura, Jawa Timur, terdiri dari PDAM Sampang, Bangkalan, dan Pamekasan.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.