Bupati Sumenep A Busyro Karim (kanan), bersama Wakil Bupati Achmad Fauzi (tengah) serap aspirasi di kepulauan

Sumenep, (Media Madura) – Menggelar Safari Kepulauan menjadi cara Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur membuktikan pemerintahannya tak menganaktirikan daerah Kepualuan.

Sebab, selama ini pemerintah dinilai hanya fokus terhadap pembangunan Daratan, sementara Kepulauan terkesan dibiarkan dengan segala ketertinggalannya. Bahkan, dilain kesempatan Bupati dituding kurang adil dalam memberikan perhatian. 

Dan safari edisi kali ini, Pulau Sepudi menjadi tujuan pertama Bupati dan rombongan. Sebuah pulau yang terdiri dari dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Gayam dan Nonggunong. 

Di Sepudi, Bupati A Busyro Karim menggelar kegiatan di dua tempat sekaligus, di Kecamatan Nonggunong dan Kecamatan Gayam dengan agenda yang sama, bersilaturrahim dan mensengar langsung cerita masyarakat kondisi terkini Pulau Sapi tersebut. 

Dan benar saja, pertama kali menginjakkan kaki, rombongan langsung dihadapkan pada sebuah kenyataan, bahwa kondisi jalan utama penghubung Gayam-Nonggunong persis seperti yang dikeluhkan masyarakat. Kondisi rusak parah. 

Bayangkan saja, perjalanan dari pelabuhan Gayam menuju tempat acara di Kantor Kecamatan Nonggunong berjarak kurang lebih 12 KM, dengan waktu tempuh hampir 1 jam karena kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang.

“Saya tadi di kapal bisa tidur, di mobil dalam perjalanan tidak bisa lagi, karena jalannya bergelombang, ombaknya cukup besar,” kata Bupati disambut tawa tamu undangan, Minggu (1/10/2017).

Di hadapan masyarakat, mantan ketua DPRD dua periode ini pun langsung mengimbau agar infrastruktur jalan diperhatikan oleh Dinas terkait dan semua pihak.

“Tolong jajalannya diperhatikan ya, ini pak Kadis PU Bina Marga nya juga ikut, tolong agendakan perbaikan jalan disini,” imbuhnya.

Tidak sampai disitu, Bupati yang memang meluangkan waktu selebar-lebarnya untuk mendengar keluh kesah masyarakat, langsung diserbu curhatan-curhatan terkait masalah terkini di Sepudi.

Diantaranya masalah yang dikeluhkan masyarakat mengenai layanan listrik yang belum nyala 24 jam. Saat ini masyarakat Sepudi hanya bisa menikmati listrik 24 jam, pada hari Jumat dan Sabtu saja, selain hari itu listrik hanya nyama 12 jam, dari jam 5 sore sampai jam 5 pagi.

Kemudian, masyarakat mengeluhkan layanan kesehatan, sarana pendidikan, kedisipkinan PNS, dan ada pula masyarakat yang mempertanyakan program Istbat Nikah. Sebab, sampai sekarang, katanya program tersebut tidak pernah ada di Pulau Sepudi. 

Bak gayung bersambut, semua perasalan yang dikeluhkan masyarakat pulau langsung dijawab oleh instansi terkait.  Masalah kesehatan dijawab Kepala Sinas Kesehatan, masalah infrastruk dijawab Kepala Dinas PU Bina Marga, masalah kedisiplinan PNS dijawab Kepala BPKSDM, begitu seterusnya.

“Nah, dari semua persoalan yang ada ini saya meminta cepat ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait. Terutama, masalah infrastruktur dan listrik, harus segera diselesaikan, kalau bisa cepat ya dipercepat,” ujar Busyro usai dialog dengan masyarakat di dua tempat.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Sepudi meminta agar Pemerintah benar-benar serius dengan janji dan program-programnya, tidak sekedar memberi janji dan harapan kosong belaka.

“Tentu kami senang dengan kehadiran Bupati, Wakil Bupati dan rombongan diani. Tapi kami akan lebih senang lagi, jika semua permasalahan kami warga pulau betul-betul diseriusi pemerintah, tidak sekedar berjanji saja,” pintanya. 

Usai dari Pulau Sepudi, Hari ini, Senin (2/10/2017), Bupati berencana melanjutkan Safari Kepulauan ke Pulau Raas dan Pulau Saobi. Disana, rombongan para peringgi Sumenep juga akan bertemu masyarakat untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat serta mengetahui kondisi riil Kepualauan terkini. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan