Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Misbahul Munir

Sumenep, (Media Madura) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengklaim, jika jumlah buta aksara sudah menurun drastis sejak program Keaksaraan Fungsional (KF) digalakkan.

Dari total penyandang buta aksara sebanyak 134.540 orang pada tahun 2010, pada tahun 2017 ini, buta aksara di Sumenep hanya tersisa 57.505 orang. 

“Data tahun 2010 itu data bersama antara kami dan BPS (Badan Pusat Statistik) provinsi. Nah, selama 6 tahun (2011-2016) kita berhasil menuntaskan 77.035 garapan,” kata Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Misbahul Munir. 

Munir merinci, tahun 2011 pihaknya menggarap sebanyak 5.145 orang penyandang buta aksara, dan pada 2012 ssebanyak 17.990 orang, lalu tahun 2013 menggarap 14.050.

“Tahun berikutnya, 2014 dan 2015, masing-masing 25.250 dan 7.500 orang, terakhir 2016 sebanyak 7.100 orang.  Total 77.035 orang yang sudah kita garap,” bebernya. 

Dari program KF juga, terang Munir, sejumlah kecamatan sudah dinyatakan tuntas dari buta aksara, antara lain Kecamatan Kota Sumenep, Masalembu, Nonggunong, Saronggi, Bluto, Dasuk dan Kecamatan Ganding. 

“Jadi, perlu dipertanyakan apa maksudnya ketika ada pihak yang mengeluarkan data, selama lima tahun penurunan buta aksara tidak sampai 1 persen,” tandasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan