Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Pemkab Sampang berusaha memadam Kobaran api rumah milik Ahmad dan Sanah di Jalan Kramat, Kamis (24/8/2017). (Ryan Hariyanto/MM)

Sampang, 24/8 (Media Madura) – Musibah kebakaran rumah menimpa kediaman keluarga Ahmad alias Pak Yasa (50) dan Sanah (46) di Kampung Keseneh, Jalan Kramat, Kelurahan Karang Dalam, Kecamatan Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Kamis (24/8/2017) pagi.

Kobaran api menghanguskan seluruh rumah penjual es keliling di pasar dan penjual gorengan berikut isi di dalam rumah uang sekitar Rp 100 juta hingga hangus terbakar.

Berdasarkan informasi dihimpun, musibah kebakaran terjadi sekitar pukul 07.30 WIB diketahui oleh tetangga Ahmad yang melihat ada kepulan asap di atap rumah. Ahmad dan Sanah, sedang tidak berada di rumah karena harus mencari nafkah demi menghidupi keempat anaknya.

“Saya dikasih tahu tetangga waktu jualan es di pasar kalau rumah sudah terbakar, pulang dengan tergesa-gesa dan rumah sudah hangus seisi rumah termasuk uang Rp 100 juta, kulkas, dan lainnya,” ujar Ahmad saat di lokasi kejadian, Kamis (24/8/2017).

Selain itu, barang yang lebih berharga ikut terbakar adalah sepeda ontel. Sejatinya digunakan untuk kepentingan sehari-hari bekerja sebagai pedagang es keliling.

Dia mengaku belum mengetahui pasti penyebab api dengan cepat melalap harta kekayaannya tersebut. Sebab, keluarganya tidak meninggalkan rumah keadaan kosong dalam kondisi aman.

“Kalau lupa matikan tungku tidak, karena masak sudah pagi tadi selesai baru ditinggal ke pasar, gak tahu penyebabnya kenapa bisa terbakar,” jelas Ahmad dengan logat Madura.

Petugas Damkar Kabupaten Sampang yang tiba di lokasi kejadian sekitar setengah jam kemudian, langsung melakukan upaya pemadaman dengan menurunkan dua unit kendaraan pemadam. Akhirnya api berhasil dijinakkan meski rumah ludes terbakar.

Kasi Ops Damkar Pemkab Sampang M Mahtuh Fathurahman, menyampaikan dugaan sementara peristiwa menghanguskan satu rumah milik Ahmad dan Sanah dikarenakan korsleting listrik.

“Untuk korban jiwa nihil, hanya kerugian mencapai sekitar ratusan juta,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan